Friday, February 13, 2009

Zahra, Picasso kecil-ku

Asyik menggambar di antara meja kerja Ayah dan BundaMeskipun sudah mulai tertarik dengan alat tulis dan gambar, baru hari ini Zahra memperlihatkan "keahlian"nya jadi Picasso :P. Awalnya, saya kasih spidol/marker crayola (washable - terhapus bila dicuci dengan air) dan buku mewarnai Hello Kitty (yang dibelikan Ayahnya berbulan lalu). Dia asyik mewarnai, kemudian karena selama saya awasi dia tidak mencoret tempat lain selain kertas gambarnya, saya kemudian sibuk juga dengan komputer (ayahnya juga lagi kerja sambil tunggu waktu untuk berangkat sholat Jumat).

Menjelang Ayahnya berangkat, Zahra masih "well behave". Saya tinggal ke basement untuk mencuci, eh... ternyata tangan, kaki, baju, bahkan mukanya sudah penuh spidol. Saya cuma "astaghfirullaaah!!!".

Her Mommy Ina's fave pic... Zahra is a proud artist! Coba Bunda lihat tanganmu, Zah? Tangan, kaki, dan baju serta celananya juga muka penuh coretan spidol
A proud artist! kata Mommy Ina :)

Selesai saya cuci tangannya, saya pergi mengecek cucian lagi... sekembalinya... saya sampe' speechless. Zahra menunjukkan dengan bangganya ke saya dinding yang sudah penuh coretan crayon (ndak tahu dapatnya dari mana). "What did you do, Zah?" setengah teriak mata saya membelalak. Sambil duduk di rak sepatu, dia "menjelaskan" kepada saya dengan seriusnya... sambil tunjuk dan bilang: CIRCLE! blah blah blah (dengan bahasa "planet"nya). Saya sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi... langsung ambil kamera.

Zahra my little Picasso 016
Zahra lagi menjelaskan ke Bunda, apa yang digambarnya :)

Mo marah? Susah. "She is your daughter", begitu kata Ayahnya Zahra waktu saya mengeluh mencuci tangan Zahra yang penuh spidol/marker. Yeah... but I don't expect her to be like this this early!!! Saya memang pernah cerita ke David kalo hobby saya dulu sejak kecil adalah menulis di seluruh tangan dan kaki saya (bikin Ibu saya -- kodong Ibu -- sampe' speechless kayak saya sekarang ini, hehehe). Meskipun seingat saya, saya tidak pernah menulis/menggambar di dinding.

Saya mencoba menghapus dengan air... yang spidol keluar sih... tapi yang crayon agak sulit. Mesti disikat kayaknya *sigh*. Sambil membersihkan coretan ala Picasso-nya, saya bilang ke Zahra: "Oh my goodness, Zah... we are both in trouble!"

Zahra my little Picasso 021 Zahra my little Picasso 022
Saking serius dan serunya, menggambarnya dilanjut pake' manjat di atas rak sepatu. Aiiiih...

Pulang dari sholat Jumat, saya tunjukkan ke David... bukan cuma coretan di dinding, tapi juga di sofa dan pintu. Oooohhh... Zah, let's go find some place safe!!! Ayah's gonna be so marah!!! LOL.

Zahra my little Picasso 019Biar deh Nak... silakan berekspressi. Moga-moga nanti Zahra lebih suka menulis dan menggambar di kertas daripada dinding. Sulit bersihkannya, Nak... apalagi kalo rumah masih sewa, hehehe. Berharap sih boleh (Aamiin) semoga kelak saya bisa berbagi "passion" saya dalam seni kaligrafi dengan Zahra. Biar nanti tidak digangguin: Ih, kenapa anaknya Yaty malah tulisannya jelek? hahahaha. Ini si Bunda lagi besar kepala nih... Astaghfirullaah.

Nah, sekarang balik lagi mo bersihkan dinding yang ada hasil karya seninya Zahra...

7 comments:

Anonymous said...

hihihih.. si cantik Zahra udah mulai "kreatif" :p Jd inget dulu wkt uut kyk gitu mba... Aku selalu sedia WD 40 utk ngebersihin coretan crayon di dinding mba.. ampuh bnr tuh, tapi blm pernah nyoba ngebersihin di sofa pake itu sih..

Zahra, jgn bikin bunda kerepotan ya sayang... muuuacchh dari tante & kakak uut

salwa said...

salah satu ciri rumah ada anak kecilnya yaitu lihat coret2an di dindingnya!

Yaty Yasir said...

Tante Iin... WD 40 is COOOOOL!!! Udah dicoba dan AMPUH! Makasih ya Tante... *mwah*mwah* dari Zah dan Bunda

Anonymous said...

Yang dibuat Zah belum apa2 dibandingkan ulahmu saat kecil. Saya ingat sekali, tembok rumah memang bersih tidak ada coretan, tapi coba buka bantal guling, bantal kepala, seprei. Singkap rok, lengan baju dan sebagainya. Huah... penuh gambar dan tulisan beraneka warna. Pulpen merah yang ada, merah lagi. Mandi pagi hilang, besok ada lagi!!

Ina

Yaty Yasir said...

@Mommy Ina: BWAHAHAHAHA!!! Ketawa besar ka' ini eh. I know I was sooo bad (poor Ibu!). But hey, that's my passion, and I turned out OK, didn't I? hehehe. Moga-moga Zah juga nanti tertarik dengan kaligrafi... soalnya di sini anak-anak tulisannya amburadul, alasannya sekarang semua sudah pake' komputer, ngapain pake' tulisan tangan? I type with 10 fingers... tapi masih bisa juga berkaligrafi :).

Mungkin juga dulu tembok di rumah DatRib bersih tidak ada coretannya karena permukaannya tidak rata di'?! jadi susah menggambar dan menulisnya, hehehe

Anonymous said...

Ty.... Zah itu masih bagus karena dia kan baru 2 tahun. Seingatku, ko sampe sudah di TK pun masih buat ibu marah untuk yang satu itu. Setiap akan ke sekolah harus periksa dulu itu tangan dan kaki, jangan sampe penuh coretan. hehehehe... kangenku' kawe ingat itu!

wendi said...

Halo Yaty... udah lama kita lost touch. I just happened to browse your blog today and I saw this story. hahaha.. persis Adina! Coba bersihin coret2an crayon di tembok pakai Mr. Clean Magic Eraser yg dibasahi. It works like magic! ;) Tapi jangan lupa dab temboknya pake paper towel sebelum airnya kering supaya gak ada water mark. Good luck!
Wendi