Friday, November 17, 2006

Banjir!

Jauh-jauh dari Makassar, ternyata di sini juga kena banjir ! Kejadiannya kemarin (Kamis) sore waktu kita habis makan siang di luar dan sempat belanja groceries di Giant dekat rumah. Memang, hujan turun sejak subuh dan menjadi bertambah deras pada siang hari. Tapi kami tidak pernah menyangka bakal kena banjir, meskipun sejak kemarin sudah ada warning (peringatan) akan adanya kemungkinan banjir (flood warning) karena prakiraan curah hujan yang sangat tinggi untuk hari itu. Actually, it's pretty cool... karena meski hujan turun sangat deras dan seharian, suhu udara cukup nyaman, sekitar 18-19 derajat Celcius. Perasaanku kayak berada di Makassar saja ...

Yang lucu, karena David panik setengah mati. Saya yang awalnya cuma bengong lihat dia freaking out, akhirnya malah jadi tertawa terbahak-bahak. Kasian tong kodong Daengku... ku kakkalaki (Bhs. Makassar= saya ketawain)... makkala' tojengka'! Waktu dapati saya terbahak, dengan wajah dan suara bernada putus asa dia bilang : "I don't understand. What's so funny about it? I'm so glad that you found this so funny."

Oalaaaaaaaah....

Bagaimana saya tidak makkala' (Bhs. Makassar= tertawa)? Sebenarnya banjir yang kami alami itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan yang selama ini kami alami di tanah air (baca: pa'rasangangku Makassar)... hanya air merembes dari dinding serambi depan/porch dan menggenangi tepi ruangan di basement yang kebetulan tempat David kerja. Itupun sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya sistem drainase bekerja sesuai fungsinya (later on we found out from our landlord that one of the pump that supposed to work when the water fills the pipes that surround the house wasn't working well). Maklum rumah tua dengan penghuni baru... kami berdua pun masih dalam proses "berkenalan" dengan rumah kecil kami ini.

Sepanjang sore itu, kami berdua sibuk membersihkan basement. Sebenarnya sih seperti yang saya bilang, ini tidak ada apa-apanya. Di rumah Ibu-Ayah di Makassar kalo puncak musim hujan (akhir Januari - awal Februari) sejak jalan tol dibangun bertahun silam, pasti kena banjir mulai dari semata kaki sampe' kadang selutut (dan ini memang sudah Ayah perkirakan sewaktu jalan tol itu direncanakan... dan sampe' sekarang kalo banjir Ayah pasti ngomel tentang ini. He knows exactly what he's talking about as a civil engineer... ) dan bisa bertahan berhari-hari. Kalo ini? Oalaaah... it's nothing, really! Cuma belakangan David menjelaskan (setelah kami sudah tenang malamnya dan duduk santai nonton tv) kalo dia panik karena semua alat kerjanya (semua listrik) komputer dan segala-galanya bakal rusak kalo sampe' kena air. Gimana bisa kerja kalo semua alat kantor rusak? Blum lagi kemungkinan bisa tersengat listrik. Ya betul juga . Coba saja lihat... "lautan" kabel dimana-mana. Dinding basement putih inilah yang berada persis di bawah porch kami...

DK working spot

Tadi landlord kami datang memeriksa semua sistem drainase di sekeliling rumah. Alhamdulillaah, semuanya baik dan pompa yang kemarin tidak berfungsi sudah dicoba dan berfungsi sebagaimana mestinya. Tapi jangan ditanya... setiap kali saya ingat ekspresi muka suamiku yang panik gara-gara "banjir" (klo saya tidak akan meng-kategorikan itu sebagai banjir ), I couldn't help but laughing. Saya membayangkan, kalo seandainya banjirnya kayak di Makassar... bagaimana ekspresi muka Daengku ya?

'Tu kaaaaan??? Makkala' ka' lagi...

6 comments:

Mommy said...

Yati, bisa2 Daeng pingsan kalo lihat banjir di Makassar :D

jonquilles said...

Iyo Yaty, jangan memangki' bawa daeng ke Makassar kalau lagi musim banjir. Seperti yg Liza bilang nanti pingsan ki.
btw itu kursinya looks so familiar hahaha.

pak pos said...

HALAL BIHALAL BLOGGER MAKASSAR
(Peluncuran www.anginmammiri. org tempat kumpulna BLOGGER MAKASSAR)

yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Sabtu
Tanggal : 25 Nopember 2005
Waktu : 16.00 wita - selesai
Tempat : Kafe Baca Biblioholic
Jl. Perintis Kemerdekaan Km 9 mo 76 (depan Mercedes Benz)
Tamalanrea - Makassar

Anonymous said...

Aku nggak gitu ngerti gimana situasi banjirnya di rumah Yati.. tapi kalo ada genangan air di sekitaran rumah, merembes ke dalam rumah gitu.. bukannya nanti menimbulkan hal2 yang menyebalkan dan makan biaya besar? Kayak mold? Au ah.. bakal parah gitu gak sih.. kalo rumah banjir? Hihihih.. malah nanyaaa.. Btw.. ini Dessy.. anony aje dey.. abis kagak punya account di blogger :o)

-yu2n- said...

hihihi..tapi keknya perlu skali2 diajak daengta' liat banjir d makassar kak.. supaya bisa tong bliow crita ke anaknya, hehehe...

Yaty Yasir said...

Liza & Miya --> Rencana mudik kayaknya tidak pas musim banjir ji... so tidak adaji kemungkinan lihat Daengku pingsan lihat bajir, hahaha!

Pak Pos --> Makasih ces... sayang tidak bisa hadir. Semoga sukses nah acaranya! Go blogger Makassar!!!

Dessy --> Alhamdulillaah, masalahnya sudah teratasi... mostly karena ada pump yang tidak bekerja (maklum baru saling kenal dengan rumah tua ini). Landlord kita sudah nge-cek dan masalahnya sudah teratasi. Thanks for stopping by ya Mommy-nya L&F. Kisses and hugs for you and those two kurcaci, hehehe

Yuyun --> Sudahmi sa kasih lihat foto-foto banjir di Mks yang Ayahku kirim waktu musim banjir awal tahun ini ;). Yun, thanks sudah mampir nah... Hugs dari jauh!