Wednesday, March 04, 2009

Yang Maha Penyayang



Tidak setiap orang mengetahui, bahwa jauh di dalam jiwanya, setiap hari bergaung selaksa doa tanpa kata

"Wahai Sang Maha Penyayang, jangan sampai hari ini aku tak makan, jangan sampai tak minum, jangan sampai patah tangan, jangan sampai jiwa linglung, jangan sampai hari berantakan, jangan sampai lepas napas di hidung, jangan sampai kehabisan pakaian, jangan sampai tidur tak bangun, jangan sampai menyerbu banjir bandang, jangan sampai meledak gunung, jangan sampai pecah bintang, jangan sampai matahari turun....".

Dan Allah, Maha Mengabulkan, namun teramat sedikit yang orang rasa dan pikirkan.

Selaksa doa yang diam, selaksa pengharapan bisu diucapkan oleh kesunyian:
Allah Maha Meniti dan Mendengarkan, kasih-Nya tak terumuskan, di mulut-Nya sukma orang-orang bergelantungan.


Di malam-malam yang sepi, orang mengucapkan permintaan-permintaan tambahan, sebab segala yang telah dijamin Tuhan, terkubur di tanah bisu kealpaan.

"Kenapakah saudaraku -- demikian engkau mengatakan -- kenapakah selalu hanya kita ingat satu di antara seribu: yakni anugerah Allah yang ditunda, atau ia balik warna kejadiannya -- sedang dengan itu kita diajari bagaimana membaca rahasia?"


[Dikutip dari "Syair-Syair Asmaul Husna" oleh Emha Ainun Nadjib]

Hatiku tersobek, jiwaku meregang, batinku menangis untuk seorang sahabat ...
Dalam kelelahan ini, sepotong doa terkirim buatmu...


No comments: