Saturday, October 01, 2005

Akhirnya...

It's been almost two weeks since my last post . Banyak sekali rasanya yang mo sa cerita. Banyak sekali yang diawali dengan "akhirnya..." *whew*!

Busch Garden (lagi!)

"Akhirnya" yang pertama ... finally we went to take Iman to Busch Gardens. Yup, akhirnya kita jadi juga balik ke this cool park. Selama dua minggu, Iman sampe' menghitung mundur waktu saking excited-nya dia mo naik rollercoaster yang pertama.

Kita tinggalkan Alexandria (Sabtu, 24 September) jam 7:15 pagi (hee hee... Iman masih ... dan ndak lama kemudian dengan nyenyaknya di jok belakang), singgah di
Wafel House di Fredericksburg for breakfast, dan tiba di Busch Gardens ndak beberapa lama setelah dibuka (buka jam 10 pagi). Cuaca juga 'bersahabat'... tidak panas malah sepanjang hari rada mendung dan sedikit gerimis . (Klik gambar untuk lihat lebih jelas).

Waktu berkunjung pertama kali berdua dengan David kurang lebih 3 minggu yang lalu, kita ndak sempat naik rollercoaster Apollo's Chariot (ride ini nampak dari jalan raya sebelum masuk ke gerbang BG)... so this time we did! and Iman's first rollercoaster ride! Sepanjang kita dibolak-balik dengan kecepatan tinggi, Iman tutup terus ki matanya! Kasihan juga... untungnya dia bukan termasuk anak yang gampang mual atau pusing (let me tell you... dia bahkan suka membaca buku sambil duduk di atas kursi putar dan berputar-putar membaca tanpa merasa pusing! Kita yang lihat malah yang pusing, hee hee). Pas turun, dia malah yang heboh, sampe' saya dan ayahnya cuma bisa senyum-senyum.

Pokoknya seharian kita having fun. Menjelang jam 3 sore, kita ke hotel (Days Hotel yang jaraknya sekitar 10 menit dari Busch Garden. Mmmmm... mengenai hotel ini, ndak bagus deh . But, alhamdulillaah... ada tempat untuk nginap meskipun belakangan kita berharap pesan hotel di tempat lain ). Habis sholat, kita balik lagi ke BG... dan baru kembali ke hotel sekitar 45 menit sebelum BG tutup (jam 11 malam tutup setiap hari Sabtu). Satu ji yang bikin ka' merana... langit-langitku kayak kena sariawan . Makanya tidak menikmati makan enak di sana . Kita balik ke rumah besok (Minggu) paginya. Alhamdulillaah... we had a great time!

Bakso!!!

Akhirnya... "ketemu" bakso juga di DC ! Woohoo !!! Ceritanya, hari Selasa lalu sa temani David ke Ashburn untuk bawa mesin server baru (untuk di-install). Trus, setelah ambil mesin tersebut di kantor, kita berdua makan malam di
Singapore Bistro. David sudah berulang kali cerita tentang resto yang menyediakan masakan Asia, terutama Indonesia... dan... salah satu menu-nya adalah Indonesian meatball soup alias bakso! Setelah coba... ternyata ... mirip-mirip bakso-nya Donald Bakery di Jalan Karunrung, Makassar... yummy . David bilang, cuma sayang tidak ada pangsit gorengnya kayak di Makassar (sa pernah bawa'ki makan bakso dan pangsit di Donald waktu David datang ke Makassar ),hehehe.

Eh, Singapore Bistro (SB) ini istimewanya (bagi saya) bukan cuma karena di situ pertama kali ketemu bakso yang enak (pernah coba bakso yang dijual waktu bazaar di Wisma Indonesia waktu peringatan 17 Agustus lalu... dan penonton kecewa ), tapi di sini juga... akhirnya...

Ketemu saudara sebangsa setanah air yang ramah

Masih ingat "ceritaku" yang lalu tentang orang-orang Indonesia yang rada "ja-im" di negeri "stars and strips" ini? Well... alhamdulillaah... di SB sa akhirnya ketemu dengan orang-orang Indonesia yang ramah bin banyak senyum alias tidak jutek kayak pengalamanku kemarin-kemarin. Waktu baru masuk, sa sudah bilang memang ke David kalo dua anak muda (laki-laki) yang lagi kerja (chéf) di belakang meja sushi bar kelihatan muka Indonesia sekali. Sa bilang sama David, nanti pi kalo mo pulang sa datangi mereka dan tanya. Dan waiter di samping meja kita setiap lewat pasti senyum-senyum. So, I told David that perhaps he's Indonesian too! And you know what? I was right ! Kami ngobrol trus dia membenarkan kalo yang dua lagi di belakang meja sushi bar itu orang Indonesia juga. Sebelum tinggalkan SB saya sempatkan menyapa mereka... it was really nice :).

Ganti alamat di passport

Yup! Setelah hampir 4 bulan di sini, akhirnya jadi juga melapor (diri) ke KBRI dan menambah alamat (setelah dapat KTP Virginia). Perubahan alamat di passport itu untuk dapat bebas fiskal kalo mo balik ke US dari tanah air. Lumayan kalo bisa menghemat 100 bucks, kan ? Waktu sa ambil passport kemarin, petugas konsuler sempat tanya kenapa sa tidak sekalian ganti nama? Wha ?!?! Ndak deh... tidak mengganti nama ke lastname suami kan tidak berarti sa bukan isterinya? . David cuma senyam-senyum di sampingku. Masalah mengganti nama menurut David itu tradisi dan tidak ada keterkaitannya dengan urusan paperworks (utamanya imigrasi dan sebagainya). Di dalam keluarga besarku tidak ada yang namanya ganti ke nama suami (kecuali kalo ditulis: Nyonya siapa gitu... naah, baru deh nama suami muncul). Kedua kakakku juga tetap pake' nama Ayah di belakang nama mereka. Jadi kalo disini mengganti nama adalah karena alasan tradisi, well... I have no reason whatsoever to change my lastname then ! Trus lagi, istri Rasulullaah juga ndak ada yang merubah namanya setelah menikah. Dan ada kebanggaan tersendiri untuk tetap memakai nama Ayah di belakang namaku (yang tentunya tidak mengurangi rasa banggaku sebagai isterinya David ).

It's autumn!

Horeeee!!! Akhirnya "ketemu" juga dengan "musim" favoritku! Sudah seminggu ini AC di rumah saya off-kan, dan jendela kamar dan pintu geser ke balkon di living room selalu sa buka... segaaaar! Cuma memang kalo subuh rada "mékké" alias kedinginan bbbbrrrrr. Tinggal tunggu daun-daun berubah warna... mmmm... kayak waktu di Toronto dulu.

Ini foto waktu habis wisuda dulu... 4 tahun lalu di halaman kampus York University. Hee hee... topiku kayak topi bajak laut di'?!


Menggambar lagi!

Setelah sekian lama... akhirnya saya mulai lagi menggambar (dengan pensil dan pensil warna). Kapan ya terakhir kali sa menggambar? Mmm... di SMA? Wow! It's been awhile . Selama tiga hari berturut-turut, kalo sendirian di rumah sa coba mulai menggambar (lagi). Sketch book yang dibelikan David dan "landscape" colored pencils yang sa beli beberapa waktu lalu akhirnya terpake juga . Ok, here are some of my drawings : (klik gambarnya untuk lihat lebih jelas)

Paling tidak, untuk mengisi waktu dan menyalurkan hobby yang lama terpendam. I guess, I need my colored pencils that I left in my desk drawer back home in my room. Siapa yang mo ke sini dalam waktu dekat untuk dimintai tolong titip di'?!

Dan akhirnya...

... minggu lalu setelah beberapa waktu rasanya seringkali naik darah , akhirnya I found peace in my heart . Rasanya lega dan waktunya sangat tepat menjelang Ramadhan... insha Allah beberapa hari lagi.

Tiga hari lalu, tanggal 28 September, ulang tahun Ayah yang ke-62. Sa telepon ke rumah dan bicara banyak dengan Ayah... dan terakhir waktu pamitan rasanya tidak kuat lagi tahan airmata ... rasanya mo lari peluk Ayah erat-erat . Oh I miss you so much, Ayah...

Ah... tidak terasa sudah berganti bulan lagi. Ramadhan beberapa hari lagi. Rasanya tidak sabar menunggu datangnya bulan penuh Rahmat... bulan "kesayangan" kami berdua (me and David).
Bahagianya... alhamdulillaah...

No comments: