Tuesday, February 03, 2009

Pada salama'ki', anure kanja'ku...

Alhamdulillaah...
Telah lahir anggota baru keluarga besar kami:

Muhammad Yasir Ruslan

Putra pertama (anak ke-3) dari kakakku Yasnidar (Ida) Yasir & kakak Ruslan (Lallang) Bora
di Makassar, tanggal 31 Januari 2008;
dengan berat 1.6 kilogram
melalui emergency c-section di usia kandungan 7 bulan karena placenta previa.

Daeng Ida, semoga cepatki' pulih... dan bisa kembali ke rumah (kampung) Antang (hehehe) menggendong baby Yasir yang sehat dan gagah... Aamiin!

Muhammad Yasir Ruslan... Selamat datang, Nak! Semoga ko jadi hamba Allah yang salih, cakep rupa dan pekertimu, pandai akal dan budimu, dan selalu menjadi cahaya yang menyejukkan mata dan hati Ayah dan Bundamu... juga bagi orang-orang dan alam di sekitarmu, insha Allah. Doa kami insya Allah selalu menyertai langkahmu...

Family Picture Dec2008 003

Salam sayang dan cinta... serta doa terkirim dari jauh untuk semua...
Tante Yaty, Uncle David, Kakak Zah, dan Kakak Iman

Baru beberapa menit lalu saya "publish" postingan di atas (dengan judul: Selamat datang, nure-ku!), mata saya tertuju di status facebook ponakan saya yang tertua Imma: "-Innalillaahi Wainna Ilaihi Rajiuun. Muh. Yasir R. meninggal pd jm 3:30 hr ini." (Selasa, 3 Februari jam 2:30 siang waktu Pantai Timur AS - Rabu, 4 Februari jam 3:30 dinihari waktu Makassar).

Tanpa saya sadari saya teriak dan menangis. David yang ada di ruang sebelah (masih sementara kerja), berlari menemui saya yang sudah menangis sejadi-jadinya. Postingan yang sudah saya published di atas, saya "tarik" lagi... masih dengan tangis yang tak terbendung. Astaghfirullaah...

Tasseppa' aroku. Sehari sebelum baby Yasir lahir dengan emergency c-section karena placenta previa (yang berakhir dengan placenta raptured - plasenta yang sobek), saya "melihat" baby Kak Ida tersebut sehat walafiat, putih dan gagah... cakep sekali! Saya terbangun dan diberitahu Kak Ina (kakak yang tertua) lewat sms kalo Kak Ida mengalami pendarahan hebat dan harus segera menjalani c-section. Tindakan dokter untuk mem-bed-rest-kan Kak Ida di rumah bersalin sebagai jaga-jaga dan untuk mempertahankan selama mungkin sang bayi untuk berada di "inkubator alami" (= rahim) karena kandungan Kak Ida baru memasuki bulan ke-7 (due date-nya diperkirakan awal April nanti). Karena mimpi melihat baby Kak Ida dalam kondisi sehat tersebut, saya yakin bila insya Allah dia bisa bertahan. Yang menjadi pusat kekhawatiran saya adalah kondisi Kak Ida... karena kondisi placenta previa sebenarnya lebih banyak membahayakan nyawa sang ibu. Apalagi setelah saya dengar dari Ibu lewat telepon kalo pada saat lahir, baby Yasir menangis dengan kencang. Untuk anak prematur yang lahir lewat c-section, menangis adalah pertanda yang bagus... artinya paru-parunya bekerja dengan baik meski masih terlalu awal untuk "bekerja".

Ternyata... apa yang saya lihat itu... bukan Muhammad Yasir Ruslan, tapi malaikatnya. Si kecil yang gagah, anure sayang-ku telah berpulang. Kak Ina bilang, 4 jam baby Yasir "berjuang" sebelum akhirnya pasrah kembali ke Pangkuan Sang Pemberi Hidup. Inna lillaahi wa inaa ilayhi roji'uun. Menulis ini, saya tidak bisa menahan tangis. Rasanya masih tidak percaya. Setelah "melihat" dia sebelum dia lahir, saya seperti punya "harapan" setelah "kehilangan" dua kali. I felt like he's my own son... I've seen him! and already fell in love with him! Sudah mimpi rasanya menimang dan bermain dengan baby Yasir insha Allah kalo kami pulkam ke Makassar tahun ini. Tapi Allah berkehendak lain.

Kembali maki' Nak ke Allah...
Kalo bertemu dengan adik-adik sepupumu, salam sayang dari Bundanya untuk mereka.
Tante Yaty sayang ko, Nak... Nure cakepku, anure kanja' ku.
Jangan lupa... ko dilepas dengan cinta... baaaanyak sekali cinta untukmu.
Kami ikhlaskan ko, Nak. Seperti sepupu-sepupumu,
Insya Allah, nanti ko tunggu Ibu dan Ayahmu kelak di pintu surga... Aamiin!


Catatan: Anure atau Nure artinya ponakan/kemanakan dalam Bahasa Bugis; pada salama' = selamat jalan (atau ucapan selamat pada saat berpisah); (ma)kanja' = (yang) bagus/baik

1 comment:

si kepik said...

Innalillah wa inna ilaihi rojiun. semoga keluarga daeng semua diberi ketabahan dan kesabaran. amin.