Wednesday, November 02, 2005

Ramadhan...

Besok, insya Allah... Ramadhan 1426 H berakhir... Ramadhan pertamaku di sini, jauh dari Makassar... jauh dari orang-orang tercinta (Ibu, Ayah, kakak-kakak dan adik-adik, dan seluruh keluarga besarku). Meski di sini adaji Daeng tercintaku dan juga Iman (yang makin lama makin bikin ka' jatuh cinta), tapi tetap saja rindu itu ndak bisa hilang . Kemarin telepon Ibu... waaaah... baru ucap salam saja sudah mo mi jatuh airmataku... cengeng lagi cengeng lagi... padahal toa (= tua) mi . Itu tongmi sa tahan-tahan tidak telepon... soalnya kalo sudah telepon maunya telepon lagi telepon lagi... dan... maccilé (= slank Bugis untuk "nangis") lagi. Yaaaah... orang bilang yang pertama itu selalu sulit dan butuh perjuangan. Iyo kah? Ndak tahu mi juga deeeeeeeeeeeeh...

Alhamdulillaah... Ramadhan dengan keluarga kecilku sangat menyenangkan (sama ji dengan yang sa bayangkan dulu sebelum menikah, hehehehehe). Cuma selama Ramadhan jadi jarang masak untuk buka... alasannya lebih banyak karena "kuttu" alias malas . Waktu puasa di Toronto dulu juga samaji kuttu-nya (jarang masak untuk bukapuasa)... tapi bisaji dimengerti ka anak sekolah ki'... (alasanmi sédéng... padahal memang karena malas ji hahahaha) dan masak indomie dan nasi plus telur matasapi sudah cukup. But here? Harus mikir mesti masak... karena selain lebih sehat makan di rumah, juga karena kalo makan di luar terus setiap hari bisa bangkrut ! Eh, ada juga ceritanya nih waktu kita makan di "warung" kabob miliknya orang Afghanistan di Annandale... namanya Food Corner. Weeeh... chicken and lamb kabobnya. Yang paling berkesan itu... suasananya... sangat ramah (begini ini contoh yang namanya muslim sejati ) dan saaaaaaaaaaangat humble! Customer-nya makan dulu... baru kalo udah selesai (bahkan banyak yang setelah makan pada keluar dulu) baru kemudian setelah itu masuk lagi untuk membayar di kasir. Sa bilang ke David... waaah, ini betul-betul modal percaya... coba kalo ketemu orang jahat yang maunya makan saja trus keluar tanpa bayar ? David ketawa... dan bilang di situlah nikmat dan indahnya yang namanya "jujur" (seperti Rasulullaah saw yang terkenal karena kejujurannya -- Al-Amiin -- artinya yang terpercaya -- ... baik di kalangan masyarakat muslim maupun non-muslim pada jaman beliau hidup).

Anyway, banyak deh hikmah Ramadhan kemarin... alhamdulillaah... Iman sudah belajar sholat 5 waktu (dan sampai sekarang pun dia sudah terbiasa), puasanya yang 'kalah' cuma 3 hari (mostly karena "kesalahan teknis" dan kemanjaannya kalo lagi tidak dengan kita ). Satu yang masih pe-er buatku adalah mengajarkan Iman bacaan sholat (dia sudah mulai hapal surah Al-Fatihah dan dua surah pendek... karena klo sholat berjamaah Maghrib dan Isya', daddy-nya membesarkan suara/melafadzkan... dan secara tidak langsung Iman juga ikutan hapal ) dan mengenalkan Iman huruf hijaiyyah supaya doi bisa membaca Quran... insya Allah...! Sayang sekali tidak sempat bawa buku seri Iqra' (metode cepat baca Quran) waktu hijrah ke sini bulan Juni lalu. But it's already on my list kalo insya Allah kita ada rejeki dan kesempatan 'mudik'.

Mo lihat gayanya Iman nunggu waktu Maghrib (bukapuasa)? Tidak jauh deh dengan Daddy-nya... sama-sama gameboy-freak!

However, niat untuk menamatkan Quran selama Ramadhan kali ini tidak tercapai (shame on me!) ... cuma sampe pertengahannya... padahal waktu masih di Makassar, saya yang biasanya paling cepat menamatkan setelah Ibu dan Ayah... bahkan dalam satu Ramadhan itu bisa tamat sampe 2 kali. Insya Allah... kalo diberi umur panjang Ramadhan tahun depan oleh Allah, I want to do better than this year. Besok lebaran... so, untuk semua... kami bertiga mengucapkan:

Mohon maaf lahir dan batin... semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima Allah swt... dan kita diberi kesempatan bertemu Ramadhan mulia di tahun-tahun depan... Amiiin. Seperti yang dilantunkan Bimbo... lagu ini selalu menggetarkan hatiku... oh Ramadhan... yang selalu kurindu...

"Setiap habis Ramadhan... hamba rindu lagi Ramadhan.
Saat-saat padat beribadah... tak terhingga nilai mahalnya.
Setiap habis Ramadhan... hamba cemas kalo tak sampai
umur hamba di tahun depan... berilah hamba kesempatan..."

No comments: