Tuesday, August 26, 2008

Cerita pendeknya

Janji mo cerita panjang tentang berkah YKJ, rasanya mesti saya dahului dengan cerita versi pendeknya. Sedikit cerita tentang kekhawatiranku dan juga keikhlasanku terhadap rencana Allah swt atas rejeki hamil kedua ini.

Waktu test dengan ClearBlue digital tanggal 16 Agustus lalu, dua hari sebelumnya saya sudah mengalami spotting (= flek berwarna kecoklatan) yang kemudian saya curigai sebagai implantation bleeding seperti yang saya alami dulu di awal kehamilan dengan Zahra (spotting itu berlangsung hanya 2 hari dan sama sekali "clear"). Lain dengan kali ini. Setelah testnya positif, sampai akhirnya kunjungan untuk konfirmasi ke dokter tanggal 19 Agustus, spotting itu tidak berhenti. Tentu saja itu jadi topik utama yang saya kemukakan ke Dr. Fauzia... dan setelah melihat dengan transvaginal ultrasound letak janin berada di dalam rahim (salah satu penyebab spotting/pendarahan adalah kehamilan di luar rahim atau ectopic pregnancy yang alhamdulillaah tidak terjadi pada saya). Beliau juga menenangkan saya dan bilang kalo banyak sekali perempuan yang di awal kehamilannya mengalami spotting dan berakhir dengan melahirkan bayi yang sehat. Tapi tidak pula menutupi kemungkinan kalo spotting itu pertanda awal dari miscarriage (MC) alias keguguran. Untuk menghindari hal tersebut, dokterku memberikan 3 resep yang diharapkan bisa membantu mempertahankan janin kami: antibiotik (bisa jadi penyebab spotting adalah infeksi bakteri), hormon progesteron (untuk memperkuat dinding rahim dan mempersiapkan sebelum placenta siap mengambil alih untuk "memelihara" calon bayi), dan baby aspirin alias aspirin dosis rendah untuk menghindari terjadinya penggumpalan (clot) darah. Ketiga "obat" ini memang sering diberikan pada ibu hamil (yang besar resiko MC) di trimester pertama (1-12 minggu) untuk menghindari resiko keguguran. Minum obat-obat tersebut (yang hormon masuknya lewat "yang lain", hehehe) ditambah dengan vitamin prenatal 2 biji betul-betul jadi rutin yang tidak menyenangkan. Tidak minum pun saya sudah mual dan pegal seluruh badan... jangan ditanya lagi dengan nambah obat-obatan tersebut. Dulu waktu Zahra, saya cuma dibekali vitamin prenatal... tak ada obat ini itu. Tapi, demi si adek YKJ apapun akan saya lakukan.

Hampir seminggu rajin menjalankan apa yang dokter sarankan, spotting-nya stop. Alhamdulillaah. Not until this morning waktu hendak wudhu untuk sholat subuh. Si spotting ada lagi... dan kali ini bukan kecoklatan lagi tapi pink. Terus terang, saya sangat-sangat khawatir. David menenangkan dan memeluk saya sayang. "What if we lost the baby?" kata saya pelan ke David. Kehilangan apa saja tidak membahagiakan... apalagi kehilangan bayi (I've already fell in love with YKJ meskipun dia masih keciiiiil sekali). "Then it's not meant to be, Baby!" Apa yang Allah rencanakan buat kita tentulah yang terbaik. Kalo memang si Junior tidak bertahan, tentulah itu yang terbaik. "Keep your faith... and all we can do is du'a, du'a, du'a... Insha Allah, we'll be sabr... and Allah loves people who's sabr...", kata suamiku panjang lebar. Kami kemudian berangkat ke Lab untuk test darah (membawa pengantar dari dokterku), yang akan ditindaklanjuti dengan test darah (lagi), urinalysis, dan glucose test 48 jam dari hari ini (insya Allah hari Kamis... bakal heboh lagi karena yang diambil darahnya lebih dari 5 vials menurutku setelah melihat daftar test yang mesti dilakukan).

So, hari ini saya mencoba untuk tetap berpikiran positif dan ikhlas dengan apa saja hasilnya nanti. Sejak awal saya dan David memutuskan untuk "mengumumkan" rejeki ini begitu ada konfirmasi dari dokter kalo kami memang hamil. Kami tidak menunda menunggu sampai "safe 12 weeks - first trimester ended". Sebagai muslim yang menggantungkan segala sesuatunya HANYA kepada-Nya, kami tidak percaya pamali. Kami percaya dengan membagi kabar bahagia ini segera setelah kami dapat konfirmasi dokter, kami akan dapat doa dan support dari siapapun yang kami bagi kabar tersebut. Makin banyak yang tahu, makin banyak yang mendoakan. Dan Allah mendengar doa hamba-hamba-Nya. Kalo seandainya berakhir dengan tidak seperti yang kami inginkan, kami tentu berharap doa dan dukungan lagi... untuk menguatkan hati kami dan untuk terus bersabar. Pengalamanku membuktikan bahwa IKHLAS itu indah... Kepahitan apapun bila disertai dengan keikhlasan insyaAllah membuahkan kesabaran dan kelapangan hati...

Please keep us in your prayers... doakan Bunda dan YKJ ya? Doakan yang terbaik bagi kami. Saya akan mencoba untuk mengabari di sini kelanjutannya. Salam cinta dan sayang...

5 comments:

Anonymous said...

Keep being positive Yaty! We'll remember you in our prayers. Insya Allah semuanya baik2 saja.

Miya

Anonymous said...

Insya Allah ... semua akan baik-baik saja. Tetap berpikir positif dan tetap semangat!!

Ina

DuaEs Mommy said...

Benar kata Miya, being positive..mudah-mudahan diberi kemudahan oleh Allah SWT

Yaty Yasir said...

Makasih... thank you: Miya, Kak Ina, dan Liza. Tetap doakan ka' nah... sekarang sudah lebih agak lapang rasanya meskipun *spotting*nya masih saja terus ada (on and off). Hari ini mestinya ke lab saya batalkan karena perasaan tidak menentu :(. Insya Allah hari Selasa ketemu dokter, semoga semuanya baek-baek saja.

nanie said...

k yatiii, maap baruka lagi berkunjung ke blog ta :(
adami pade lagi YKJ
semoga selalu ki dalam lindunganNya
semangat :)