Wednesday, January 31, 2007

Cerita di hari terakhir bulan Januari

Sepuluh hari tidak menulis disini rasanya rindu juga untuk "bercerita". Sebenarnya tidak banyak yang terjadi di sepuluh hari terakhir di bulan Januari ini. It's been such a lazy, laid-back days... mostly because of the waiting game that we've been "playing" (thanks to my nuur al-aynii in my tummy!). Juga sepuluh hari terakhir ini suhu udara dari hari ke hari jadi semakin 'drop' saja... sampe' David suka bercanda bilang kalo mungkin anak kami menunggu sampe' salju turun seharian baru mo keluar (lahir), hehehe (and of course, I replied saying that it's not really funny to say such thing. It's not fun to drive in a snow, especially when you're about to deliver your baby!). So, sepuluh hari terakhir betul-betul all about waiting the time to come... the time when our bundle of cinta decides to come to meet us (dengan ijin Allah, for sure). Kegiatanku betul-betul cuma seputar rumah... mulai dari beres-beres, mencuci pakaian dan perlengkapan bayi, sampe' menyeterika rasanya tidak ada habisnya. Bahkan rasanya satu pakaian pun rasanya mo langsung saya cuci segera karena tidak tahan lihat ada pakaian di keranjang pakaian kotor. Hhhhmmm... talking about nesting instinct...

Hadiah dari Tante Ellin untuk baby Z. Makasih Tante Ellin!Oh iya, hari Rabu minggu lalu Ellin berkunjung ke rumah. It was such a fun and great time we had... meskipun kami menghabiskan waktu cuma di rumah saja. Tentu saja pake' acara makan-makan, sayang kami tidak sempat berfoto-ria (mana ingat foto-foto kalo sudah asyik makan dan cerita? hee hee). Sebenarnya Kak Vero dan Dewi juga mo datang... tapi bisanya cuma untuk dinner (petang hari) instead of lunch... sedangkan Ellin bisanya cuma siang hari. Ya udah, lain kali ya Kak Vero dan Dewi? We missed you, though! Ellin juga bawa oleh-oleh buat baby Z. Soooo cuuuutee!!! Makasih banyak ya tante Ellin (ini titipan terimakasih dari baby Z lho, Tante Ellin! hehehe). Kapan-kapan datang ke DC area, datang ke Rockville lagi tengok Z ya Tante Ellin...

Trus, tadi siang waktu lagi nonton tv (sambil browsing internet) David yang lagi nge-cek surat yang diantar Pak Pos berseru dari ruang depan:

"Baby, you've got a package!".

Huh??! "I don't expect any package", kataku. "From whom?"

"From IBUNYAKU", sahutnya. Whaaaa????!!!

Gifts from California... thanks Mom and Dad!Saya terdiam sejenak dan berlari ke beranda depan. Ooohhh... paket dari California ternyata! IBUNYAKU? Oooohhh... maksudmu: IBUKU, kataku sambil (tidak bisa) menahan tawa . Waaah, ternyata tawaku bikin doi tersimbung (baca: tersinggung).

"I'm gonna stop trying to speak Bahasa Indonesia if you keep making fun of me!", katanya dengan nada "mengancam" (hee hee... manjanya keluar deh).

Walaaaaah... si Daeng merajuk. Hehehe... ndak ji Daeng sayangku cintaku (ini pake' acara membujuk dengan big hugs -- sambil tetap menahan senyum)... namanya juga bercanda. Kemudian lanjut sambil membuka paket tersebut saya menjelaskan perbedaan pemakaian kata ganti kepunyaan "NYA" dan "KU". "The package is from IBUKU", ulangnya. Great!!! Keep trying ya, Honey... lain kali ndak ketawa ma' nah ...

Seperti yang pernah saya cerita, sejak saya sering mengajak ngobrol anak kami yang masih betah mallekku (Bugis = snuggling) di dalam perut Bunda dengan bahasa Indonesia, baik David maupun Iman jadi mulai (agak-agak) mengerti dan mencoba untuk menggunakan bahasa Indonesia di rumah. Yaaah, paling tidak kalo saya ngomong mereka bisa menangkap maksudnya.

Tidak terasa, bulan pertama di tahun 2007 berakhir sudah hari ini. Baby Z ternyata masih juga betah di perut Bunda. Mo ulang tahun di bulan yang sama dengan kakakmu, Kak Iman ya, Nak?

Sunday, January 21, 2007

Akhirnya...

First snow of 2007... Our home sweet home... winter "datang" juga! Oh well, winter 'resmi'nya sih sudah berlangsung sekitar dua bulan, tapi yang namanya 'trademark'nya musim dingin yaitu salju alias snow tidak menampakkan batang hidungnya (hee hee... emang salju punya hidung?) di kawasan tempat kami tinggal sampai siang tadi waktu saya dan David keluar rumah untuk menjemput Iman dari madrasah (sekolah Islam)nya di Tilden. Memang sudah beberapa hari terakhir ini, suhu udara turun drastis hingga di bawah 0 (derajat Celcius). Padahal minggu lalu malah cuaca sudah seperti akhir musim semi (spring) saja saking hangatnya, sementara di pantai barat yang jarang sekali sampe' kena badai salju selama musim dingin ini malah sudah kena beberapa kali! Saya sampe' berpikir... maybe we wouldn't get any snow this year! But nope... snow finally's here!

First snow... Anderson Ave.Awalnya saya pikir cuma flurries saja... tapi lama-lama kok ya berlanjut sampe' kami tiba di rumah menjelang Maghrib . Malah jalanan depan rumah saljunya sudah mulai bertumpuk dan sampe' malam salju masih terus turun meski tidak selebat tadi sore. Tadi dari makan siang di Fallsgrove dalam perjalanan pulang, mobil sempat "bergeser" (dan bikin saya freaked out karena rasanya ingatan akan kecelakaan akhir tahun 1999 di tengah badai salju dalam perjalanan Toronto-Montreal di highway 401) tapi David menenangkan dan bilang kalo mobil kami dilengkapi dengan sistem brake (rem) otomatis, jadi mobil tidak akan berputar seperti kecelakaan yang saya alami dulu itu (*hiks* kalo ingat masih gemetaran bo'!). Akibatnya, kami memutuskan untuk "menawan" Iman di Rockville dan tidak memulangkannya ke rumah ibunya di Alexandria karena kondisi jalanan (highway) yang tidak bersahabat. Lagipula, ada kemungkinan besar sekolahnya akan tutup/libur besok karena ini.

A view from our windowGambar di samping adalah pemandangan dari jendela kamarku di lantai atas. Dan pada saat saya menulis ini, rumput di depan rumah sudah tidak kelihatan lagi karena tertutup salju, begitu juga halaman belakang. Tapi menurut Weather.com, kondisi ini tidak akan bertahan lama... malah dalam seminggu mendatang diprediksi udara akan menghangat kembali. Well, as they say... enjoy it while it lasts *wink*.

Salju merupakan fenomena alam yang tidak kita jumpai di kampung halaman, Indonesia (kecuali di daerah kawasan Puncak Jaya, Papua). Melihat lembaran salju turun satu-satu dengan anggunnya dari langit, rasanya ada rasa damai yang menyejukkan hati. Don't ask me why... tapi rasa itu selalu ada, sama seperti bila menikmati hujan yang membasahi bumi di tengah panjangnya kemarau waktu masih di tanah air. Memang, kebanyakan badai salju bikin pusing kepala... kebanyakan hujan jadi banjir... semua yang "kebanyakan" bisa bikin teler :D.

Tapi tidak pernah ada yang namanya kebanyakan untuk mengucapkan syukur pada apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Bukankah begitu? :)

Saturday, January 20, 2007

New Year's Resolution

Mine? Hanya satu: jadi hamba yang lebih baik di hadapan Allah swt, insya Allah... Amiiiiiiiiin!!! (tricky, eh? Soalnya kalo jadi hamba-Nya yang baik pasti yang lain-lainnya juga ikutan baek 'kan? )

"Selamat Tahun Baru"
1 Muharram 1428 Hijriyyah


Semoga hikmah hijrah Rasulullaah SAW jadi cermin bagi kita untuk bisa lebih baik dari tahun-tahun yang lalu, insya Allah...

Thursday, January 18, 2007

100th post

Happy Milad my dearest DavidThe hundredth post on My Simple Life... is to say:

Happy 39th Milad (according to Islamic lunar calendar) to my beloved husband... Today, 28 Dzulhijjah 1427 Hijriyyah.

Thank you for keep reminding me to say "Alhamdulillaah" and keep the faith, even in the hardest and difficult time... Thank you for everything...

Alhamdulillaah... I'm sooo blessed to have you... you're definitely THE BEST-HALF of mine!

Wednesday, January 17, 2007

New Blogger

Check out the new Blogger!

We're out of beta and ready to go.
There's new stuff like labels, drag-and-drop template editing, and privacy controls. Take a tour

We're already moving some lucky people, but you can cut the line and switch now. New accounts get the new Blogger, of course.

[Blogger: Create your Blog Now -- FREE]

Setelah beberapa waktu lalu mencoba untuk memindahkan account-ku untuk sign in di blogger ke yang baru dengan menggunakan google account dan tidak pernah berhasil -- katanya sih karena blog-ku terlalu "besar" atau apa lah alasan google waktu itu -- akhirnya sejak beberapa hari lalu dua blogs-ku berhasil saya "switched" dengan menggunakan new blogger...

Yang baru ini jauh lebih mudah dan cepat... and I really like it! Sayangnya, saya blum (atau tidak) punya waktu untuk mengutak-atik layout/template-nya seperti yang fitur yang ditawarkan blogger baru tersebut. Biarlah pake' yang sudah ada dan disediakan oleh blogger/blogspot... so far saya cukup puas dengan itu . Lagipula, tujuan punya dan menulis blogs adalah untuk berbagi cerita (sesuai dengan deskripsi toh?) terutama dengan orang-orang tercinta, sahabat dan kerabat yang jauh di tanah air tentang keadaanku di sini. Dan kayaknya, tujuan itu sudah terpenuhi meski kadang kalo timbul rasa malas ya bisa ndak di-update sampe' berhari-hari bahkan berminggu-minggu (sampe' perlu "fill in the blanks" karena kurang lebih 3 bulan tidak nulis blog :) ).

Pertama kali punya blog, saya "numpang" di website milik myDavid di geekprime sejak Juni 2004... judulnya SKY - Yaty's Place. Karena satu dan lain hal, saya kemudian pindah menggunakan fasilitas blog yang ada di My simple life di Friendster, sambil tetap sekali-sekali nulis yang di geekprime. Tapi karena friendster membatasi fasilitas memberikan komentar terhadap blog kepada yang bukan anggota friendster (sampe' kakakku, Kak Ina, bela-belain daftar friendster supaya bisa kasih komen padahal doi bukan tipe yang suka join kayak friendster itu, hee hee), dan juga karena iklannya yang menurutku sangat-sangat mengganggu (annoying!), saya akhirnya "menyerah" dan memindahkan setiap postinganku (yup!!! one by one!) dari friendster ke blogspot. Account-ku di blogspot/blogger ini pun sudah lama... sejak Juli 2004, tapi menulisnya secara aktif ya setelah saya "pindah" dari blog yang di friendster itu.

Kayaknya, blog pertamaku SKY - Yaty's Place juga bakal "pensiun" alias "cheriooo" segera -- karena satu dan lain hal (lagi). Ya... cukuplah yang INI dan Catatan Harian Ibunda jadi tempatku bercerita dan sarana untuk tetap keep in touch dengan orang-orang tercintaku di Makassar, teman dan kerabat serta sahabat di manapun berada. Lagi pula, dengan bertambahnya kesibukan dan pola sehari-hari yang bakal berubah dengan tambahan baru dalam keluarga kecil kami, insya Allah, tentunya dua blogs ini pun sudah akan membutuhkan more effort untuk bisa di-update sesering sekarang. But I'll do my best... . Wish me luck!

Monday, January 15, 2007

Cerita akhir pekan

Akhir pekan kali ini boleh dibilang kami cukup sibuk, kayaknya pekerjaan tidak ada habis-habisnya. Mulai dari hari Jumat kami ke Alexandria menjemput Iman pulang sekolah, trus langsung ke tempat praktek dokter Fauzia di Falls Church -- yang akhirnya harus kami jadwal ulang ke hari Sabtu besoknya -- perjalanan bolak-balik sampe' kembali ke rumah "makan" waktu sampe' lebih 3 jam karena macet! Maklum saja... ini bakal jadi long weekend karena hari Senin (15 Januari) adalah Martin Luther King Jr. Day, hari libur federal.

Sabtu pagi, saya habiskan dengan menyelesaikan seterikaan yang tidak begitu banyak. Ndak tahu kenapa... sekarang jadi "heboh" urusan bersih-bersih dan cuci-cuci, hehehe. Ini mi mungkin di' yang namanya nesting instinct? Kalo David sudah poté-poté (= ngomel) baru saya berhenti.

Eh, ada kejadian lucu di balik menyeterika kemarin itu. Mo tahu? ada satu kebiasaan suamiku yang sering bikin saya frustrasi dan kesal: klo ada baju yang dia suka, akan dipake' trus sampe' bodo' . Sekarang ada dua baju yang jadi favoritnya. Tidak peduli itu baju baru habis saya cuci dan seterika, langsung deh dipake'... padahal bajunya di closet/lemari pakaian bejibun. Dalam seminggu, dua baju itu pasti dipake', malah kadang lebih dari sekali... kayak ndak ada baju yang lain saja, kata saya kalo lagi kesal. "Fabiayyi aalaa" kata orang rumah di Makassar kalo pake' sesuatu berulang-ulang, hee hee.

Nah, Sabtu pagi itu saya cuci dan seterika salah satu baju kesayangannya (yang warna hijau... boleh diterka... soalnya foto-foto yang saya posting di sini maupun yang di flickr belakangan ini pasti doi pake' baju itu), trus muncul deh di pikiranku: klo dia lihat, pasti deh ini baju yang baru saja dicuci dan diseterika dia pake' lagi. I won't let that happen. Makanya, baju itu kemudian tidak saya gantung di deretan bajunya, melainkan saya sisipkan di bagian gantungan bajuku. A bit tricky, eh? hee hee. Habis itu, saya ke komputer nge-cek email. Tiba-tiba, David yang baru saja habis mandi dan pakaian turun tangga dan setengah berteriak bilang: "You're trying to hide it from me, eh?". Awalnya saya bingung apa yang dia maksudkan. Pas lihat dia jalan menuju ke saya... dengan baju hijau kesayangannya dengan senyum penuh kemenangan, instead of being kesal, I laughed sooo loud... ketawa besar ka' . I should know that he's gonna find it! Dasar 'mang tong deh!

Belakangan dia ngaku kalo sebenarnya dia tidak berniat pake' baju itu, tapi karena secara tidak sengaja lihat bajunya tergantung di deretan pakaianku, dia malah jadi mo pake' karena tahu saya pasti sengaja "menyamarkan" baju kesayangannya itu karena tidak cuma sekali saya mengeluh (baca: ngomel) tentang kebiasaannya "fabiayyi aalaa" itu. Heh. Iyo... menang ko kali ini, Daeng!

Sabtu siang itu kami balik lagi ke dokter. Meski agak mendung, tapi suhu udara serasa musim semi saja... kami tidak pake' jaket sama sekali! dan kali ini perjalanan kami mulus dan hanya kurang lebih 30 menit sampe' di Falls Church. Alhamdulillaah, everything's great... "it's gonna be any day now", kata dokter. Dengan kata lain, kami lagi "menghitung hari"... bisa besok, bisa pula sampe' seminggu dua minggu lagi... sampe' due date-nya tanggal 8 Februari nanti, insya Allah... untuk menimang Junior buah hati cinta kasih kami. Untuk lengkapnya tentang ini, silakan di lanjut di: Catatan Harian Ibunda: 36 minggu. Nintendo DS game freaks Sisa dari malam minggu, kami bertiga habiskan dengan bermalas-malasan di rumah... main game Nintendo DS sambil saya bolak balik ke basement untuk laundry beberapa item buat Junior yang kami beli dari Babies"R"Us tadi.

Hari Minggu, kami betah di tempat tidur sampe' siang, hee hee... dasar kuttu (Bugis = malas)! Hujan rintik-rintik tapi tetap rada hangat (sementara di pantai barat Amerika malah lagi heboh-hebohnya salju!). Setelah mandi dan sarapan kami jokka (Bugis = jalan) lagi. Kali ini ke CompUSA beli DVD dan VCD kosong karena persediaan di rumah (untuk kerjanya David sih) habis. Trus ke salah satu shopping center mo cari flag pole (tiang bendera... untuk dipasang di beranda depan), tapi ndak ketemu... akhirnya malah beli beberapa barang bayi lagi! hahahaha! Klo saya masih bisa "tahan" untuk tidak crazy main comot sana sini klo sampe' di bagian bayi (di shopping center), tapi si Ayah tuh ndak ku-ku!!! Dia juga yang heboh dengan urusan nursery (ruang bayi) yang kami siapkan di lantai atas (meskipun bassinet -- tempat tidur bayi -- tetap akan saya letakkan pas di samping tempat tidur kami). Bukan cuma itu, car seat bayi dengan stroller-nya sudah doi pasang di mobil sejak minggu lalu (hee hee... waktu itu kami berdua rada "panik" dengan munculnya tanda-tanda prelabor). Biar nanti kalo tiba waktunya, kita bisa santai dan tidak panik lagi, kata David. Iyé ji Daeng... setuju!

Hari Senin... libur federal MLK Day, makanya Iman masih dengan kami. Tapi pagi-pagi sudah bikin saya séno (Makassar = jengkel; grumpy). Makan sesuatu selalu disisa separuhnya... trus langsung masuk ke tempat sampah! Padahal saya sudah berulang kali kasih 'pandangan' dan nasihat kalo yang namanya mubazir (terutama makanan) itu sangat dibenci Allah. Do you want to be buddy buddy with syaithan? begitu "nyanyian"ku -- lengkap dengan mengutip ayat dari Quran -- kalo Iman kumat "massésa arung" (massésa = menyisakan, biasanya makanan; arung = raja. Ini ungkapan yang sering dilontarkan Ibuku kalo kita sering menyisakan makanan secuil... kayak raja saja kata beliau). Saya paling kesal dan marah kalo dia makan sesuatu dengan santainya klo disisa langsung dibuang ke tempat sampah.

"Ko tahu??? Berapa banyak anak seumurmu yang meneteskan liur untuk bisa makan sepertimu? Dan dengan seenaknya ko main buang makanan kayak begitu???" Nyanyianku berlanjut, "Have you seen children in Africa starved to death because there's nothing to eat? and look what you did!" Mataku asli melotot .

Tidak cuma itu... seharian main Nintendo Gamecube sampe' menjelang siang, David yang lagi kerja sempat menegur Iman untuk segera mandi dan wudhu (karena kami akan sholat dhuhr). Dan tahu tidak??? Dia cuekin suruhan ayahnya (yang balik ke basement untuk kerja) dan tetap main game. Saya yang ada di dapur (di kantorku, hee hee) mempersiapkan bahan untuk bikin kue mencoba bertahan untuk tidak ikutan menegur. Hopefully, sebentar lagi dia berhenti main dan mendengar apa yang disuruhkan oleh ayahnya. Capek menunggu hampir sejam, meledaklah marahku. Sungguh, belakangan ini saya cukup sabar (mungkin pengaruh bayi juga kayaknya) dan mencoba untuk tidak terlalu "bernafsu" marah untuk hal-hal kecil... tapi kalo sampe' cuek dan tidak mendengarkan kata Ayahnya itu menurutku sudah kelewatan . Setelah menyuruh dia melakukan apa yang disuruh sejak sejam lalu, saya bilang dengan tegas: kamu saya hukum tidak boleh main game lagi seharian ini. "You're punished for not listening to your father. No Gamecube, no DS, nothing! After shower and pray, go read the magazine that your grandparents sent you or read some books!"

Capek bener yang namanya marah itu . I definitely did not enjoy it at all... and more, it ruined the rest of my day! Blum lagi kontraksi Braxton Hicks yang sejak kemarin mulai datang dan pergi bikin saya moody tidak karuan . Malamnya waktu dijemput, saya cerita ke ibunya tentang 'kenakalan' Iman sepanjang akhir pekan ini. Tentu saja ibunya ikut kecewa... dan Iman dapat tambahan "nyanyian merdu" lagi. I feel sorry for my young lady, but she needs to learn to listen. Sebelum pulang, dia memelukku dan minta maaf. Tentu saja saya memaafkanmu, Sweetie. Semoga kau jadi anak yang berbakti dan shalihah... dan insya Allah kelak jadi panutan yang baik bagi adik-adikmu...

What a (long) weekend!

Monday, January 08, 2007

Langkah kecil ramah terhadap bumi

I am so lucky! Knapa saya bilang begitu? Karena ternyata saya punya pasangan hidup yang juga sama pedulinya terhadap lingkungan seperti saya. Diskusi kami berdua tentang lingkungan selalu nyambung dan kami punya visi yang sama. Seperti baru-baru ini adik iparnya David yang tinggal di Cary menawarkan kepada kami popok kain (cloth diaper) sebagai hadiah dari mereka untuk Junior. Ide itu langsung kami sambut dengan senang hati. Aha! pucuk dicinta ulam tiba!

Mungkin kedengarannya aneh bagi telinga orang sini ataupun yang di tanah air: popok kain? Bukankah itu sudah ketinggalan jaman? Kan sudah ada Pampers (ini istilah yang sering dipake' di Indonesia untuk disposable diapers alias popok sekali pakai... dan menurut pengamatan saya sering kali jadi tolok ukur kemakmuran keluarga) yang mudah -- meski tidak murah -- dan tidak merepotkan (yang penting ada duit, hehehe)?

Ah, if only you know...

Tahukah anda kalo "Pampers" alias disposable diapers yang materialnya dari plastik itu tidak dapat dengan mudah begitu saja diuraikan oleh alam? Coba deh pergi ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) gdiapers.com: watch them breakdowndi kota anda. Di mana-mana ada tumpukan popok sekali pake' yang masih dalam bentuk aslinya meskipun sudah ditimbun di TPA selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun! Jangankan itu, berdasarkan hasil penelitian sebuah laboratorium yang independen di Australia (University of Tasmania) menunjukkan bahwa popok sekali pake' yang canggih tersebut dalam setahun tidak berubah bentuk (tidak terurai) sedikitpun setelah ditimbun dengan tanah... bahkan mereka berpendapat bahwa selama 500 tahun pun popok canggih tersebut akan tetap dalam 'bentuk' yang sama! (Klik gambar di samping untuk melihat video penelitian ini). Bayangkan apa yang terjadi dalam sepuluh, dua puluh, lima puluh, bahkan satu abad dari sekarang bila semua anak memakai popok sekali pake' ini sampe' paling tidak umur 2 tahun?

Makanya, ide untuk kembali mempergunakan popok kain untuk Junior nanti insya Allah langsung saya dan David iyakan. Kemudian hari ini sewaktu menge-cek email, David (dari kantornya di basement, hehehe) mengirimkan link tentang popok bayi yang bisa hancur dalam air (flushable) dan tentu saja juga hancur/terurai bila ditimbun tanah. Hhhmmm... flushable diapers. Apalagi ini?

Namanya gDiapers. Produk pilihan ketiga (setelah popok kain dan popok sekali pake') yang aslinya dari Australia ini sangat sangat cool!!!! Penelitian yang saya tuliskan di atas pun saya ambil dari website mereka. Pihak produsen menggambarkan produk ini sebagai cinta bumi (gDiapers loves the Earth) karena popok terbuat dari bahan yang sangat mudah diserap oleh tanah untuk dikembalikan ke ekosistem... bahkan bisa jadi bahan untuk kompos (tapi tidak untuk yang ada "poop"nya. Baca keterangannya dengan teliti)! Cara pemakaiannya (ke anak) pun sangat mudah. Lihat deh CARANYA. Model celana luarnya pun cukup manis dan canggih. Pokoknya, kami berdua sangat excited dengan "penemuan" kami hari ini.

2 little g pants, 10 flushables & 1 swishstick Untuk Junior, si Ayah memesan (online) 1 starter kit (seperti gambar di samping tapi celana luarnya warna biru & hijau), serta 160 flushables small refills. Lumayanlah kita perkirakan persediaan itu cukup untuk satu bulan. Dan setelah dihitung, ternyata ongkos untuk satu "diaper" adalah (cuma) 45 cents! Coba deh bandingkan dengan kalo beli disposable diapers per-satuannya .

Semoga nanti Junior cocok dan nyaman pake' produk gDiapers ini. Insya Allah sedari bayi kami akan ajarkan dia untuk mencintai lingkungan dan memakai produk yang ramah lingkungan, seperti juga Ayah dan Bundanya mencoba untuk terus belajar menghormati bumi dan alam yang dititip oleh Allah untuk kita jaga. Kalo bisa meminimalkan sampah yang sampe' ke landfill (TPA), mengapa tidak kita mulai untuk melakukan langkah kecil sebagai upaya memberi tempat bagi bumi kita ini untuk "bernapas"... dan bukannya take it for granted sebagai tempat kita membuang sampah dengan sombongnya dan tanpa peduli? Firman Allah:

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."

[Al-Quran, Surah Al-Israa' ayat 37]

At least we try our best! Ini merupakan langkah kecil kami sebagai komitmen untuk terus mencoba selamanya belajar berjalan dengan memperlakukan bumi dan alam pemberian Allah dengan rendah hati... insya Allah! Semoga...

Friday, January 05, 2007

Ketemuan...

It was such a great night! Akhirnya bisa ketemu dengan teman dari "virtual village" IndoUsacouples (ini kampung virtualnya orang Indonesia yang menikah dengan warganegara Amerika), Ellin yang kebetulan lagi berkunjung ke DC area dari Hawaii.. Tentu saja, tidak ketinggalan ngajak Kak Vero dan Dewi (mantan tetanggaku dulu di Virginia ... really missed you guys... terakhir kali ketemu rasanya sudah berbulan-bulan lalu!).

Dinner at Cafe Asia: Ellin, Dewi, Vero, and YatyKetemuannya di Café Asia yang ada di Arlington... super seru! We had a blast! Pokoknya banyak ketawa, cerita seru seputar kehidupan kita masing-masing, dan juga tidak ketinggalan makan! hehehe... judulnya saja dinner, so pasti mi urusan makan, hee hee. Saya pesan nasi uduk (it's quite yummy!), tapi porsinya édédéh cukup untuk dua kali makan!

Oh iya, sepanjang dinner itu, baby Z juga ikutan excited... doi ndak berhenti main "seruduk" perut Bundanya . Mungkin kaget karena Bunda dan tante-tantenya "heboh" ketawa dan cerita hampir tiga jam! Trus, menjelang pulang dan saya harus "berkunjung" ke kamar kecil, I found something unusual. Weks! sambil bertanya-tanya dalam hati: "apa pula ini?". Klo mo dengar cerita khusus tentang ini, coba deh baca ini: 35 weeks... and it's starting...

Anyway, it's really nice to meet you, Ellin! Hopefully we can meet again very very soon. Ingat lho... kali berikut kalo berkunjung ke sini, harus mampir ke rumah kami di Rockville... bareng Dewi, Kak Vero, dan teman-teman IUC lain yang ada di DC area. I promise that it's gonna be so much fun !

Buat Auntie V, much thanks and love from baby Z and Bunda for the nice gift... they're sooo cute!

Tuesday, January 02, 2007

Liburan "Temu Keluarga Besar" Kearns

Selama lebih dua tahun menikah dan hijrah ke US, baru kali ini saya (akhirnya) ketemu dengan keluarga besar Kearns dalam waktu dan tempat yang sama. Sedikit keterangan nih tentang keluarga suamiku. David bersaudara 4 orang, doi anak nomor 2. Yang tertua, Maura Kearns tinggal di Clarksville, MD (sekitar 30 menit dari rumah kita... tapi baru dua kali ketemu) dengan suami (Eric Ness) dan dua anak mereka (Gillian Ness dan Rory Ness). Yang ketiga, Liam Kearns tinggal di Cary (North Carolina) dengan istrinya Holli dan anak semata wayang mereka Wendy Marisol Kearns (Mari). Trus yang bungsu Katie tinggal di San Jose (California) dengan suaminya Scot dan dua anak mereka, Michael Darragh (Dar) Radowski dan Kassia Anne Radowski.

Ini ceritaku tentang liburan temu keluarga Kearns dari tanggal 26 s/d 31 Desember 2006.

Selasa dan Rabu, 26 dan 27 Desember

Tanggal 26 Desember, Mom dan Dad beserta Katie sekeluarga berangkat dari San Jose menuju east coast... sedangkan Liam sekeluarga berangkat tanggal 27 Desember dinihari dari Cary langsung menuju ke rumah kami di Rockville. Jadi deh... tanggal 27 hari itu mulai siang sampe' sore rumah kami yang biasanya lengang dan kosong jadi rame bukan main. Iman juga senang bukan kepalang bisa ketemu dengan grandpa dan grandma, aunties dan uncles serta sepupu-sepupunya dari NC dan CA. Sorenya, mereka 'cabut' kembali ke hotel di Silver Spring (mereka semua menginap di hotel yang sama, sekitar 25 menit dari rumah kami) dan kita janjian ketemu di rumah Maura di Clarksville, sedangkan Mom dan Dad berkunjung ke rumah Aunt Shirley.

Dinner at the Rocky RunMalamnya, kami ber-14 (Kearns bersaudara plus istri dan suami masing-masing dan 6 orang anak; Mom dan Dad masih di rumah Aunt Shirley) makan malam bareng di Rocky Run Restaurant di Columbia. Kebayang tidak... itu meja sampe' diatur sedemikian rupa biar semuanya bisa muat, hehehe. Habis makan, kami semua balik lagi ke rumah Maura dan ketemu Mom dan Dad di sana. Menjelang tengah malam baru kita nyampe' di rumah lagi. Whoooaaa!!! Capeknya! Tapi excited bukan main... jadi capeknya tertutupi. Sampe di rumah habis sholat kami langsung molor... apalagi besok kami harus bangun pagi-pagi dan tinggalkan rumah jam 8 menuju Baltimore National Aquarium! Perjalanan ke akuarium "makan waktu" sekitar 45 menit sampe' 1 jam... dan kami harus singgah untuk menjemput Katie, Dar dan Kassia karena Scot tidak akan ikut ke Baltimore.

Kamis, 28 Desember

Harbor Place from the National Aquarium in Baltimore Akhirnya setelah sekian lama selalu berniat mo mengunjungi tempat ini, saya bisa juga lihat National Aquarium in Baltimore! Kebetulan Holli dan Liam yang mentraktir membelikan tiket masuk sebagai hadiah liburan (holiday gift) buat kami sekeluarga, Maura sekeluarga, Katie beserta Dar dan Kassia (minus Scot yang ikutan Mom dan Dad ke rumah Aunt Shirley untuk bantu nge-pack barang berhubung Aunt Shirley bakal pindah akhir Januari nanti), serta kakaknya Holli - Tammy beserta suaminya Steve dan anak semata wayang mereka Matt (18 tahun). We had a blast... meskipun IMHO, dibandingkan dengan Monterey Bay Aquarium di Monterey (California), akuarium di Baltimore ini masih jauuuuh dan kalah menarik deh. Bahkan dibandingkan dengan MarineLand di Niagara Falls (Ontario, Canada) pun masih kalah jauh. Saya tidak sempat mengambil banyak foto di sini... soalnya selain hari itu sangat padat pengunjung. Serasa kita ke sana cuma bisa nonton orang dibandingkan dengan lihat aquarium... malah Holli berkomentar: this is not aquarium, it's humanirium! hahaha!!! Karena kondisinya seperti itu, instead of memperhatikan semua yang dipamerkan di sana, kita-kita malah sibuk mengawasi para bocah yang kadang tanpa ba-bi-bu main lari begitu saja kalo kita méléng sedikiiiiiit saja . Tante Yaty and Kassia Bayangkan deh, capeknya! Alhamdulillaah, si Junior sama sekali tidak rewel (ndak ada kontraksi sama sekali!!!) dan sesekali saya istirahat kalo dapat kursi untuk sekedar mengistirahatkan kaki yang pegal. Moga-moga ndak bengkak deh pergelangan kakiku kayak kemarin. Oh iya, satu-satunya atraksi yang bikin kita agak santai adalah waktu nonton pertunjukan lumba-lumba alias dolphin jam 11:30. It was ok... tapi anak-anak senangnya bukan main!

Pulangnya kami semua langsung ke rumah Maura. Nah, disini bener-bener deh kumpul. Mulai dari Mom and Dad, anak-anak beserta menantu serta cucu kumpul semua!!! Kami memesan Afghani kabob dan makan malam bersama. Sayangnya, pas semua kumpul dan Mom mo ngambil foto kita semua, semua pada sepakat untuk foto sekeluarganya besok aja kalo kita kumpul lagi. Yaaaah... ternyata ndak kesampaian deh .

Jumat, 29 Desember

Sepanjang pagi, kami habiskan bermalas-malasan tidur sampe' agak siang (bahkan David tidur sampe' menjelang tengah hari!!!). Hari ini kami memang tidak ikutan lunch bareng dengan yang lainnya di rumah Aunt Shirley di Lutherville karena waktunya kunjungan rutin dengan ob-gyn. Itupun alhamdulillaah, kami berhasil memajukan appointment dari jam 4 ke jam 2 siang. Artinya, bisa tepat waktu kumpul di rumah Uncle Peter Kearns-Aunt Jane di Ellicott City jam 5-6 petang nanti.

Finally bisa ketemu dengan yang adik-adiknya Dad: Uncle Pete dan Uncle Mike (tinggal di Morgantown, West Virginia) beserta isteri dan anak-anak mereka! They are sooooo nice!!! Super rame deh pokoknya... meskipun kebanyakan yang bikin rame ya The Kearns dari pihak kami . Maklum, selain memang kita-kita yang paling tua, cuma dari Kearns "kita" yang sudah sampe' bercucu. Cuma Scot dan Eric tidak bisa hadir karena mereka sakit. Dan sayangnya lagi, saya tidak sempat ngambil foto satu pun di sini... sibuk bersosialisasi, hehehe. It was a pizza night untuk keluarga Uncle Pete... jadinya kita makan pizza dan berbagai macam kue serta pie buatan Aunt Jane. I really enjoyed the evening...

Sabtu, 30 Desember

Pagi-pagi Liam, Mari, dan Holli balik ke rumah mereka di Cary. Dan kami? Sibuk pindahan. Pindah lagi??? Nah... No... Tidak. Pindahan disini maksudku memindahkan barang-barang (kebanyakan perabot/furnitures) hibah dari Aunt Shirley, karena apartemen barunya (yang akan beliau tempati akhir Januari nanti, insya Allah) tidak akan bisa memuat semua perabot yang memenuhi rumah 3 kamar dengan basement yang beliau tinggali sekarang. Alhasil, kami para ponakan dapat bagian masing-masing... dan karena kami yang tinggal paling dekat (dan paling membutuhkan perabot, hehehe... rumah kami memang masih rada "kosong" dengan perabotan) jadilah kami yang dapat yang agak "berat" alhamdulillaah! So, jam 10 lebih kami bertiga dan Dad menuju kantor U-Haul tempat penyewaan truk pindah, trus kami berdua langsung menuju rumah Aunt Shirley, sedangkan Iman dan Grandpa-nya menjemput Mom di Silver Spring untuk kemudian ke rumah Aunt Shirley juga. Sepanjang jalan, David rada ngomel karena keadaan truk yang crappy, hehehe. Ya mo gimana lagi... namanya juga truk sewaan .

at Aunt Shirley'sDi rumah Aunt Shirley, kami langsung sibuk kerja menge-pack serta mengangkut barang ke truk dibantu Mom, Dad dan juga Katie yang datang belakangan dengan Dar dan Kassia. Alhamdulillaah, truknya cukup mengangkut semua barang yang akan kami bawa ke Rockville dan sekitar jam setengah lima kami meninggalkan rumah Aunt Shirley karena truk sudah harus dikembalikan jam 6 petang. We had a great and fun time at Aunt Shirley's. Insya Allah, kami akan datang mengunjungi beliau lagi segera sebelum beliau pindah ke tempat barunya.

at our place in Rockville Tiba di rumah kami di Rockville, langsung kerja lagi menurunkan barang dari truk dan semuanya di'tumpuk' di ruang tamu. Setelah David kembali dari U-Haul untuk mengembalikan truk, kami berdelapan menuju resto Cheeburger Cheeburger di Fallsgrove. It was a really yummy dinner! Habis itu, balik lagi ke rumah... and spent the rest of night dengan Katie, Kassia dan Dar yang akan pulang kembali ke California besok. I definitely will miss them a lot!

Minggu, 31 Desember

Eid Mubarak! Hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Another Eid in America... Tapi kali ini meskipun saya dan David sudah merencanakan dengan baik, ternyata tidak seperti yang kami harapkan. Sejak minggu lalu, saya sudah mem-forward email dari rekan di IMAAM tentang tempat-tempat penyelenggaraan sholat Eid ke David... karena saya yakin tidak bisa ingat semua detail sendirian (thanks to the pregnancy's "amnesia"!!!).

Pagi-pagi kami semua sudah siap sedia ikut sholat Eid di Germantown (yang menurut GPSnya mobil sekitar 25 menit dari rumah). Yang saya ingat betul jam penyelenggaraannya adalah jam 10 pagi. Ternyata... sampe' di sana... orang-orang malah sudah pada keluar dari ruangan tempat sholat menuju ke mobil masing-masing. Setelah David menge-check kembali email yang saya kirim lewat HP-nya... ooohh... sholat eid-nya dimulai jam 9 dan bukannya jam 10!!! Langsung ma' rasanya mo maccilé. Sedih sekali rasanya.... kesempatan sholat Eid terbuang percuma. Jalan kembali menuju ke mobil, David tidak berhenti menghiburku. Sambil dengan gaya bercandanya mencoba untuk bilang berulang kali (dengan bahasa Indonesia yang patah-patah... tapi jadi lucu kedengarannya): "nasi sudah jadi bubur" dan tidak ada yang perlu disesalkan. Kami kemudian brunch di Crepes ago-go di Kentlands... bisa ma' tersenyum sedikit... meski rasanya tetap saja sedih. Idul Adha tahun ini judulnya: TAKKéS!!!

Anyway, hari terakhir di tahun 2006... hari terakhir pula sebelum Mom dan Dad -- "rombongan" terakhir -- bakal balik kembali ke west coast (California) besok siang. New Year's Eve dinner at Mamma Lucia Malamnya, malam tahun baru, new year's eve kami berlima makan malam di restoran Italia Mamma Lucia di Fallsgrove. Sedih juga... setelah setahun tidak bertemu harus pisah lagi. Tapi Mom dan Dad janji akan balik lagi ke sini mengunjungi kami kalo si Junior sudah/akan lahir. Artinya sekitar 1 bulan lagi kami akan ketemu lagi dengan mereka. Yay!!!

Liburan temu keluarga besar Kearns berakhir sejalan dengan berakhirnya tahun 2006. Entah kapan lagi bisa kumpul seperti ini... mengingat kesibukan tiap anggota keluarga dan sulitnya mencari waktu dimana semua available.

Jadi ingat dengan keluarga besarku, keluarga besar Muhammad Yasir Baeda di Makassar. Terakhir kami bisa kumpul dan foto lengkap bareng tahun 1997. Pada saat resepsi pernikahanku dengan David tahun 2004 lalu, kami sempat berfoto bersama... lengkap 6 orang saya bersaudara karena Kak Ina sempat bikin surprise datang dari Adelaide tanpa pemberitahuan sebelumnya... tapi tanpa Kak Khae dan anak-anaknya (Imma, Lala, dan Oni). Insya Allah, rencana tahun depan akhir Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, saya, David dan si kecil Junior kami akan mudik ke Makassar. Besar sekali harapanku bisa kumpul semua... tapi berita terakhir dengar dari Ibu kalo adikku Kolé (akan) dapat beasiswa untuk melanjutkan PhD-nya ke luar negeri pada saat yang bersamaan. Aduh... jadi kapan dong bisa kumpul semua? Heh, only Allah knows...

Ok deh... begitu mi ceritaku yang super panjang tentang liburan temu keluarga suami. Foto-foto lengkapnya bisa dilihat DI SINI.

This holiday was really great! How was yours?