Tuesday, March 01, 2011

Satu Maret... Cinta pada Ketikan Pertama

God works in mysterious ways. Setiap perkawinan punya kisah yang unik di baliknya. Demikian pula dengan kisahku dan suami yang diawali dengan saling "wink" melalui salah satu situs perkenalan yang kemudian dilanjuti dengan email dari dkfour yang tidak bisa saya balas karena account saya di situs tersebut tidak membolehkan saya untuk membalas email tersebut tanpa membayar sejumlah $$$. Sehari setelah itu, secara tidak sengaja mata saya tertuju pada username dkfour saat membuka Yahoo! directory untuk mencari kontak email salah seorang teman kuliah saya di Toronto untuk meminta bantuannya mengenai data yang saya perlukan di kantor (yang serunya lagi, sekarang saya tidak bisa ingat siapa teman tersebut, hehehe). Nama ini kok ya terkesan familiar ya? kata saya dalam hati. Dengan penuh rasa ingin tahu, saya klik nama tersebut dan muncullah 'jendela' (window) Yahoo! Messenger dengan foto seseorang yang rasanya juga familiar. Lihat di mana ya? Ooooh... ini yang kemarin kirim email itu! teriak saya dalam hati. Kebetulan... pikir saya... sambil mulai mengetik di 'jendela chat' dan menjelaskan ke dkfour siapa saya dan mengapa saya tidak membalas emailnya. Saya bahkan dengan entengnya bilang (baca: ketik): "I'm going to reply your email here... since I can't reply you via email directly through that website!".

Belakangan saya tahu ternyata di seberang sana dia terheran-heran (takjub ko toh, Daeng? hahaha) kenapa saya bisa 'melacak' keberadaan dia - memangnya saya hacker, Daeng? 
laughing.  Seperti yang dia tulis di salah satu situs jejaring sosial yang kami ikuti: "7 years ago today my (now) wife stalked me down on Yahoo! and we had our first chat." laughing

Cerita bergulir... dan semuanya mengalir dengan indahnya, masyaAllah!

Tujuh tahun sudah sejak pertama kali kami "bertemu" chatting lewat Yahoo! Messenger. Alhamdulillaah, ketikan pertama yang akhirnya berlanjut hingga kami mengikat tali perkawinan enam bulan setelahnya pada 5 September 2004.


Hari ini, kami bertiga -- lengkap dengan buah cinta kami, Zahra -- merayakannya dengan makan malam bersama, mengingat kembali tujuh tahun silam dan mensyukuri semua nikmat dan berkah yang telah Allah SWT limpahkan kepada keluarga kecil kami. Alhamdulillaah... alhamdulillaah... alhamdulillaah...

Tujuh tahun yang penuh berkah, namun tiada pernah hati ini luput dari doa dan pengharapan yang tiada putus... semoga kiranya Allah SWT berkenan memelihara rasa kasih sayang di antara kami, dan melindungi serta mengiringi setiap langkah anak-anak kami untuk menjadi hamba yang salih/ah, penyejuk mata dan hati kami, serta kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi orang banyak dan lingkungan sekitarnya.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

[الفرقان :74]
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan anak-anak yang menyejukkan mata (menyenangkan hati) kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa." [Al-Qur'aan Kariim, Surah Al-Furqaan (25), ayat 74] 
"Our Lord! Grant unto us spouses and children who will be the comfort of our eyes, and give us (the grace) to lead the righteous". [The Holy Qur'aan, Surah Al-Furqaan (25), verse 74]
Aamiin yaa Rabb al-'aalamiin!!!

roseroserose

Kami tidak "jatuh cinta pada pandangan pertama", seperti kata cerita romantis yang banyak diceritakan orang. Kami "jatuh cinta pada ketikan pertamawinking

Doakan kami... semoga selalu istiqomah di Jalan Lurus-Nya...

2 comments:

JiUnEsasmita said...

amin ya rabb....

Binti Mukaromah said...

Terkesan sekali dengan cerita mbak yati,... smga mnjdi kluarga yg sakinah, mawadah, warohmah. amiinnn