Friday, May 16, 2008

Update: Setelah Tiga Minggu...

3 minggu berlalu sejak musibah kebakaran di rumah kami. Berikut update-nya:

  • Dapur sudah dicat, lemari (kabinet) dapur sudah dibersihkan dan "dipulihkan". Bagian yang "gosong" terutama tempat untuk kompor dan hood di atasnya yang "binasa" karena kebakaran kemarin sudah siap untuk digantikan dengan yang baru, tapi...

    Fixing up Getting there

  • Belum ada kompor baru pengganti yang "meleleh" kemarin *sigh*; meskipun saya dan David sudah kembali ke kegiatan masak memasak. Well, capek dan bosaaaaaaaaaaan makan junkfood (rasanya sudah eneq). Makan di restoran emang enak... tapi bisa bangkrut kalo setiap hari dan setiap saat makan di luar...

    Untuk pertamakalinya (tanggal 6 Mei) setelah 10 hari, saya masak lagi setelah kebakaran kemarin. Saya bikin nasi kuning, sate ayam Makassar, dengan bumbu kecap (pake' bawang merah, jeruk nipis, dan banyak cabe rawit! Nynyammannaaa tanta!), dan ketimun segar. Alhamdulillaah... rasanya nikmaaaaaaaat bisa makan masakan sendiri. Semuanya "jadi" tanpa perlu kompor. Masak nasi kuning di rice cooker dan bakar satenya di alat panggang gas (grill). Sayangnya, tidak ada krupuk (hahahaha!) - ndak kapok makan krupuk biarpun sudah jadi asal muasal musibah lalu. David rupanya rindu makan krupuk ;). Ndak sempat waktu itu cari electric deep fryer yang waktu pindah kemarin lupa di taro' di mana. Somewhere in the basement. Tapi sekarang sudah ketemu... jadi goreng krupuknya siiiip! Cuma satu yang sampe' saat ini ndak bisa dimasak/goreng tanpa kompor: telur matasapi kesukaanku! Dan tentu saja bikin nasi goreng jahe kegemaran David. Hidup tanpa kompor memang tidak enak di'? Mo bikin api unggun di halaman??? bisa ujung-ujungnya mendekam di penjara kantor polisi, hehehehe.

Bakar sate di halaman belakang First time cooking at home again after the fire: Nasi kuning, sate ayam Makassar dengan bumbu kecap pedas, dan timun

    Sejak itu, saya dan David jadi kreatif masak tanpa kompor... meskipun rada manre ongkoso' alias berat diongkos karena harus beli beberapa "alat" baru, seperti ketel listrik dan crockpot alias slow cooker (murah meriah... lagi "sale" pula!). Rencana akhir pekan ini mo masak rendang nyoba pake' crockpot baru itu :). Saya kok ya malah habis kebakaran kemarin itu makin excited di dapur??? hee hee. Ndak kapok... malah jadi makin giat masak ;). Ato karena lagi bangkrut karena bulan kemarin dan bulan ini kebanyakan makan di luar ya? hehehehe...

  • Abu hitam yang memenuhi seluruh rumah, terutama dinding dan langit-langit ruang tamu dan ruang makan (dapur sudah dicat dan bebas abu hitam ini), sudah dibersihkan hari Rabu minggu lalu (7 Mei) oleh 4 orang dari Maid Brigade. Rasanya jadi terbantu sekali dengan jasa service MB ini. Mereka (semua perempuan) borongan membersihkan rumah dari sudut ke sudut. Karpet di lantai atas jadi fluffy (empuk) dan tidak ada bersisa debu hitam lagi.

We're waiting in the front yard while the MaidBrigade cleaning our house Leave my computer alone, Zah!
Kami bertiga menunggu di luar (David sambil kerja juga) sementara rumah dibersihkan sama "Pasukan Pembersih Rumah" Maid Brigade :).

  • Alhamdulillaah juga hari Minggu lalu, handyman-nya yang punya rumah datang untuk mengecat ruang makan dan ruang tamu. Hari Senin (12 Mei), saya dan David mulai membereskan dan menata kembali ruang makan dan membersihkan ruang tamu (yang sekarang kosong lagi kayak sebelum kebakaran, hehehe). Tinggal giliran saya mesti memindahkan semua barang dan bumbu serta bahan masakan yang masih ada di kardus ke lemari kabinet di dapur. Jadi tinggal tunggu kompor dan "hood"nya yang akan di-install some time next week. Alhamdulillaah, hari ini setelah sepakat dengan yang punya rumah, kami sudah memesan kompor listrik baru dari Lowe's. Yay!!!

  • Karena suasana rumah yang sudah mulai "kembali" seperti sediakala sebelum kejadian kebakaran tersebut, Zahra jadi tidak ketakutan lagi. Sigh. Iya... beberapa hari setelah kejadian, baru saya sadari kalo ternyata Zahra jadi gampang sekali freak out kalo ada orang asing/baru yang nongol di pintu rumah, dengar suara berdengung atau beeping yang tidak jelas, dan... kalo lihat API! Kalo ada orang mengetuk/menekan bel pintu depan, dia langsung lompat dan minta digendong dan memeluk saya erat-erat. Begitu juga kalo ada suara gaduh, bunyi sirene, dan langkah orang yang tidak jelas... Zahra langsung lari memeluk saya. Duduk di kursi makan (high chair)nya pun tidak betah, maunya saya pangku dan gendong kalo makan. Dan kasihannya lagi anakku, waktu lihat Ayahnya bakar sate di halaman belakang (gambar di atas), Zahra langsung teriak dan minta Ayahnya memadamkan api di grill (alat panggang gas) tersebut! Sedikit demi sedikit, saya dan Ayahnya menenangkan dan menjelaskan ke Zahra... alhamdulillaah (she's a smart kid!) dia sepertinya mengerti. Dan sekarang setelah lebih 2 minggu, dia balik lagi seperti semula... no more freaking out and she's not afraid of fire (flame) anymore! Waktu kunjungan ke dokternya hari Selasa (13 Mei) lalu, kami sempat menjelaskan "trauma" yang dialami Zahra. Dokter Burns bilang biasanya anak-anak seusia Zahra cepat pulih dari kondisi seperti itu... she'll get over it very soon... asalkan kami menjelaskan dengan hati-hati dan perlahan serta mengikuti semua perkembangannya dengan seksama. Alhamdulillaah, betul juga... sekarang dia sudah tidak ketakutan lagi and being her happy-self again...

  • 15 mo routine checkup 005 Happy
    Gambar kiri: lagi nunggu perawat untuk vaksinasi di Klinik Children First waktu rutin check-up 15 bulan. Gambar kanan: Sudah lupa kalo sudah disuntik dua kali... berlarian gembira di salah satu pusat perbelanjaan dekat klinik.

  • Tangan Ayahnya Zahra yang kemarin kena luka bakar, sudah mengering dan tidak diperban lagi. Setelah dua kali ke dokter, disuntik Tetanus, dan mengunjungi dokter orthopedist, alhamdulillaah luka bakarnya sudah sembuh.
    "Next time, when you're upset with me, don't burn down the house please, Baby!" itu katanya sambil bercanda ke saya... hee hee... Patoa-toai ko, Daeng! Bikin saya makin merasa bersalah saja dikau...

    Zah and Ayah in the NP Clinic Healing
    Gambar kiri: kunjungan ke dua ke klinik di Rockville (dan dapat suntikan tetanus). Gambar kanan: it's healing! sempat saya ambil gambarnya sebelum ditutup perban.

*****

Tiga minggu sudah. Alhamdulillaah, perlahan semua kembali seperti semula. Tadi sepulang David dari sholat Jumat, kami bertiga ke Alexandria menjemput Kak Iman dari sekolahnya, dan sempat singgah makan siang di Satay Sarinah (saya makan bakso dan David makan nasi goreng Jawa). It's been ages since last time we ate there... kalo ndak salah sudah 1.5 tahun lalu waktu kami pindah ke Rockville (we used to live just 2-3 blocks from Satay Sarinah when we're in Foxwood Apartment in Alexandria). Manajemen dan pemiliknya pun sudah berganti... dan sekarang sudah ada sertifikasi "halal"nya (yaaay!!!).

Bighug Climbing up
Zahra lagi main dengan Ayah sebelum Ayah berangkat sholat Jumat. Zah tidur siang dulu sebelum kami ke Alexandria menjemput Kak Iman dari sekolah. Gambar kiri: tangan Ayahnya Zahra yang luka terbakar sudah mulai sembuh, alhamdulillaah...

Ah, dua minggu tidak ketemu Iman (akhir pekan lalu, dia habiskan dengan Mamanya), rasanya rinduuuu sekali!!! Tadi waktu jemput Iman di sekolah, mata Zahra berbinar-binar begitu lihat kakaknya. Mereka berdua berpelukan eraaaaaaaaaaat sekali. It's so great to see the bond between them! Malah waktu kami singgah untuk beli kopi di Starbucks, Zahra tidak mo lepas dari pelukan/gendongan kakaknya (mo saya ambil pun dia ogah, hehehehe). Aaawww... tetap saling sayang kalian berdua, ya anak-anakku... sampai kapan pun... insya Allah!

Sunday, May 11, 2008

Happy Mother's Day

Pagi tadi setelah sholat subuh, saya sempatkan menge-check email... dan mendapatkan dua kartu elektronik dari Bluemountain.com dari suamiku, kartu cantik penuh mawar...

dan dari anakku Zahra (ini tentu saja Ayah yang kirim on behalf of her). Airmataku jatuh berlinang... kartu tersebut sangat menyentuhku...

Respect, Compassion, Honor, Gratitude.
These are some of the virtues you have taught me. And today I give them back to
you. May love surround you always. Happy Mother's Day.


Well,
Insha Allah you will teach "me" these things, Bunda...

Kalimat terakhir yang merupakan pesan (pengirim) atas nama anakku itulah yang bikin saya sangat terharu, karena malam sebelumnya pada saat selesai sholat Isya saya sempat menangis karena ingat dan rindu Ibuku di Makassar. Dan sambil menciumi Zahra waktu itu, (suamiku mendengar) saya bilang ke Zahra: "Semoga kelak Nak, ko juga merasakan betapa berharga dan bahagianya ko punya Bunda seperti halnya Bunda yang merasa sangat beruntung punya IBU seperti Nenekmu".

Insya Allah, anakku... Terima kasih, Sayangku...

*****

Teristimewa buat IBU ku terkasih di kota Makassar, for MOM in Sunnyvale, Kak Ina, Kak Ida, dan semua perempuan mulia bergelar Ibunda, Bunda, Ibu, Mama, Mother, Mommy, Mami, Indo' (Bugis)... dst...

Mother'sDay2008

Semoga Allah swt selalu memberikan petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita untuk bisa mengarahkan dan mendidik anak-anak kita menjadi insan yang mulia pekerti dan cerdas akalnya yang berguna bagi orang banyak dan lingkungannya, serta menjadi hamba yang selalu sujud dan bersyukur kepada-Nya... Aamiin!!!

*****

"Ndaaaaaaaa... Ndaaaaaaaaaaa....", suara teriakan kencang anakku memanggilku (dia sudah mulai fasih berbicara) rasanya seperti nyanyian surgawi di telingaku. "Bunda di sini, Nak!". Dengan penuh sayang saya menggendongnya dan segera menghujani ciuman ke wajah anakku yang dibalasnya dengan ciuman (basah, hee hee) ke pipiku berulang ulang. "Bunda cinta sekali sama Zahra..."...

*****

Catatan: Kartu di atas saya buat dari gambar yang saya ambil (cangkir kopiku dan mawar merah, serta gambar saya dengan Zahra yang dipotret oleh Ayahnya Zahra) sewaktu makan pagi di Panera Bread yang kebetulan membagikan setangkai mawar merah kepada para Ibu, pengunjung hari itu tanggal 10 Mei 2008 (sehari sebelum Mother's Day).

Sunday, May 04, 2008

Allaahu Akbar!

Begitu kata-kata mulia ini meluncur dari mulut mungil anak perempuanku yang besok genap berusia 15 bulan dengan jelas dan fasih (kedengarannya seperti: Alla-hu ab-bar; "r"nya Zahra sejak dulu sudah berdengung meski agak halus seperti kalo orang bule bilang "R" dan tidak cadel). Dia mengucapkan itu sambil mengangkat kedua tangannya seolah sedang ber-"takbirat-ul-ihraam".

Saya, Ayahnya, dan ibunya Kak Iman (yang berada di rumah untuk menjemput Iman yang menghabiskan akhir pekan di rumah Bethesda) yang sedang ngobrol tersentak. Kami bertiga mendengar dengan jelas... and got amazed! Terkesima... lalu heboh lah kami sambil saling membenarkan kalo Zahra baru saja menyebut 5 suku kata secara jelas dan teratur di usia 15 bulan!

Usia 13 bulan, Zahra sudah ikutan sujud kalo lihat ada sajadah terbentang
Usia 13 bulan, Zahra sudah mulai ikutan "sujud" kalo kami lagi sholat... atau kalo lihat ada sajadah terbentang kayak foto di atas

Sebelumnya saya dan Ayah Zahra memang mo pamerkan ke Tante-nya kalo Zahra yang sudah pandai ikut-ikutan sujud kalo lihat kami sholat atau kalo lihat ada sajadah terbentang di depannya, dan atau kami bilang "Allaahu Akbar". Tapi tambah mo dipamer, malah dia tidak mau (hehehe) padahal ayahnya sudah pasang sajadah di ruang tengah yang masih centang perenang. Jadi kami balik ngobrol lagi sambil tunggu Iman yang lagi sholat Maghrib sebelum dia balik ke Alexandria (besoknya dia sekolah). Dan pada saat tidak disuruh, dia malah bilang "Allaahu Akbar" itu.

Belum juga Ayah mulai sholat, Zahra sudah sujud duluan :D Nah, gitu dong Nak... takbiratul ihram dulu Ayah mo ruku', Zahra sudah berdiri lagi... yang tertib dong, Zah!
Foto ini saya ambil pada tanggal 1 April lalu sebelum kejadian kebakaran di rumah. Ruang tengah/tamu "cuma" ada karpet yang selalu kami pake' sholat jamaah. Tidak pernah disuruh, tapi kalo lihat kami (saya dan atau Ayahnya) siap-siap mo sholat, Zahra langsung "siap". Pelan-pelan mo saya ajarin pake' mukena... insya Allah!

Ah, anakku! Semoga jadi anak sholehah... kelak jangan pernah lupakan dan tinggalkan sholat ya Nak! Ya Allah... jadikan anakku hamba-Mu yang selalu sujud membesarkan nama-Mu... Aamiin!