Tuesday, October 31, 2006

My new project

Sudah beberapa minggu ini saya dan David bolak balik ke toko perlengkapan rumah dan pertukangan (hardware store) untuk cari "penutup" jendela tempat kerja David di basement. Memang agak riskan karena dari luar, kamar kerja David persis kayak akuarium (dia yang ikannya, hehehe)... asli deh transparan! Padahal 'kan semua alat kerja kantornya ada disitu. Saya maklumi, meskipun lingkungan tempat tinggal kami relatif aman, tapi tetap saja harus hati-hati... dimana-mana juga ada orang jahat, iya toh? Dan paling tidak yang bisa kita lakukan adalah tidak memberikan kesempatan orang jahat berpikiran jahat. Eh... *bingung maki' eh*... Blum lagi kalo pagi, matahari langsung "kena" monitor komputernya dan bikin silau (and of course, it's not good for the monitor itself). For sure, he really needs that curtain!

Meski sudah keliling-keliling, so far, we couldn't find anything that suits our need. Entah itu ukurannya yang tidak cocoklah (maklum... ini rumah tua... jendela basement pun masih pake' yang "ancient" punya!) ataupun bahan dan materialnya yang tidak berkenan di hati si Daeng. Ada lagi yang lumayan "pas", tapi harganya bikin mata ta'buccilla'. Nah, kalo urusan yang ini, saya yang tidak ikhlas, hehehehe. Masa' untuk tutup jendela basement saja pake' keluar duit alias manré ongkoso' segitu? Hee hee... kelihatanmi "gaya ibu rumah tangga"ku di'?! maunya yang berkualitas tapi ekonomis alias hemat. Nassa mi!

I'll make you one, kataku sok pédé ke David. Tapi alasan (lagi-lagi yang ini... sayang istri!)-nya, dia tidak ingin merepotkan saya. Lagipula, karena kesibukannya belakangan ini, agak sulit untuk mencari waktu mengantarkan saya ke toko kain (meskipun tokonya lumayan dekat)... ditambah lagi penyakit malas saya (untuk keluar rumah) memang agak kambuh (hee hee). Ya sudah... Tapi tetap saja niat untuk membuatkan kain tutup jendela itu ada di pikiranku.

Setelah "putar otak", semalam saya bongkar kardus besar yang berisi seprei (bed sheet) dan selimut. Aha! Dapat satu potong kain seprei yang motifnya cute dan seingat saya tidak pernah dipake' (karena ukurannya kecil... tidak muat untuk dipake' di ranjang kami maupun ranjangnya Iman). Trus, saya tanya ke David apa dia suka corak kain ini untuk jadi bahan curtain di ruang kerjanya. Alhamdulillaah dia suka! Are you really gonna make the curtain? Heh... iyé! I'll try... tapi ambilkan dulu itu kotak mesin jahitku di basement, kataku.

And today? Alhamdulillaah... jadi juga curtain yang kujanjikan ke Daengku! Sangat mudah bikinnya... cuma memang untuk amatiran kayak saya agak ragu juga pas mo potong kain. Dengan sedikit "matematika", ukur sana sini... bismillaah! Setelah itu, baru deh kutak katik mesin jahitnya. Oh iya, mesin jahit ini hadiah/hibah dari Aunt Shirley, tantenya David yang tinggal di utara Baltimore. Beliau menghadiahkan ke saya mesin jahit kesayangannya karena sudah agak sulit bagi beliau untuk melakukan aktivitas jahit menjahit, dan juga karena beliau tahu kalo punya mesin jahit adalah impian saya sejak pindah ke sini ;). Meskipun sudah tua, mesin jahitku kondisinya sangat bagus karena Aunt Shirley adalah orang yang sangat telaten merawat (makanya, sekarang jadi kudu hati-hati juga... melanjutkan untuk merawat hadiah ini seperti cara Aunt Shirley!). Hampir tiga bulan mesin ini "nganggur"... dan baru saya buka dan pake' hari ini.

My new project

(Klik gambar untuk melihat lebih jelas)
Meja makan yang jadi "center of my working spot". Menjahit sambil sesekali memandang keluar jendela lihat squirrel yang sibuk mengumpulkan walnut untuk persediaan musim dingin :). Gambar bawah: David lagi kerja (he's having a conference call)... dan curtain buatanku juga ikut méjéng, hehe...

And guess what? He really likes it! Saya memang sengaja bikin surprise dengan memasang curtain itu pas dia lagi keluar rumah siang tadi. "Oooohhh... I love my wife!", katanya sambil memelukku dari belakang sewaktu dia kembali dan dapatkan curtain impiannya terpasang. Hee hee... *blush*. Dengan memanfaatkan kain seprei yang tidak terpake' lagi dan menggunakan mesin jahit pemberian Aunt Shirley (thank you, Aunt Shirley ), saya bisa dapatkan hasil yang memuaskan tanpa perlu keluar duit sepeser pun!

Well, itu ceritanya tentang my simple new project. Sekarang di kepalaku sudah banyak ide... paling tidak sekarang sudah agak pédé untuk menggunakan mesin jahit. Memang, curtain yang merupakan proyek pertamaku ini sangat simple dan mudah... Tapi bukankah sesuatu yang besar itu selalu diawali dengan cara yang sederhana dan mudah?

Insya Allah...

7 comments:

jonquilles said...

Cantiknya project cinta nya Yaty. Keep up the good work.

Yaty Yasir said...

Thanks, Miya! *hugs*

kiki said...

wah baru pertamakali aja dah ok punya, gmana selanjutnya ya????? mau dong dibikinin juga.....:-D

Yaty Yasir said...

Hee hee... akhirnya bisa juga bikin, Ki ;). Ndak kebayang kalo masih di Makassar ada waktu dan kesempatan buat bikin yang beginian (klo di Mks sibuk kejar setoran jadi kuli... weekend pun kadang di kantor!). Sekarang jadi ibu rumah tangga 100%, jadi bisa "balas dendam" kerjakan semua yang dulunya tak bisa *wink*

Auliah said...

wah jadi menghayal punya suami.
nanti saya bikin project apa di'buat daengku juga
grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr :D

Sun Flower Arco said...

Assalamu'alaikum Mba yaty..hebat euyy, aku juga dpt hadiah dri mertua mesin jahit dan sgala hal perlengkapan sulam,tp ampe skrg belum tersentuh,secara gk punya keahlian wanita yg satu ini, sayang yah,akhirnya mesin jahit bagus2 nganggur di rumahku mba. :(
Btw, Selamat idul fitri,taqabalallahu minna waminkum .
sun dari aisyah *_^

La Tore Bondeng said...

Tawwa .... keep the good work sis ... siapa tau saja bisa saingi Henny ... hehehehehehe ...

Salam untuk David