Wednesday, June 11, 2008

Cerita Tiga Delapan

Sembilan tahun yang lalu... beberapa waktu sebelum saya merantau ke utara benua Amerika, adik sepupu "mencari uban" saya yang waktu itu berbaring di sofa di rumah Ibu di Makassar. Istilah "mencari uban" sebenarnya hanya istilah untuk saya mencoba relaks setelah capek seharian di kantor. Tiba-tiba, istilah itu jadi "kenyataan".

"Iiihhh Kakak Yaty... ada betul uban ta'!". Saya kaget dan ketawa kemudian meminta dia untuk mencabutkan.

"Kakak Yaty, ini ada lagi!" kata adik sepupuku beberapa saat kemudian. "Deh, ada mi ubannya Kakak Yaty!"

"Iyo di'?! Ka tua memang ma' Dek!" balas saya sambil tertawa.

Imma -- ponakanku, anak sulung Kak Ina, umur 5 tahun waktu itu -- yang berada di dekatku, memandang saya dengan muka kaget trus sedih sambil memandang uban yang saya pegang. And to my surprise, she ran to her mother who was watching tv not too far from where we were in.

"Ibuuuuuuu!!! Ada ubannya Tante Yaty!!! Nanti tante Yaty kayak Nenek???!!!" suara Imma terdengar setengah menangis. Rupanya dia sangat khawatir dan tidak bisa membayangkan rambut Tante Yaty-nya putih semua seperti rambut nenek (Ibuku).

Kami semua yang mendengar itu ketawa besar.

"Pigi ko kasih tahu Tante Yaty. Kalo tidak mo punya uban banyak, cepat kawin!" balas Kak Ina ke Imma sambil setengah berbisik .

"Tante Yatyyyy... Ibuku' bilang cepat maki' kawin... biar ndak banyak uban ta'!" kata Imma sambil memeluk saya. Dia terdengar legaaaa sekali punya solusi supaya saya tidak punya uban.

"Callakooooooo!!!" teriak saya ke Kak Ina... yang disambut ketawa besar semua...

*****

Tiga delapan. Tidak seperti banyak orang sini yang merasa risih dengan umurnya, alhamdulillaah saya merasa sangat comfy menyebutkan umurku kalo ada yang tanya. No biggies. Lagipula memang sudah sunnatullaah (ketentuan Allah) orang dari hari ke hari bertambah umurnya alias bertambah tua. Kalopun ditanya orang, setelah menyebut umur, saya biasanya menambahkan dengan canda: but I feel like 25! Umur boleh sunnatullaah... tapi jiwa boleh dong tetap 25 (dan stagnant di situ, hahaha! Maunya moooo!)... dan sikap serta tingkah laku tetap harus sesuai umur sebenarnya: tiga delapan. Ya janganlah umur 38 tapi bersikap kayak anak ABG! No no no! I don't want to go back to ABG time. Meskipun saya punya masa kecil dan remaja yang cukup berbahagia. Hanya saja, sejalan dengan waktu, saya sangat rasakan kalo umur sangat mempengaruhi kedamaian hati dan kedalaman jiwa... yang intinya: Bijaksana menyikapi keadaan, yang saya rasakan sejak usia mulai masuk 33 tahun. Waktu masih 25-an??? Weh... masih meledak-ledak itu eh, hee hee. Apalagi sejak menjadi Bunda... terasa sekali sangat mempengaruhi sikap dan tingkah laku ku dalam menyikapi sesuatu. Alhamdulillaah...

Hari ulang tahunku kemarin, David sengaja meminta ijin boss-nya untuk "pulang kantor" (padahal kSuhu udara tanggal 10 Juni 2008antornya di rumah ji, hehehe) untuk bisa merayakan hari spesialku. Sore jam 3, saya minta diantar ke Michaels untuk membeli beberapa perlengkapan art-ku untuk "project" bulan Juni (I'll share them with you once I've done ya). Oh iya, hari ini puanasss sekali! Sampe' ada keluar peringatan "ozone alert" yang artinya kualitas udara sangat jelek (which means: free ride untuk bus dan subway train!). Katanya sih nanti malam bakal ada thunderstorm alias badai hujan/petir. Saya bilang ke David, seumur-umur barusan saya mengalami suhu sampe' 41 derajat Celcius (= 105 derajat Fahrenheit)!!! Ededeh...

Dan karena masuk waktu "macet" orang pada pulang kantor, kami memutuskan untuk merayakan "tiga delapan spesial" ku dengan makan malam lebih awal di Amina Thai Halal Restaurant di Rockville. Ini salah satu restoran favorit kami berdua. Halal wa thoyyib... halal lagi enak! hehehe. Selama makan malam, Zahra agak bertingkah. Seperti biasa, tidak mo duduk di high chair... maunya duduk di kursi di samping Bunda *sigh* kayak orang besar saja, bikin saya tidak nyaman makan karena takut dia sampe' jatuh (tau' mi toh... ini anak tidak mo diam!). Setelah bosan makan "pohon" brokoli (ini memang kesukaannya) dan sedikit spring roll dan nasi, doi maunya turun dan keluar jalan. Hayyaaaaaa!!!


Kiri: Shrimp claypot, makan malamku; dan gambar kanan: Fried fish with basil, makan malamnya David. Sayang kita tidak sempat ambil foto appetizers (makanan pembuka): tahu goreng (hee hee... dasar orang Indonesia jelata, tidak sah makannya kalo ndak pake' lauk tahu tempe!), dumpling isi ayam dan daging kepiting, juga spring rolls. Namanya juga "celebration", ya makannya buanyak! hehehe...

Karena resehnya itu, begitu selesai makan kami langsung cabut pulang... dengan tangisan Zahra yang tidak mo masuk ke mobil. Coba saja lihat fotonya yang merengut di bawah... padahal Bundanya sudah pasang muka manis ke Ayah yang motret, hehehehe

*****

Hari ulang tahunku selalu istimewa... sejak pertamakali merayakannya di rumah sewa Ibu dan Ayah yang super sederhana (alhamdulillaah), sampe sekarang setelah menjadi isteri dan Bunda, saya "dikelilingi" orang-orang tercinta.

My first birthday, June 10, 1971

Mulai tanggal 9 Juni, telepon genggamku jadi super sibuk dengan sms dan telepon dari tanah air dan dari teman-teman di sini.... membuat saya merasa sangat sangat istimewa. David pun menjanjikan hadiah ulang tahun... meskipun saya sudah bilang I don't need anything, Honey. Happiness that you give me everyday is more than enough... Tapi dia bilang sudah diniatkan, cuma harus tunggu beberapa hari. Hehehehe... saya punya firasat jenis hadiahnya... pasti tunggu bonus tengah tahun ya, Daeng.... *wink*.

Buat Ibu dan Ayah terkasih yang Yaty rindu, Kak Ina sekeluarga, Kak Ida sekeluarga, Yani sayang, Kole' dan Henny (yang bangunkan saya dan David dengan telepon dini hari buta dari Jepun, hahaha! Sa balas ko nanti lasso bulan depan! LOL), Attong, tante Naniek sekeluarga, tante Iyam sekeluarga... Yaty ucapkan terima kasih dengan cinta. I love you all so much! Terima kasih atas doanya... Aamiin!!! Aamiin!! Ya rabb al-'aalamiin!

Buat teman-teman di Makassar: Kak Erik, Tia Adi, Midah Amir, Ida Suaib, Tigin Dahlan, Kak Rohani, Daeng Eni Tahir... makasih masih ingat ulang tahunku... dan yang paling penting masih ingat Yaty kodong... Aamiin atas doa dan ucapannya. I miss you all so much, too!

Juga buat para sahabat Yaty ucapkan terima kasih atas ucapan dan doanya baik melalui telepon, email, I(nstant) M(essenger), sms, lewat friendster, multiply, facebook... You guys are awesome! And I am sooo blessed to have you as my friends... I am truly grateful for that... Alhamdulillaah...

Yaty's Bday Thankyou card

Allah Yang Maha Pemberi Berkah sudah memberikan begitu melimpahkan kebahagiaan kepada saya, Dia berikan juga keluarga, sahabat, teman dan kerabat yang selalu ingat dan mendoakan kebahagiaan saya... I could not ask for more... Alhamdulillaah! Semoga orang-orang tercinta ini selalu dalam limpahan berkah dan kasih sayang-Mu ya Allah... Aamiin!

*****

Tiga puluh delapan... toa mi Ramang (istilah orang Ujungpandang yang kurang lebih bermakna: sudah tua nih -- diambil dari nama pemain sepakbola Ramang yang sangat dijagokan jaman dahulu kala di Makassar)... mati mi (Ramang almarhum) lagi iya! Saya tersenyum sendiri di depan cermin "mengagumi" uban yang so unstoppable now *wink*. Kejadian sembilan tahun yang lalu kembali terulang dalam ingatan. Hhhmmm... dalam hati saya patoa-toai Kak Ina yang sudah PhD tapi bikin "teori" yang tidak terbukti. Sa sudah kawin... tapi uban tetap tonji merajalela... hee hee...

Callakoooooo!!!!

4 comments:

Anonymous said...

Selamat menyambut hari ulangtahun yg ke 38 Yaty! :) Semoga di panjangkan umur, dimurahkan rezeki dan berbahagia selalu inshaAllah, ameen...

Yatie

bunda ibad said...

Sekali lagi selamat berhari jadi kak teriring doa semoga diberi umur panjang yg barokah, dimurahkan rejekinya, dimudahkan urusannya dan bahagia dunia akhirat.Amin..

bunda ibad said...

Sekali lagi selamat berhari jadi kak teriring doa semoga diberi umur panjang yg barokah, dimurahkan rejekinya, dimudahkan urusannya dan bahagia dunia akhirat.Amin..

Salt & Turmeric said...

Happy Belated Birthday Yaty! Sorry for being late.