Monday, November 19, 2007

Zahra Sakit dan Rindu Ibu

Dua hari yang sangat melelahkan dan bikin hati saya rasanya robek tidak karuan. Zahra sakit.

Sejak kemarin pagi, anakku tersayang muntah pada saat dia sedang minum ASI. Awalnya saya sama sekali tidak ngeh dan khawatir... soalnya dia memang biasa spit up (buncang atau gumoh) meskipun sudah beberapa bulan terakhir (sejak dia mulai makan MPASI alias solid food) frekuensi dan kuantitas spit up-nya sangat berkurang. Boleh dibilang sejak masuk 8-9 bulan dia jarang sekali spit up. Setelah mandi (well, separuh badan betul-betul basah penuh ASI yang dimuntahkan) dan mengganti baju, seperti biasanya saya mengganti popok dan menyiapkan makan pagi Zahra berupa campuran yoghurt, buah, dan rice cereal. Aneh... kali ini dia sangat tidak semangat makan. Malah menolak dengan telak (sejak bulan lalu, dia sudah pandai sekali mengekspressikan diri kalo menolak sesuatu dengan menggelengkan kepala atau memalingkan muka) dan sudah terlihat agak loyo. Sempat sih ada yang masuk... tapi tidak sampe' lima sendok kayaknya. Tidak lama kemudian, doi "ops" (pinjam istilah katanya kakak Lala untuk BAB ala bayi) lumayan banyak dan normal. Dia masih oke saja setelah itu, tapi menjelang waktunya dia nap (= tidur siang) pertama jam 10, sudah kelihatan sekali kalo ada yang tidak beres... tidak seperti biasanya lincah dan "bertualang" menjelajahi seluruh pelosok rumah :) dengan merangkak dan berdiri. Maunya bersandar saja di gendonganku, tapi tidak rewel sama sekali. Puncaknya pada saat saya kasih ASI (ini kebiasaan dia sebelum nap dan tidur malam), doi muntah sejadi-jadinya dengan spontan. Setelah itu, dia sama sekali kelihatan tidak bertenaga. Ayahnya sudah mulai curiga... dan minta saya untuk tidak memberikan ASI dan makanan apapun ke Zahra untuk sementara waktu. It could be stomach flu (mungkin kena flu perut -- ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan virus flu) katanya.

Flu perut merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang berbeda yang mengakibatkan penderita mengalami diare dan muntah. Flu perut ini sangat menular, dan merupakan penyakit kedua yang paling umum dijumpai di Amerika Serikat (setelah pilek atau cold). Penyakit ini menyebabkan jutaan kasus diare setiap tahunnya.

[Saya terjemahkan bebas dari: Infant Stomach Flu]

Untuk kasus Zahra, (alhamdulillaah) tidak ada diare... betul-betul hanya muntah saja. Tapi ini sama juga bahayanya... terutama karena bayi bisa mengalami dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh) yang fatalnya bisa berakibat kematian (na'udzubillaahi min dzaalik. Semoga ankku terlindung dari hal yang demikian. Aamiin!). Flu perut, seperti halnya penyakit yang disebabkan virus, boleh dibilang tidak ada obatnya selain menunggu waktu sampai tubuh "berhasil" melawan virus yang masuk tersebut.

Tadi pagi, kami sudah menghubungi dokter... dan diberi instruksi yang sudah kami tahu sebelumnya berdasarkan pengalaman David dan dari berbagai informasi yang saya dapatkan dari buku maupun internet (dan sudah kami praktekkan sejak kemarin):

  • tetap memberi Zahra ASI atau Pedialyte sedikit demi sedikit tapi sering. Saya sempat memberi Zahra ASI yang banyak -- soalnya anakku itu memang paling lahap minum ASI-nya, dan masih sementara menyusu dia memuntahkan lagi semua... *kodoooong*). Ini memang agak sulit dikontrol karena kalo Zah minum ASI dia tidak akan berhenti sebelum kenyang atau tertidur :(. Terakhir dia sudah tidak muntah lagi dan hanya "buncang" atau spit up seperti biasanya setelah saya kontrol dan memberikan dia ASI dalam jumlah sedikit... tentu saja dia pake' acara protes segala waktu saya hentikan memberikan ASI pada saat dia masih asyik menyusu :).
  • memantau frekuensi dan banyaknya kencing; karena tanda dari dehidrasi pada bayi yang sangat nyata adalah berkurangnya (atau tidak sama sekali) BAK dalam tempo 7 jam. Apabila ini terjadi, bayi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan cairan infus (intra-vena). Alhamdulillaah, dalam kurun waktu 24 jam Zahra sudah BAK 4 kali dan BAB 2 kali (tidak diare)... meskipun tetap ada 2 kali muntah besar (karena terlalu banyak minum ASI dalam waktu yang sangat singkat).

Alhamdulillaah... hari ini keadaan Zahra mulai membaik. Hanya saja, kalo kemarin dia sama sekali tidak rewel (barangkali karena tidak ada energi untuk rewel... kasiaaaan anakku!), sejak semalam dia rewelnya bukan main. Kami berdua sempat curiga kalo dia demam. Ternyata setelah beberapa kali kami ukur temperatur badannya masih dalam kisaran normal. Hari ini, Zahra cuma minum ASI sedikit sedikit secara berkala dan sedikit Pedialyte (yang ini kelihatannya dia tidak begitu suka) dan sudah tidak muntah lagi sejak tadi pagi, dan hampir tidak pernah bermain seperti biasanya selain "meringkuk" erat di pelukan dan gendonganku dan ayahnya. Sholat pun dia saya gendong. Sekarang tinggal tumpukan handuk, selimut, kain seprei dan sarung serta baju-bajuku dan pakaian Zahra yang bekas muntahan menggunung menunggu untuk dicuci (hhmmm mesti pake' air panas nih... soalnya stomach flu ini sangat menular...). Blum rasanya habis capek habis membersihkan rumah sepulang dari pulkam kemarin (tunggu ceritanya... blum sempat saya posting karena panjaaaaang ceritanya!), rumah balik centang perenang lagi. Masih pula ditambah rantasa'nya karena ada perbaikan toilet kamar mandi yang sejak seminggu belakangan ini bocor, serta langit-langit di ruang keluarga/tv yang terkelupas karena ada tirisan dari atap yang diperbaiki dan dicat oleh beberapa tukang yang dikirim landlord kami. Agh...

Tadi sambil menidurkan Zahra, ndak tahu kenapa tiba-tiba saja saya ingin menyanyikan lagu Bugis Saralao.

DéndangE déndang
Tuppua bulu ku terri
E.. kugiling alla massailé
SaralaoE
Déndang.. eee kugiling massailé
Mappalikaropalé

DéndangE déndang
Mabela lipu' ri le'ja'
E... silasa alla tenri dapi
SaralaoE
Déndang... eee silasa tenri dapi
Nalabuni Essoé

Jatuh satu-satu airmataku... karena ingat Ibuku di Makassar. Ah, sekarang sudah jadi Ibunda pun, tetap saja di saat-saat sulit seperti ini all I want is my Ibu... Beliau paling tahu cara untuk membuat saya kuat. Ah, Ibu... Yaty rindu sekali sama Ibu... :,(

Zahraku sayang... Cepatko sembuh, Nak sayang nah... Bunda dan Ayah selalu berdoa untukmu, putri kami yang sholihah...

Thursday, November 15, 2007

Urusan GC: selesai!

Lima hari lalu, David dapat kabar dari USCIS online lewat email tentang status aplikasi permohonan perpanjangan greencard-ku:

Receipt Number: EACxxxxxxxxxx
Application Type: CRI89 , PETITION TO REMOVE
CONDITIONS OF PERMANENT RESIDENT STATUS RECEIVED

Current Status: Card production ordered.

On November 12, 2007, we ordered production of your new card. Please allow 30 days for your card to be mailed to you. If we need something from you we will contact you. If you move before you receive the card, call customer service. You can also receive automatic e-mail updates as we process your case.

Just follow the link below to register.If you have questions or concerns about your application or the case status results listed above, or if you have not received a decision from USCIS within the current processing time listed*, please contact USCIS Customer Service at (800) 375-5283.

Does that mean they're sending my new (green) card? tanyaku dengan penuh curiga. Soalnya, dari pengalaman beberapa teman yang saya tahu mereka melalui interview/wawancara sebelum permohonan aplikasi mereka diterima. "I guess... we'll see", balas David. Saya mengucap "alhamdulillaah"... tapi tidak menggantungkan harapan terlalu tinggi.

Dua hari lalu (November 15), datang lagi pemberitahuan melalui pos dari Department of Homeland Security - USCIS:

Congratulations! Your request for the removal of the conditional basis of your permanent resident status has been approved. You are deemed to be a Lawful Permanent Resident of the United States as of the date of your original admission of adjustment of status. You should received a new Permanent Resident Card, Form I-551 (green card), within 60 days....

Wooohoooo!!!! Alhamdulillaah!!! Baru deh I did my "happy dance" (ini gaya "silly"ku berjoget kalo lagi gembira, hehehehe).

Dan hari ini, kartu baruku tiba... berlaku sampe' tanggal 12 November 2017!!! Alhamdulillaah... artinya kami terbebas dari urusan status keimigrasianku hingga 10 tahun mendatang. Melihat pengalaman beberapa temans, rasanya pengalamanku ngurus GC sejak dari awal selalu dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah. Dari mulai mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan di bulan Mei kemarin (Catatan: GC pertama-ku habis masa berlakunya tanggal 5 Juni lalu... dan telah diperpanjang hingga Juni 2008. Saya sama sekali tidak punya masalah sewaktu pulkam kemarin dengan kartu yang resminya sudah expired... meskipun untuk jaga-jaga, saya dan David sudah menyiapkan surat pernyataan dari USCIS yang menyatakan kalo GC 2-ku dalam proses dan saya boleh bepergian ke dalam/luar US dalam jangka setahun dari masa habis berlakunya tersebut), praktis hanya "makan" waktu kurang dari 6 bulan hingga GC-2 saya terima hari ini. So, ini menangkis praduga banyak orang kalo muslim/muslimah (pendatang) disini mendapatkan perlakuan yang tidak adil atau dipersulit oleh pemerintah US. Buktinya? Kartu GC-ku lengkap mengenakan jilbab... dan tidak pernah sekalipun mereka mempertanyakan (menyinggung sedikitpun tidak) masalah agama/keyakinan saya dalam proses imigrasi yang saya jalani. Negeri ini negeri beradab ... dan saya bisa dengan mudah mencintai negeri ini :). Lagipula, saya sudah merasa bahwa negara ini adalah negara keduaku setelah tanah air tercinta. Lain cerita kalo bicara mengenai (kebijakan) pemerintahannya, hehehe. Setiap orang punya hak dan kebebasan untuk suka atau tidak suka. Bukankah begitu? *wink*.

Jadi, kapan Yaty mo mengajukan aplikasi untuk jadi warganegara Amerika? tanya seseorang ke David. Ditanggapi dengan senyum, suamiku menjawab: Hmmm... never? *senyum simpul*. Well, saya cukup berbahagia dengan status permanent resident disini... yang tidak bisa saya punya yang dimiliki oleh warganegara US adalah hak untuk memilih. Dan lagi, satu-satunya alasan saya (ada) dibumi Amerika ini adalah untuk bersama-sama dengan suami dan anak-anakku yang mencintai dan saya cintai dengan tulus dan sepenuh hati. Selain dari itu? I don't think so.... Peace... .