Monday, April 24, 2006

What spring brings...

Mengamati setiap kali pergantian musim selalu menyenangkan. Ini merupakan spring atau musim semi pertama saya di kampungnya George Washington. Meskipun tidak 'sedrastis' seperti Toronto (sekedar cerita, kalo di Toronto, musim semi betul-betul 'kelihatan' beda dengan winter, kalo boleh dibilang "berbeda nyata", hehehehe... jadi ingat Statistik. Saya takjub menyaksikan dari hamparan putih salju ada "titik" hijau muncul, karena di TO biasanya awal spring masih saja turun salju. Sedangkan di sini? selama winter pun rumput masih tetap "kelihatan" hijau. Kalaupun turun salju, paling banter hanya beberapa inchi saja... itupun tidak bertahan lama karena udara di sini "terlalu hangat" untuk salju tidak lumer), tapi tetap saja saya amazed dengan buttercup and other wild plants that spring brings (I took some pics when I went to the park with Iman a few weeks ago).


What else that spring brings? Bunga-bunga mulai bermekaran, halaman rumah kembali tertata indah dengan aneka bunga (semua pada excited beli pupuk, bibit, dsb... Home Depot "panen" pembeli), dogwood flower (putih dan pink) akhirnya "tampil" dimana-mana, orang-orang mulai pake' "baju minim" kesayangan (alias baju palopo = paccinikkang lobang pocci'na -- Bahasa Makassar dan slang anak muda di Makassar = memperlihatkan puser/pusat/navel) dan sandal (pakaian dan jaket tebal digudangkan dan dilupakan untuk sementara -- sampai hawa winter mulai terasa lagi), taman senantiasa penuh dengan orang-orang yang berpiknik, DC metro area penuh turis (apalagi waktu spring break kemarin!), dan pohon-pohon mulai hijau... mulai berbunga... terutama pohon Oak... dengan serbuk sari alias pollen-nya! HAH! And because of that, I shouted:

"I - HATE - SPRING!!!!"

I know... I know. "hate" is a very strong word, and definitely not nice to say and (for sure) to feel. But spring brings a very very nasty ALLERGY to me!!! Sejak lahir dan besar di Makassar (yang polusinya mulai mengkhawatirkan... kata orang)... trus 2 tahun (2 springs) di Toronto, yang namanya pollen dan alergi debu tidak pernah saya alami (kecuali alergi gatal-gatal gara-gara terlalu balala kebanyakan makan udang... ages ago!). Yup, bukan cuma pollen, I just discovered that I'm also allergic to dust mites alias kutu debu (in winter... that everytime the heater's on, I cough and cough and cough...). Now that the heater's off, and it's time to open the window and the enjoy the fresh air (Nooooo! it's not "fresh" AT ALL! It's contaminated with that darn stupid pollen!)... but NO, I couldn't do that coz the oak tree is there... right in front of our balcony and in front of our bedroom window... super happy to spread its remarkable pollen! Terrific! It's just super awesome... I'm not only have an indoor, but also outdoor allergies! (*sigh* now I'm being sarcastic... another David's bad influence!).
The darn Oak tree in front of our balcony... sumber masalahku. When I mentioned about this to David's friend, he suggested me to sneak at night and cut it down... and blame, who? lol.

Awalnya, saya kira cuma flu biasa... eventhough first time I sneezed, Iman kontan bilang: it's allergy! Satu minggu lewat, 'pilek' ku tidak kunjung sembuh. Setiap hari (maaf) ingus masih tetap saja kayak air, mataku sangat sangat gatal dan berair (I couldn't help rubbing my eyes all the time! akibatnya kulit sekitar mata jadi iritasi bahkan saya 'cakar' secara tidak sengaja *sigh*), hidung tersumbat setiap saat sampai tidurpun rasanya susah... and I could go on and on and on. Sebenarnya saya paling tidak suka mengeluh... malah saya suka ballisi' sama orang yang suka mengeluh. But this allergy's been killin' me!

Yang saya kasihan malah David. Dia frustrasi lihat saya merana. Semua obat alergi yang ada di lemari dicobakan semua ke saya. Yang lebih kasihan lagi karena saya TIDAK SUKA (minum) OBAT... maka bertambah tambahlah frustrasinya dia. Bukannya karena keras kepala saya tidak mo minum obat... I have my own reason. Mungkin karena jarang sekali mengkonsumsi obat (kalo pilek berat pun, saya sebisanya makan lebih baik dan istirahat lebih sampe' akhirnya sembuh... but this allergies don't go away that easy. Darn it!), tubuhku sering bereaksi 'over' kalo saya minum obat. Contohnya saja, obat pertama yang dikasih David katanya 'non drowsy'... tapi begitu habis minum "cuma" 1/2 biji (ini dosis anak 12 tahun!), 15 menit kemudian saya langsung KO. Yup, that medicine knocked me out! David masih ngomong (waktu itu kita ngobrol di couch sambil nonton tv), saya sudah "cherioooo". Hehehehe... awalnya dia kira saya bercanda... ternyata memang KO! Saking serunya, itu kotak obat David tandai dengan spidol: "KO" supaya saya tahu obat mana yang terlalu 'strong' reaksinya buat saya.







Setiap buka lemari obat, saya selalu ketawa sendiri lihat kotak obat yang ini... hehe

Sampe' saya coba lagi obat lain... tapi semuanya cuma temporarily ease the symptoms. Akhirnya saya mengalah... mostly karena kasihan sama suamiku yang frustrasi lihat saya menderita gara-gara alergi ini. Ok ok... minggu depan bikin janji ketemu dokter minta saran obat apa yang aman buatku. Ugh, and I don't like go to the doctor, either! Wey???!!! apa maumu, Yaty????!!!!

I open the weather.com... Astaghfirullaah... penderitaanku tidak akan berakhir sampai paling tidak sampai awal Juni. Malah hari ini ada Pollen Alerts for Alexandria: the pollen forecast for your local area is VERY HIGH.

I know I should not say that strong word (hate) again. But I definitely can say:

I (really really really) DON'T LIKE SPRING!!!!!!

And I really mean it!!!!

1 comment:

Anonymous said...

Dear Yati...se juga setiap spring sll kena penyakit "hooikoorts" alias alergi sama pollen...en type yang bikin se sassang...rumput....kedam di'. En sekeliling rumahku itu banyak rumput. Jadi selama spring se pake obat terus en obat tetes mata plus kaca mata kedam. Bisa lebih jelek lagi..ah...it's only for a few weeks..OK. Ceria mako bede'. Salam DX