Sunday, January 25, 2009

2009 - Harapan Tahun Baru dan "Cerminan" Tahun Lalu

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Itu yang saya bilang ke diri sendiri pada saat mencoba menulis blog entry ini. Mumpung masih Muharram - bulan pertama di tahun penanggalan Islam (Hijriyyah) - padahal besok pas Maghrib sudah masuk bulan Safar. Seperti tahun lalu, saya ingin menulis singkat kejadian-kejadian seputar hidup dan kehidupan saya di tahun 2008 dan juga harapan-harapan saya di tahun baru 2009 ini.

Alhamdulillaah... begitu banyak berkah yang dilimpahkan Allah Yang Maha Pemberi Berkah kepada saya sekeluarga. Banyak kejadian yang saya kategorikan sebagai ko'bi' (= colek) sayang... bukan cobaan dari Allah. Karena dari colekan tersebut saya malah makin merasa disayang... Alhamdulillaah...

26 Januari - 10 Februari 2008

  • Setelah pulkam ke Makassar bulan Oktober 2007, awal Januari 2008 saya dan David mulai membicarakan untuk "pulkam" (sebenarnya bukan pulkam -- karena kampung David ya di pantai timur AS sini) mengunjungi Papa dan Maimeo-nya Zahra di Sunnyvale California. Waktu David utarakan niat untuk berkunjung dan merayakan ulang tahun Zahra yang pertama di California (CA), Mom kemudian menawarkan untuk memberikan kami tiket bolak-balik... alhamdulillaah. Foto-foto kami selama liburan tersebut bisa dilihat di: Visit California 2008.

5 Februari 2008

  • Ulang tahun Zahra yang pertama... bertepatan dengan ulang tahun perkawinan Ayah dan Ibu (Kakek dan Neneknya Zahra) yang ke-42. Senangnya kami bisa merayakan ulang tahun Zahra yang meski sangat sederhana tapi penuh berkah dan kasih sayang dari orang-orang tercinta terasa sangat menyejukkan hati saya dan David, alhamdulillaah. Harapan dan doa Bunda semoga Zahra menjadi anak yang salihah yang sayang dan disayang Allah, cantik rupa dan pekerti, serta senantiasa jadi penyejuk hati dan mata Bunda dan Ayah... juga bagi orang-orang dan alam sekitarnya... Aamiin!

    Happy 1st Birthday Zahra! 003 Us with the Golden Gate Bridge

  • Dari itu juga, seharian kami bertiga habiskan untuk jalan-jalan di kota San Fransisco (sekitar 1 jam dari Sunnyvale).


    14 Februari 2008

    Iman's 11th Bday 007 Iman's 11th Bday 004

    • Ulang tahun anakku Iman yang ke-11. Alhamdulillaah... anakku ini tumbuh menjadi perempuan muda yang cantik, pintar, dan membuat saya dan Baba-nya, dan tentu saja Mamanya semakin sayang dan bangga padanya. Semoga Allah selalu melindungi dan membimbingmu di setiap langkah yang kau tapakkan dalam hidup dan kehidupanmu, Nak. I love you... your Yaty

    8 Maret 2008

    • Sebelum liburan ke CA, David sudah mengutarakan rencananya untuk mencoba mencari rumah baru (kami masih menyewa -- blum dikasih ijin sama Allah untuk membeli... wallaahu a'lam), dengan pertimbangan sejak Zahra mulai jalan, rumah di Rockville terasa semakin sempit dan layout-nya kurang "bersahabat" (child friendly) untuk toddler seperti Zahra yang semakin aktif saja. Ditambah lagi sistem insulasi rumah mungil kami itu tidak begitu bagus (maklum rumah tua... dan kayaknya dibangun dengan model "rumah musim panas") yang berakibat kami harus mengeluarkan biaya yang (terkadang agak-agak "ajaib") untuk pemanas (di musim dingin) dan AC. Kurang nyamannya lagi, kamar mandi pun cuma satu... dan di bawah pula (kamar tidur saya di lantai atas).


    • Rockville House (kiri) and Bethesda House (kanan)

    • Waktu mengutarakan niat untuk pindah ke landlords (yang punya rumah), mereka kemudian menawarkan kalo ada rumah mereka yang lebih besar lagi yang kebetulan lagi kosong untuk disewakan di Bethesda. Kami kemudian ke sana melihat... dan David langsung "jatuh cinta". This house has lots of character, katanya. Saya sih sebenarnya masih ingin melihat-lihat rumah lain... seperti yang orang bilang: Jangan mengambil keputusan langsung setelah melihat yang pertama... tapi yeah, it's ok... meskipun dalam hati saya masih blum "metto ati" (kira-kira sama artinya dengan "sreg"). Rumah ini - yang David beri nama Bethesda House - menawarkan banyak hal yang cukup menggoda. Apalagi konstruksi bangunannya yang lumayan "baru" (dibangun tahun 50-an) dibandingkan dengan rumah Rockville (dibangun tahun 30-an dan hanya ada sedikit renovasi sejak itu... bayangkan mi tuanya mo!). Apalagi ditambah dengan finished basement (lengkap dengan kitchenette) dan kamar mandi. Perfect for a guest suite! Kami berdua suka rumah kami jadi "tempat berlabuh" kalo ada tamu yang datang... entah itu keluarga, teman, maupun "stranger" yang perlu tempat menginap. Tamu adalah berkah... iya kan? So, setelah packing dan siap-siap, tanggal 8 Maret kami pun PINDAH. Kalo dulu dari apartemen di Alexandria (Virginia) ke rumah di Rockville (Maryland) kami pake' jasa movers, kali ini kami pake' jasa bantuan teman-teman (Nate, Dari, Bull, Mamanya Iman, Sunar dan Ilham -- yang ini kenalannya David di tempat sholat Jumat, kebetulan orang Pinrang) dan dengan menyewa truk dari U-Haul. Alhamdulillaah... acara pindahannya cukup sukses (meskipun hari itu hujan turun lumayan deras).

    • Oh iya, beberapa sebelum pindah, basement banjir. Kami pikir itu "kesalahan" teknis dari penyewa sebelumnya... ternyata menjelang akhir tahun, selama bulan Desember kami harus memanggil tukang pipa karena basement banjir sampai 3 kali dalam 2 minggu! Usut punya usut, ternyata banjir itu bukan kesalahan kami (awalnya saya pikir, wah apa kami yang salah bikin pipa pembuangan/sewer sampe' tersumbat yang berakibat banjir di basement?)... tapi memang karena sistem pipa rumah ini sama sekali tidak pernah diperbaiki. Bayangkan mi itu ini rumah dibangun sejak awal tahun 50-an... selama itu pula pipa dan sistem pembuangan/ sewer nya tidak pernah diperbaharui. Dan yang bikin kesal karena yang punya rumah tidak memberitahu kami tentang ini. Salah satu alasan mendasar yang membuat saya berketetapan hati untuk pindah dari sini begitu masa kontrak setahun rumah kami ini habis di bulan Maret nanti.

    17 Maret 2008

    Us on David's birthday Green rocks!

    • David -- belahan jiwaku, berulang tahun yang ke-39... alhamdulillaah. Kami berempat merayakannya dengan makan siang di restoran Clyde's di Tower Oaks Lodge, Rockville. Kami sepakat pake' baju bernuansa hijau... warna kebanggaan orang Irlandia (Irish -- nenek moyang David asalnya dari sini)... karena hari ulang tahun David bertepatan dengan St. Patrick's Day :). Sehari sebelumnya (16 Maret), kami membawa Zahra nonton ice hockey di Verizon Center (di downtown DC). Ternyata Zahra suka (nah kalo ini pasti dari "darah Kearns" nya, hehehe) dan sama sekali tidak rewel... bahkan asyik nonton, tepuk tangan, dan ikutan teriak-teriak kalo pertandingannya lagi seru.

    • Zahra's 1st hockey game 01 Zahra's 1st hockey game 03

    25 April 2008

    5 Juni 2008

    • 3 tahun sudah sejak saya menginjakkan kaki pertamakalinya di bumi Amerika Serikat. Time flies... serasa baru kemarin saja...

    • Hari Lingkungan Hidup Sedunia... selalu jadi hari istimewa bagi saya :)

    • Kami sekeluarga (termasuk mamanya Iman) menghadiri konser musim semi atau Spring Concert 2008 di sekolahnya Iman di Alexandria (Virginia). Ini merupakan konser terakhir Iman sebelum tamat dari sekolah (sekolahnya ini cuma sampe' kelas 5) dan pindah ke kota lain. Di band sekolahnya ini, Iman memainkan dua alat musik: Oboe dan Tenor Saxophone, dan dia sempat memamerkan kebolehannya bermain solo dengan Saxophone memainkan musik Home on the Range. We are so proud of her!!!

    10 Juni 2008

    • Ulang tahunku yang ke-38. Alhamdulillaah... Rasanya berkah Allah kepadaku dan keluarga kecilku tidak ada habis-habisnya. mensyukuri yang ada saja rasanya belum cukup, rasanya malu untuk minta lagi... (Apa tong yang mesti diminta lagi di'? balala ku' mo itu de eh...). Allah sudah menganugerahiku suami yang cakep, muslim yang taat, sayang dan cinta padaku yang suka patoa-toai dan kepala batu ini (hehehe... mengaku ja' kodong...), punya anak-anak yang menyejukkan hati dan mataku (meskipun juga kadang bikin ka' mo cambo' ki satu-satu kalo lagi bikin kesal, LOL), rejeki dan berkah yang tidak habis-habis... alhamdulillaah. I am blessed. Doakan saya selalu istiqamah...

    • Hadiah ulang tahun dari suamiku tercinta akhirnya datang juga, 10 hari setelah hari ulang tahunku. Sudah lama sekali saya macinna (=kepengen) punya kamera DSLR, dan David tahu itu. Setelah terima bonus tengah tahun (alhamdulillaah), doi belikan saya kamera idaman tersebut. Wuhhuuuyyy... pokoknya jadi senyum terus deh. Kegemaranku ber-fotografi-ria bakal makin menggila (hehehe)... lihat saja flickr-ku yang sudah lebih 7 ribu foto. Well, meski suka fotografi (amatiran) dan ingin belajar serius, bagi saya taking pictures lebih banyak untuk merekam kejadian-kejadian penting dalam hidupku -- seperti catatan harian atau diary (especially about keluargaku di sini)... terutama untuk membaginya dengan orang-orang tercinta di tanah air. Jadi, kalo mo tahu keseharianku, bisa ikuti flickr-ku... karena meskipun kadang blog ini "nganggur" dalam waktu lama (apalagi kalo datang kuttu alias malasku!), "ceritaku" bisa diikuti melalui halaman flickr-ku tersebut.

    17 Juni & 28 Juni 2008

    • Hari lulusnya Iman dari sekolahnya Samuel W. Tucker Elementary School di Alexandria (VA). Alhamdulillaah... dia lulus sebagai salah satu penerima award (penghargaan) terbanyak, termasuk yang terpandai di sekolah. Insya Allah, Iman akan lanjut ke kelas 6 di sekolah yang berbeda pada tahun ajaran berikutnya... biar nanti kalo High School masuk ke sekolah idaman (TJ) yang merupakan salah satu SMA terbaik (untuk sains dan teknologi) di negeri ini... Aamiin!

    • Tanggal 28 Juni, kami mengadakan acara syukuran atas kelulusan Iman di kediaman kami di Bethesda. Saya bikin nasi tumpeng sederhana dan kami memanggil beberapa sahabat Iman, keluarga, dan teman-teman. Alhamdulillaah, acaranya sukses dan Iman sangat enjoy dengan acaranya.

    • Tanggal 30 Juni, Iman mulai program Summer 2008 CTY (Center for Talented Youth) Program untuk Inductive and Deductive Reasoning (Matematika) yang diadakan oleh John Hopkins University yang bertempat di Sandy Spring Friends School. Iman mengikuti "jejak" Ayah dan tante-tantenya ikut program "anak pintar dan berbakat" ini. Dan semoga Insya Allah, kelak Zahra juga demikian... Aamiin! Tahun 2009 nanti semoga Iman bisa tetap berprestasi dan ikut program ini lagi untuk lanjutannya.

    30 Juni 2008

    • Resmi sudah saya berhenti jadi Pegawai Negeri Sipil RI. Surat Keputusan dari Jakarta yang ditandatangani oleh Big Bos-ku (Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia) tiba hari ini di rumah melalui pos. Lega -- karena permohonan untuk berhenti dengan hormat yang saya ajukan akhir bulan Mei 2008 lalu dikabulkan, tapi juga terharu -- begitu banyak hikmah, pelajaran, dan kenangan selama 11 tahun jadi PNS di lingkungan kerjaku.

    Berhenti dengan hormat

    • Sebelum berangkat ke US tahun 2005 lalu, saya mengajukan surat untuk cuti di luar tanggungan negara... dan dikabulkan. Bulan Mei 2008, cuti tersebut habis masa berlakunya dan saya memutuskan untuk menulis surat minta berhenti dengan hormat. I enjoyed working for KLH since March 1997 to May 2005... and I definitely will miss my friends - co workers both in Makassar and Jakarta. I had sooo much fun working with them... and enjoyed working at some projects with local communities in eastern part of Indonesia (Sulawesi, Maluku, and Papua). And I was soooo touched by the "thank you" notes on the letter for my "pengabdian pada negara"... :(

    • Sampai sekarang, saya masih belum punya niat untuk kembali kerja lagi. Selain karena masih sangat menikmati menjadi Bunda dan mendampingi Zahra 24 jam, saya juga merasa belum penting (baik untuk keluarga maupun pemenuhan kebutuhan batin secara personal) untuk bekerja lagi... yang jelas bukan prioritas untuk saat sekarang dan 5 tahun ke depan :).

    • Saya ternyata mengikuti jejak Ibu yang berhenti menjadi PNS (Ibuku adalah guru SMP dan mantan wakil rakyat di tingkat Kabupaten di tahun 60-an) untuk menjadi Ibu Rumah Tangga. Dan hari ini... saya resmi berstatus sebagai IBU RUMAH TANGGA 100%! And it feels sooooo GOOD!!! Alhamdulillaah...

    27 Juli 2008

    • Piknik di Assawoman-Strawberry Landing bersama Keluarga Raithel (Eny dan Tom serta dua bocah mereka: Mark and Fiore), Keluarga Burback (Kak Veronica dan Bang Steve), Keluarga Wibowo (Mas Bomo dan Dyan, serta Amara dan Hafidz), Pasangan Philips (Julinda dan Derick), serta sahabat keluarga Raithel: Virginia dan dua ponakannya. Ini adalah kali kedua kami ikutan berpiknik atas undangan Eny dan Tom. We had so much fun... it's always great to spend time with good friends... and with good yummy foods, too!

    • Semoga some time tahun 2009 bisa ber-weekend ria di sana lagi, insya Allah (sambil melirik Eny Raithel... hayo dong BuLik, mana undangannya???)

    28 Juli 2008

    • Liburan musim panas kami tahun ini ke pantai timur negara bagian Maryland. Kebetulan the Raithels mengundang kami untuk piknik di Delaware sehari sebelumnya, saya dan David serta Zahra (Iman tidak bisa ikut) menghabiskan dua hari liburan akhir pekan di Ocean City.

    Zahra and Bunda at the beach 009 David at the beach 008

    • Senang sekali rasanya bisa menghirup udara laut lagi. Zahra yang baru pertamakalinya ke pantai (berpasir) rupanya agak ketakutan dan tidak suka pasir laut (sama ji ayahnya, hehehe). Mungkin juga karena ini pertamakalinya... dan kebetulan weekend itu sangat padat. Moga-moga kali berikut kami ke sana lagi, dia sudah tidak freak out lagi. Hey, Nak... Bundamu "orang Kelautan" dan dari negara Asia maritim pula... Jangan takut sama laut, ombak dan pasirnya doooong?! :)

    17 Agustus 2008

    • Ulang tahun Ibuku tercinta di Makassar yang ke-64. Alhamdulillaah... beliau sehat walafiat dan insya Allah selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah swt.

    • Ulang tahun kemerdekaan negeriku tercinta Republik Indonesia yang ke-63. Pagi-pagi, kami sekeluarga (berempat lengkap dengan Iman) ke Wisma Indonesia -- Kediaman Duta Besar RI untuk AS di Tilden untuk menghadiri upacara bendera. Airmataku menitik ketika bendera dinaikkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang di udara musim panas Washington DC. David memang sudah menjadwalkan kami untuk selalu ikut perayaan dan upacara bendera setiap 17 Agustus... bahkan dia memang minta off kerja pada hari itu. Kami juga ingin mengajarkan kepada Zahra untuk selalu menjadi dan merasa bagian dari Indonesia... dan belajar untuk mencintai negara Bundanya!

    • Apapun yang terjadi pada Indonesia, baik dan buruknya, saya selalu dan akan selalu bangga menjadi warganya. David saja merasa bangga punya "keterkaitan" dengan Indonesia ... apalagi saya! I am a proud Indonesian... and always will be!

    19 Agustus - 24 September 2008

    • Alhamdulillaah... setelah pake home test-pack 3 hari sebelumnya, tanggal 19 Agustus kami dapat konfirmasi dari dokterku kalo ada janin kecil berkah dari Allah yang bertumbuh di rahimku.

    • Kekhawatiranku akan kehamilan kedua ini saya tuangkan di cerita pendeknya... dan memang harus berakhir "pendek" dengan kehilangan anak kami Yasir Kearns Junior atau Mallomo di minggu ke-10 tanggal 24 September melalui operasi D & C di RS Pusat Virginia (Virginia Hospital Center) di Arlington... Inna lillaahi wa innaa ilayhi roji'uun.

    • Cerita panjang tentang kepergian Mallomo saya tuangkan di postingan yang sama dengan kehilangan janin kami lagi di kehamilan saya yang ketiga beberapa hari yang lalu. Meski sedih, saya dan David ikhlas dan percaya bahwa rencana Allah adalah yang terbaik. Alhamdulillaah... kami punya dua malaikat kecil yang insya Allah akan menanti kami kelak di pintu surga... Aamiin!

    31 Agustus 2008

    • Marhaban yaa Ramadhaan! Alhamdulillaah masih dikasih kesempatan oleh Sang Pemberi Berkah untuk menikmati bulan penuh berkah. Meskipun saya kali ini tidak berpuasa (yang bikin saya "berhutang" 30 hari!), tidak mengurangi kebahagiaan kami menyambut bulan penuh pengampunan tahun ini.

    • Ramadhan selalu penuh berkah... ditambah lagi kali ini kami menjalani Ramadhan bersama dengan Kole dan Henny yang datang dari Saijo Jepang. Urusan imigrasi mereka terhitung sangat mudah dan setelah dapat konfirmasi visa mereka di akhir Agustus, akhirnya kami bisa melepas rindu setelah berpisah sejak keberangkatan saya ke US di bulan Juni 2005.

    2 September 2008

    • Ulang tahun Tante Yani-nya Zahra :)

    • Hari pertama Zahra ikut bermain dan berolahraga di The Little Gym yang lokasinya ada di Potomac/Rockville... sekitar 10 menit dengan mobil dari rumah kami di Bethesda. Setelah ikut satu kali "kelas percobaan" di bulan Agustus, ternyata Zahra sangat suka. Akhirnya kita daftar dia untuk kelas musim gugur dengan jadwal tiap Selasa pagi selama 45 menit setiap sesinya. Zahra juga sudah mulai belajar berteman dan saling berbagi dengan anak-anak seusianya di The Little Gym.

      Zahra in the Little Gym 010 Zahra in the Little Gym 012
      Gayanya Zahra bermain di The Little Gym

    • Awalnya sih saya agak ragu (selain biayanya tergolong mahal) karena blum tahu minat Zahra bagaimana... ternyata she loves it! Soal mahal ya relatif juga... karena selain bermain dan belajar (bergaul), orangtua (ada juga yang dengan pengasuh anak atau nanny) juga bermain bersama dengan anak... jadi spending quality time lah dengan buah hati. Saya bahkan yang sangat menikmati setiap kelas kami di The Little Gym. Bergaul dan dikelilingi sama anak-anak (yang masih "berbau surga") rasanya dipenuhi dengan aura bahagia... rasanya happy terus! hehehe. Rencananya kami akan ikutkan Zahra untuk kelas selanjutnya bila kelas Musim Gugur ini habis di bulan Januari 2009 nanti, insha Allah!

    5 September 2008

    • Ulang tahun Attong (oh I miss you so much, 'Tong!), adik bungsuku di Makassar.

    • Ulang tahun perkawinan kami yang ke-4. Alhamdulillaah. Masuk tahun keempat, masih serasa pacaran (meski pacarannya sambil gendong Zahra dan omelin Iman, hahaha). Jalan masih panjang (dan perkawinan itu adalah proses belajar seumur hidup, kata Ibuku). Semoga Allah swt semakin menguatkan tali kasih kami... dan membuat istiqamah sebagai jalan kami untuk menuju kepada-Nya... Aamiin!

    12 September - 8 Oktober 2008

    • Setelah lebih 3 tahun tidak bertemu Kole, akhirnya kami jumpa lagi... di tempat yang sangat jauh dari kampung halaman kami :).

      Welcome to the USA, Kole and Henny! Zahra and Uncle Kole 001 Bro and sis

    • Foto-foto selama Kole dan Henny di sini, bisa dilihat di: Kole and Henny's Visit

    28 September 2008

    • Ulang tahun Ayahku tercinta yang ke-65. Alhamdulillaah... Doaku semoga Ayah selalu sehat walafiat dalam lindungan Allah swt. I miss you so much, Ayah... Yaty rindu sekali sama Ayah...

    1 Oktober 2008

    • Idul Fitri, 1 Syawal 1429 Hijriyyah. Alhamdulillaah... meski jauh dari kampung halaman, kali ini kami berbahagia karena ada Kole dan Henny ikutan berlebaran bersama kami. Pagi-pagi, kami berlima berangkat ke Gaithersburg untuk sholat Idul Fitri bareng keluarga besar KBRI dan IMAAM serta seluruh warga Indonesia yang ada di wilayah Washington DC dan sekitarnya.

    • Pulang ke rumah (diwarnai "berantem" ala Yaty dan David, hahaha -- bunga-bunganna cinta), kami makan siang dengan masakanku ala kadarnya: nasi kuning, kari domba - lamb curry, rendang, and sup kacang merah alias sup campek ditambah roti India - naan dan papadum. Trus siangnya, Iman dan Mamanya datang... bawa banyak hadiah buat Zahra. Trus malamnya, ditambah dengan Mark, kami makan malam di Clyde's.

    • Masih dalam rangka Idul Fitri, tanggal 4 Oktober kami kemudian ikut Muslim Family Day yang diadakan di Six Flags America Maryland. Wah, senangnya... meskipun kali ini saya tidak bisa naik rollercoaster (sudah ber-"rollercoaster"-ria di rumah sakit dua minggu sebelumnya, hehehe).

    • Besoknya, tanggal 5 Oktober, kami menghadiri acara halal bihalal warga Indonesia dengan KBRI di Wisma Indonesia di Tilden.

    31 Oktober 2008

    • Malam tanggal 30 Oktober, saya sudah merasa ada sesuatu yang "aneh" dan minta David untuk telepon ke Mom di California. Ternyata pertanda itu benar adanya... pagi hari tanggal 31 Oktober, Mom menelepon dan mengabarkan kalo Aunt Shirley telah berpulang dalam usia 73 tahun, setelah selama enam bulan terakhir kesehatan beliau menurun drastis dan akhirnya dirawat penuh di RS kompleks tempat beliau tinggal selama hampir dua tahun terakhir ini.

    • Terlahir dengan nama Shirley Ann Armstrong (setelah menikah, beliau menambahkan nama keluarga suaminya: Gabrielson) -- berulang tahun setiap tanggal 9 Maret, Aunt Shirley begitu kami memanggilnya. Pertamakali bertemu dengan Aunt Shirley sebulan setelah tiba di Amerika (Juli 2005), saya langsung suka dengan beliau. Karakternya yang unik, ngomong apa adanya, mengingatkan saya pada karakter orang Bugis-Makassar yang kuat dan "stubborn". Karena rasa sayang pada beliau itu (ditambah pula karena beliau tidak punya anak; dan kami-lah para ponakan yang menjadi "anak"), saya dan David memutuskan untuk memberi nama tengah kepada anak kami Zahra, "Shirley" sebagai kenang-kenangan dan tanda sayang dan cinta kami kepada Aunt Shirley.

    • Kami sedapat mungkin sebulan sekali menjenguk Aunt Shirley. Paling tidak begitu idealnya. Ternyata, meski cuma 50 menit (hingga sejam) jaraknya, ternyata sebulan sekali pun terasa selalu sulit untuk bertemu. Hal ini saya dan David sama sesali... astaghfirullaah. Kesibukan menjadi alasan yang kadang seperti dicari-cari :(... padahal setiap kunjungan ke Aunt Shirley, we always had great time... lots of laughter and fun!

    • Terakhir kami bertemu dengan Aunt Shirley tanggal 23 September, sehari sebelum saya menjalani D&C. Beliau masih mengenali kami... bahkan sempat bercanda (meski dengan kata-kata yang kadang sulit kami mengerti karena pengaruh obat dan beliau sempat terserang stroke beberapa minggu sebelumnya) dan tersenyum lebar ke kami. Sebelum pulang, saya bilang ke beliau: We love you, Aunt Shirley! sambil menciumkan Zahra ke pipinya. Beliau tersenyum lebar dan menjawab: "I know!". Saat itu sangat berat bagi kami. Malah David sampai menangis sesenggukan ketika kami sudah tiba di mobil untuk pulang ke rumah. Sepertinya kami tahu kalo itulah saat terakhir kami bertemu dengan Aunt Shirley.

    • Tanggal 3 Nopember 2008, kami sekeluarga menghadiri misa (secara katolik) dan pemakaman Aunt Shirley di utara Baltimore (MD). Mom (satu-satunya putri keluarga Armstrong yang masih hidup) dan Dad datang... begitu juga adik bungsu David, Katie sekeluarga yang tinggal di California. It's so hard to say goodbye to her... she has a very special place in my heart...

    • I wish we spent more time with her. Now that she's gone, I miss her so much. I think about her so often that I feel like she's there standing in front of me and smiling at me. I know that she loved us... and she's watching over us. May you rest in peace, my dearest Aunt Shirley...

    8 Nopember 2008

    • Dalam perjalanan pulang dari pemakaman Aunt Shirley tanggal 3 Nopember, si Black (VW TDI edisi 2006) ngadat dan harus masuk bengkel. Saat itu, saya dan David sudah mulai berpikir untuk mengganti kendaraan ke yang lebih "family oriented".

      Zoom zoom zoom Hanif=true believer

    • Setelah mencari tahu dan membandingkan beberapa yang "masuk di akal" (dan budget, tentunya), kami akhirnya memilih Mazda5, yang bisa menampung 6 orang dan lumayan luas untuk "bagasi". Saya menamakannya "Shinkansen" karena menurutku modelnya mirip dengan "kereta peluru"nya (bullet train) orang Jepang, hehehe. Trus, tanggal 27 Desember, plat baru untuk Shinkansen tiba: HANIF. Saya dan David suka dengan nama ini; artinya: A true believer. Malah maunya insha Allah kalo punya anak lelaki, kami ingin menamakannya Hanif... wallaahu a'lam!

    • So, Kole dan Henny... datang mako lagi... dijamin tidak akan bersempit-sempit kayak dulu, hehehe...

    25 - 29 Nopember 2008

    • Tahun ini thanksgiving day kami rayakan bersama adiknya David sekeluarga yang tinggal di Chapel Hill, negara bagian Carolina Utara (NC). Cerita lengkapnya baca di halaman flickr-ku di atas ya... :)

    6 Desember & 13 Desember 2008

    • Di tengah dinginnya cuaca awal musim dingin, kami sekeluarga menghadiri Winter Concert sekolahnya Iman di kota Fairfax. Kali ini Iman memainkan alat musik Tenor Saxophone... dan dia satu-satunya yang memainkan alat musik ini di band sekolahnya. As usual, she played so well... sampe' kedinginan juga ndak terasa saking bangganya sama anakku ini :).

    • Tanggal 13-nya, kami kumpul lagi di tempat Iman latihan karate di Fairfax (VA). Iman ujian karate untuk kenaikan sabuk dari putih (loncat) ke biru.

    8 Desember 2008

    • Idul Adha 1429 Hijriyyah. Karena bukan akhir pekan dan sudah dipastikan jalanan menuju ke pusat kota Washington DC bakal macet karena rush-hours, sholat Idul Adha kali ini kami lakukan di Gaithersburg dan bukannya di DC Convention Center seperti yang lalu-lalu. Bergabung dengan muslim sekitar, kami melakukan sholat dengan cara (madzhab) Hanafi (Imam sholat Id sudah menjelaskan sebelumnya kalo kami akan melakukan sholat Id dengan "cara" Hanafi... tapi tetap saja agak membingungkan, hehehe). Pengalaman yang pertamakali bagi saya maupun David sholat dengan cara yang slightly (sedikit) berbeda dengan yang biasanya kami lakukan (dengan cara/madzhab Syafi'i) di dua sholat Id. Menarik... dan menyenangkan! Berada di luar Indonesia dan merasakan kebersatuan dan persaudaraan Islam meski dengan pendekatan/cara yang berbeda sangat menarik bagi saya. SubhaanAllah!

    Idul Adha 1429H-2008 - Baru separuh penuh Idul Adha 1429H-2008 - Sholat di lapangan sepakbola indoor
    Suasana menunggu sholat Idul Adha di lapangan sepakbola indoor di Gaithersburg, MD

    15 Desember 2008

    • Dua minggu terakhir uring-uringan dan merasa "aneh", saya dan David mulai curiga kalo saya hamil lagi. Setelah pake' home test-pack, kecurigaan itu terbukti... alhamdulillaah. Kali ini kami sangat hati-hati... David sedikitpun tidak membiarkan saya untuk bekerja berat, bahkan menggendong Zahra pun tidak boleh. Pengalaman yang lalu terus terang bikin saya agak "trauma" dan memutuskan untuk menunggu sampai lewat minggu ke-8 baru mo ke dokter. Tapi kami cuma bisa berencana dan mengupayakan segala usaha... keputusan akhir ada di Tangan Sang Maha Pembuat Keputusan.

    • Seperti yang lalu, cerita kehamilan kali ini juga berakhir pendek. Rencana Allah yang terbaik... dan kami terima dengan segala keikhlasan.

    31 Desember 2008

    • Hari terakhir di tahun 2008. Saya sengaja mengambil gambar kami sekeluarga di ruang tengah dengan menggunakan tripod. Alhamdulillaah... kami mensyukuri semua apa yang telah anugerahkan kepada kami sekeluarga. Tahun ini penuh hikmah, dan insha Allah kami belajar banyak dari itu. Kasih sayang dan berkah Allah seperti tidak ada habis-habisnya dilimpahkan kepada kami.

    Family Picture Dec2008 004

    Untuk tahun depan 2009... saya tidak punya resolusi spesifik seperti yang saya lakukan di tahun lalu. Meskipun niat dan cita-cita untuk pergi berhaji, menabung untuk punya rumah, dan berusaha untuk menambah momongan tidak hilang dari harapan untuk tahun baru dan di tahun-tahun mendatang nanti. Semua terserah Allah. Kapan waktunya tiba, insha Allah saya akan menerima dengan penuh sukacita segala yang Dia rencanakan bagi saya dan keluarga.

    Saya hanya ingin berbuat yang terbaik, berusaha menjadi yang terbaik bagi suami, anak-anak, keluarga, saudara, kerabat... dan yang paling utama saya ingin menjadi lebih baik dan berbuat yang terbaik untuk menjadi hamba yang selalu rindu dan menyayangi Sang Pencipta... dengan harapan dan doa semoga Dia juga semakin mencintai dan menyayangi saya... Aamiin!

    Selamat tinggal 2008... selamat datang 2009!

    "Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal salih. Dan (yang) saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran."

    (Qur'aan Surah Al-Ashr)

    Semoga kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang diberikan Allah kepada kita... dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi... Aamiin!

    Thursday, January 22, 2009

    Cerita panjangnya (yang "harus" jadi pendek)

    Maafkan saya... karena terlambat menepati janji untuk bercerita panjang setelah cerita pendeknya saya tulis di akhir bulan Agustus tahun lalu. Cerita panjang... yang akhirnya "harus" menjadi pendek.

    Sebelum lanjut membaca, saya PERINGATKAN... bahwa postingan kali ini SANGAT PANJANG. Bagi yang tidak begitu suka membaca cerita panjang, saya minta maaf. I wish I could make it short... it's just not easy when there's so much to be shared...


    Kebahagiaan di kehamilan kedua tahun lalu itu harus terpotong di minggu ke-10, ketika janin yang saya dan Ayahnya memberi nama "sementara" Yasir Kearns Junior atau Mallomo dinyatakan berhenti bertumbuh di usia 7 minggu melalui USG tanggal 22 September 2008. Inna lillaahi wa innaa ilayhi roji'uun.

    Paket mawar dari Dounia... thank you, dear...Meskipun sudah selalu siap menerima yang terburuk -- karena sejak awal kehamilan tersebut, saya mengalami spotting yang on and off sampai akhirnya tanggal 22 September pagi, saya mendapati (maaf) spotting itu berubah menjadi bright red blood; yang mengharuskan saya dan David ke klinik Dr. Fauzia di Falls Church saat itu juga -- menitik juga airmata saya setelah menggumamkan kalimat "Sesungguhnya (semua) dari (milik) Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya (semua) akan kembali". David yang berada di samping saya saat itu, terhenyak sejenak... saya bisa melihat (dan ini yang membuat saya sangat sedih) dari matanya kesedihan yang sangat sangat dalam. Meskipun setelah itu, dia tersenyum, memeluk saya erat sekali dan menghibur saya dengan kata-kata yang tidak akan pernah saya lupa: "Don't be sad, Sayang. It's not for us. It belongs to Allah, and He wants it back".

    Dokter kemudian mengajukan dua pilihan kepada kami: 1) mencoba melakukan "aborsi" pengguguran alami dengan menggunakan obat untuk memicu kontraksi rahim dengan harapan janin yang sudah "tidak ada" dapat terbilas keluar dengan sendirinya; atau 2) melakukan tindakan D & C atau kuret di RS. David kemudian bertanya, rekomendasi dokter apa? Beliau jawab bahwa pilihan pertama cukup aman melihat kondisi kesehatan saya yang alhamdulillah cukup fit. Tapi dengan wanti-wanti, begitu terjadi pendarahan yang tidak terbendung (dengan patokan bila menggunakan sanitary pad atau pembalut lebih dari 4 dalam 1 jam), saya HARUS langsung ke klinik atau ke ER (Emergency Room). Karena pendarahan hebat bisa membahayakan nyawa saya, katanya. Dengan berbekal rekomendasi dan instruksi dari dokter untuk menggunakan obat guna memicu kontraksi yang diharapkan bisa mengeluarkan janin secara "alami", kami pulang ke rumah disambut peluk erat dan sayang Kole dan Henny yang terpaksa mempersingkat jalan-jalan mereka hari itu di pusat kota Washington DC begitu menerima pesan telepon saya kalo janin kami "berpulang". Karena besoknya (hari Selasa, 23 September) kami ada janji untuk mengunjungi Aunt Shirley yang terbaring sakit, saya memutuskan untuk menunda menggunakan obat yang diberikan dokter setelah kami berkunjung ke Parkville.

    Singkat cerita, malam hari tanggal 23 September, menjelang berangkat tidur saya menggunakan obat yang diberikan dokter dengan perasaan yang tidak karuan. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Setelah itu, saya minum 1 tablet Ibuprofen (penghilang rasa sakit -- painkiller) sebagai jaga-jaga untuk mengantisipasi kram (dokter sudah mengingatkan ini -- saya hampir tidak pernah merasakan yang namanya kram yang biasanya dialami pada saat menstruasi). Jam 3 subuh, saya terbangun karena serasa agak mulas. (Maaf) darah sudah mulai keluar. Ah, proses mengeluarkan "anakku" sudah mulai... saya berbisik pelan dalam hati (dengan perasaan sedih yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata :( ). Dan benar... di kamar mandi, saya memegang "lembaran" tissue yang cukup besar yang keluar dari rahim saya. "Ah, ini kah kau, Nak?". Saya duduk dalam diam... di tengah sunyinya subuh musim gugur. Tidak ada airmata yang tertumpah. I want him/her to know, that his/her Bunda ikhlas... Saya berbisik pada "anakku":

    "Bunda ikhlaskan ko, Nak. Bunda sayang ko... tapi Allah lebih sayang. Pergi maki', Nak... Inna lillaahi wa innaa ilayhi roji'uun".

    Mawar dari DJ

    Setelah mengucapkan kata perpisahan itu, dia saya "lepas". Setelah itu, semakin banyak darah yang keluar yang diikuti dengan "tissue" (lembaran seperti "daging"?). Setelah mengganti pembalut yang bersih, saya kembali ke tempat tidur dengan kelelahan (mostly batin) yang teramat sangat. Saat adzan subuh berkumandang dan David bangun berwudhu untuk sholat, saya ikut terbangun dan mendapati tempat tidur sudah basah dengan darah. Astaghfirullaah! Saya setengah berlari menuju ke kamar mandi... dan di bath tub saya mendapati diri saya sudah "bersimbah darah" yang mengucur seakan tiada henti. Anehnya, saya tidak merasa panik dan merasa (tetap) sehat bugar. Yang kelihatan agak kaget dan pucat malah David. Mungkin ini pertamakalinya dia lihat darah sebanyak itu... dan "dari saya" pula! Dengan hati-hati dituntunnya saya kembali ke tempat tidur setelah mengganti seprei. Dia balik ke kamar mandi, membersihkan semua "mess"... dan sholat subuh. Setelah itu, dia tidak balik tidur lagi (seperti biasanya), malah keluar rumah membeli banyak Gatorade (dia takut sekali kalo saya dehidrasi karena kehilangan banyak darah) -- untungnya saya tidak minum, dan popok (untuk orang dewasa) buat saya karena sudah jelas sekali pembalut yang paling tebal pun tidak mampu menampung darah yang keluar. Dokter Fauzia juga dia telepon... dan informasi kalo saya kehilangan darah ternyata bikin dokterku panik juga. Dia malah suruh langsung ke ER (takut kalo saya ko-it kehilangan darah). Tapi setelah David menjelaskan kalo saya terlihat sehat (malah tidak merasa woozy atau pusing sama sekali), beliau minta kalo kami langsung ke kliniknya pagi itu juga. Zahra kami titip dengan Kole dan Henny. I was crying when I hold my beautiful daughter before we left the house.

    Belum juga jam 10 pagi, kami sudah ada di klinik... dokter masih dalam perjalanan dari rumah sakit. Setelah di-USG, terlihat kalo hampir sebagian besar "tissue" sudah passed (keluar)... tapi ada beberapa bagian yang masih tertinggal menempel di dinding rahim. Menurut dokter sih itu sisa ari-ari atau placenta. Dia kemudian minta ijin saya dan David untuk melakukan D&C (kuret)manual (dalam keadaan saya tidak dibius sama sekali). Saya mendengar dari banyak cerita kalo kuret seperti ini sangat terasa sakit. Tapi alhamdulillaah, saat itu sakit yang ada masih bisa saya toleransi... malah kalau bisa saya bilang lebih banyak rasa "tidak nyaman"nya daripada rasa sakit. Mungkin karena dokter tidak perlu melakukan "pembukaan" (dilate) paksa karena sejak semalam rahim saya sudah mengalami kontraksi dan dilated (karena pengaruh obat). Setelah beberapa saat berusaha membersihkan rahim saya dan masih ada 'tissue' yang tertinggal dan masih terus terjadi pendarahan, dokter Fauzia "menyerah". "Let's do it in the hospital. I'll do the suction and you don't have to feel anything." Saya bilang: "I won't feel anything?". "Yes." Oh, artinya, saya akan dibius total selama proses D&C (dengan menggunakan suction curettage; also called vacuum aspiration, using a vacuum-type instrument). Saya merasa lega... setelah mengalami hari yang panjang sejak kemarin, tertidur dan tidak merasakan sakit sama sekali sepertinya cukup menjanjikan. Lagipula, bila tidak dilakukan D&C, saya bisa kehilangan banyak darah (karena pendarahan yang tidak akan berhenti), dan bisa membahayakan nyawa saya. David langsung setuju dan saya kemudian dirujuk sebagai outpatient (pasien tidak menginap) di Surgery Center (SC) - Virginia Hospital Center (rumah sakit tempat saya melahirkan Zahra). Itupun dokter pake' menelepon sebagai pribadi ke pihak RS karena biasanya pasien dijadwal paling tidak sehari sebelumnya (dan pada saat itu SC penuh) - untuk "menyisip" saya dengan alasan mendesak. Alhamdulillaah, kami dapat "tempat" dan kami langsung berangkat ke sana. Untungnya pula, sejak semalam saya tidak makan apa-apa (persyaratan operasi -- untuk anestesi -- harus "puasa" paling tidak 12 jam sebelum operasi)... hanya minum setengah gelas juice markisa paginya sebelum tinggalkan rumah. Ini sempat meragukan dokter ahli anestesi... tapi kemudian karena melihat saya sehat dan bugar, beliau setuju untuk put me to sleep :).

    Setelah operasi D&C Mencoba tersenyum... setelah kehilangan
    Sejam setelah operasi di ruang pasien. Alhamdulillaah, saya merasa sehat... Setengah jam setelah foto ini diambil, kami sudah meninggalkan rumah sakit.

    Alhamdulillaah... proses D&C berjalan dengan lancar. Saya ditangani dengan sangat baik oleh para perawat, dokter ahli anestesi, dan dokterku sendiri. Operasinya berlangsung selama kurang lebih 1 jam, kemudian saya dipindah ke ruang pemulihan dimana saya dikontrol oleh perawat sampai saya tersadar kembali dari pengaruh anestesia. Dokter dan perawat memperlihatkan saya foto hasil USG pasca operasi kalo D&C berhasil membersihkan sisa tissue (dari incomplete abortion) yang ada di rahim saya. "It's all clean now," kata mereka. Setengah jam setelah itu, jam 3 sore saya dibawa ke kamar pasien dan di sana sudah menunggu suamiku. Lega rasanya bisa lihat muka penuh sayang David lagi. Saya yang kelaparan pun diberi minum juice dan crackers (biskuit gandum) oleh perawat... sembari menunggu saya pulih 100% dari obat bius. Dan right before 4 pm, saya dan David sudah keluar dari RS... alhamdulillaah... Allah memudahkan urusan kami :). Daftar "tidak boleh" yang banyak itu (terutama tidak boleh mengangkat barang yang lebih dari 4 kg dan bekerja berat selama paling tidak seminggu -- artinya kodong ndak boleh gendong Zahra-ku!) jadi oleh-oleh pulang ke rumah, juga janji untuk check up ke dokter pasca operasi 2 minggu kemudian.

    Fruits covered with chocolate from Nate and Gin 01 Fruits covered with chocolate from Nate and Gin 02
    Paket dari Nate dan Gin...

    Alhamdulillaah, proses pemulihanku setelah operasi berlangsung dengan sangat baik. Pendarahan (yang normal -- seperti haid biasa) masih berlangsung selama 3 hari setelah operasi dan secara batin saya "pulih" dengan cepat. Ikhlas itu indah... saya dan David percaya rencana Allah selalu yang terbaik. Dia tempat menggantungkan segala sesuatu... tempat kami berserah... tempat kami bersimpuh. Kehadiran Kole dan Henny juga mempercepat proses pemulihanku. Seminggu setelah "kehilangan" itu, kami merayakan Idul Fitri 1429 Hijriyyah dengan penuh sukacita. Meski kadang masih suka berkaca-kaca kalo ingat saat saya mengucapkan kata perpisahan pada my little angel Mallomo, saya yakin malaikat kecilku itu selalu tersenyum padaku. Membalas tiap rasa sayangku padanya dengan: "Bunda, Mallomo sayang Bunda juga...".

    Tepat 4 bulan kemudian, hari ini tanggal 22 Januari 2009, saya menulis entry blog ini di tengah masa istirahat setelah menjalani D & C (lagi) kemarin. Kehamilan saya yang ketiga "harus" berakhir pendek di usia 9 minggu. Janin kami berhenti bertumbuh di usia 6 minggu... berdasarkan USG di klinik dokter Fauzia di Falls Church hari Senin, 19 Januari 2009. Tidak seperti yang lalu, spotting hanya saya alami hingga minggu ke-6... setelah itu "bersih". Karena itu, harapan saya dan David cukup besar dengan kehamilan kali ini. Astaghfirullaah... ternyata kami takkalupa (Bahasa Bugis = terlupa; khilaf) bila Allah sang penentu segalanya. Rasa kecewa kemudian segera berganti dengan keikhlasan. Yang terbaik pasti yang dipilihkan Allah buat kami. Karena hari itu sudah tidak bisa menjadwal operasi di RS, dan besoknya (20 Januari 2009) adalah hari pelantikan (inaugurasi) Presiden Obama -- artinya semua bakal tutup kecuali sifatnya darurat atau emergency -- dokter menjadwal operasi D&C besoknya hari Rabu, 21 Januari 2009. Tanggal 20 itu hari yang cukup padat... paginya kami menghadiri "Ribbon Day" atau pemberian pita bagi Zahra di hari terakhir "Fall Class"nya di The Little Gym. Habis itu, kami menuju rumahnya Iman untuk bergabung dengan dia dan mamanya nonton (di tv)pelantikan Obama dan setelah itu merayakannya di restoran di Fairfax (Virginia). Alhamdulillaah... meski agak nervous menunggu besok (untuk D&C), saya cukup santai dan menikmati hari itu bersama dengan orang-orang tercinta. We had a great time... alhamdulillaah!

    21 Januari 2009. Pagi-pagi setelah sholat subuh, di luar masih gelap dan masih dengan piyama, Zahra saya gendong dengan balutan jaket tebal dan selimut ke mobil. Kami bertiga kemudian "meluncur" menuju Fairfax City untuk menitip Zahra ke tantenya (Mamanya Iman) yang dengan berbaik hati menawarkan untuk menjaga Zahra seharian selama kami di RS -- padahal hari itu doi juga bakal sibuk berat di kantor. Saya menangis (Zahra pun menangis) sebelum kami tinggalkan dia menuju RS. Meski agak terlambat (karena jalannya macet -- kayaknya sih karena semua pada "bubaran" setelah pelantikan presiden kemarinnya), kami tiba di RS langsung ditangani oleh perawat untuk persiapan operasi. Kali ini, semuanya jauh lebih lancar dari yang dulu (dokter anestesi yang langsung menangani saya -- sampe' memasang IV pun super cepat dan tidak bikin lenganku biru lebam kayak yang dulu). Dokternya pun super kocak... sempat-sempatnya membanyol sebelum memasukkan cairan bius ke IV saya (bikin saya ngakak... abis itu ndak ingat apa-apa deh, hehehe).

    Seperti yang sebelumnya, alhamdulillaah... semua berjalan lancar dan mudah. Proses pemulihanku pun cukup cepat. Semoga tidak ada komplikasi dan 2 minggu depan pada saat check up dengan dokter, saya dinyatakan pulih 100%. Tolong ingat saya dalam doa kalian...

    Terus terang, dokter tidak mendapati sesuatu yang "salah" dalam dua kehamilanku yang berakhir pendek tersebut. Dua kali berturut-turut? Ada apa? Kenapa? Mungkin kuret-nya yang dulu tidak 'bersih'? What did you do? Pasti sering gendong Zah... pasti terlalu capek... mungkin... mungkin... mungkin... Begitu banyak pertanyaan yang membahana di udara. Saya dan David cukup hati-hati selama kehamilan ketiga kemarin itu. Menggendong Zah hampir tidak pernah saya lakukan... kerja seharian di rumah hampir semua di-covered sama David dan Iman. Saya cukup di"manja" saking hati-hatinya kami. Dalam sejarah kesehatan keluargaku, tidak ada satu pun yang mengalami miscarriage atau keguguran... apalagi dua kali seperti yang saya alami. Wajar bila mereka bertanya-tanya. Jangan salah... saya pun bertanya-tanya. Dokter dan perawat yang saya tanya memandang saya dan menjawab dengan "nada" yang sama: "Unfortunately, it (miscarriage) is not uncommon... it happens". Apalagi di usia akhir 30 tahun seperti saya (Juni nanti insya Allah, saya berulang tahun yang ke-39). Dokter memang sempat mencurigai saya ada masalah dengan faktor Rhesus (Rh) darah. Tapi setelah mengecek kalo saya O positif, kecurigaan itu "gugur". Rekan sesama Bunda di tempat Zahra bermain, tidak satu -- tapi ada beberapa -- yang mengalami keguguran berulang di usia kehamilan trimester pertama (multiple miscarriage at first trimester -- up to 16 weeks) seperti saya. Malah ada satu orang yang dari usia 37-43 mengalami keguguran 5 kali (3 kali berakhir dengan D&C, 1 kali dengan terapi karena kehamilan ectopic --kehamilan di luar kandungan; dan 1 kali keguguran dengan aborsi alami -- keluar sendiri tanpa melalui tindakan medis). Anaknya yang kedua dia "dapat"kan di usia 43 melalui proses bayi tabung (IVF - in vitro fertilization). Itupun dia bilang, kalo yang ini tidak berhasil, saya menyerah. Bunda yang lain "curhat" kalo dia keguguran 2 kali sebelum punya anak. Dia menghibur saya dengan bilang kalo paling tidak saya sudah punya "jaminan" punya anak (maksudnya Zahra) sebelum keguguran. "I didn't know if I could have a child or not at that time. It was so frustrating. It was so devastating", katanya.

    Itulah resiko hamil di usia "senja". Sel telur yang kita punya sudah "tua", begitu kata teman saya menggambarkan secara gamblang kenyataan yang kami hadapi. Tahukah anda bila sel telur kita diproduksi tubuh pada saat yang sama... pada saat kita masih berupa janin di rahim Ibu kita?

    Women are born beside a predetermined number of eggs. She never produces anymore. She releases usually one a month. If it is fertilized by sperm, this results in a pregnancy. If it isn't, she has her extent. That is why older women more frequently hold babies with down syndrome or other genetic defect. As a woman gets elder, her eggs age too. With age, comes all kind of things that can go wrong next to pregnancy. Not that they always will, but it is riskier to hold children later contained by life, next when you are in your 20's or 30's.

    [How many eggs are produced within a woman every month?]

    Perempuan lahir sudah dengan sel telur dengan jumlah yang tertentu. Tidak pernah lagi ada sel telur yang diproduksi setelah itu. Setiap bulannya, biasanya tubuh melepaskan satu sel telur yang apabila dibuahi oleh sperma maka akan terjadi kehamilan. Bila tidak (dibuahi), sel telur tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh, yang kita kenal dengan menstruasi. Itulah sebabnya sejalan dengan usia, perempuan semakin besar kemungkinan memiliki bayi dengan kelainan seperti Down Syndrome atau kelainan genetik lainnya, karena semakin tua seorang perempuan, sel telurnya juga semakin "tua" (Catatan saya: ingat, SEMUA sel telur diproduksi tubuh pada saat yang bersamaan saat kita masih di dalam rahim Ibu kita! Jadi sel telur kita umurnya jauh lebih tua dari umur kita sendiri!). Semakin lanjut usia, semakin banyak pula resiko yang menyebabkan terjadinya kelainan dan "kesalahan" dalam kehamilan. Memang tidak selalu demikian, tapi kemungkinannya menjadi lebih besar dibandingkan dengan hamil di usia 20an atau 30an.

    Banyak kejadian perempuan, apalagi di zaman teknologi kesehatan yang sudah semakin canggih seperti sekarang ini, yang meski berusia di atas 40 tahun masih bisa hamil dan punya anak. Dengan peralatan dan metode modern serta obat-obatan yang canggih, kemungkinan punya anak di usia beresiko bisa diperbesar. Lain halnya dengan cara alami... "mother nature" sudah punya mekanisme sendiri berdasarkan izin Allah Sang Pemilik Kehidupan. Sel telur yang sudah "tua" punya keterbatasan-keterbatasan yang sudah ditentukan. Meskipun tidak sedikit pula yang (tentu saja) dengan izin dan kehendak (serta Kemurahan)-Nya, sel telur yang "tua" pun masih handal menghasilkan anak yang sehat walafiat dengan kehamilan yang semudah dan selancar di umur 20-an. Alhamdulillaah, sebagaimana contohnya kakakku tersayang, Kak Ida... yang insya Allah akan melahirkan anak ketiganya nanti di bulan April pada usianya yang ke-41! Alhamdulillaah, dengan cara alami pun beliau insya Allah akan menimang bayi tercintanya... insya Allah kelak sehat walafiat tak kurang sesuatu apa. Mohon doakan ki juga...


    Saya sampai di akhir cerita panjang ini. Setelah "kehilangan" dua kali, setelah kembali ke rumah, saya bilang ke belahan jiwaku: "I think I am so greedy. Astaghfirullaah. Allah has already blessed me with two beautiful and smart daughters... How could I ask Him for more? Now I just want to ask Allah to give me a chance, a long life, so I could bring our daughters to be a good muslimah. That should be enough... I should not ask for more...". David hanya memandangi saya penuh sayang dan memeluk saya erat. "Insha Allah... Insha Allah... Aamiin to that, Sayang!".

    Apapun yang Allah pilihkan buatku dan kehidupanku, PASTI lah yang terbaik... tidak ada sedikitpun keraguan dalam hati kami. Bila kelak Dia masih mengijinkan kami untuk menambah momongan, insha Allah akan dimudahkan-Nya. Kalau pun tidak, alhamdulillaah... sudah begitu banyak berkah yang dilimpahkan-Nya kepada saya: suami yang begitu sayang dan cinta pada saya, anak-anak yang cantik dan pandai (maasha Allah!), Ayah dan Ibu yang selalu mendoakan saya serta keluarga besar saya di kampung halaman yang tak pernah berhenti mencintai dan menyayangi saya, orang-orang tercinta, sahabat dan kerabat di sini yang membuat saya merasa sangat beruntung... I am so blessed... alhamdulillaah... puji syukur kepada-Mu ya Allah...

    Dan dua malaikat kecilku, insha Allah, akan menanti Bunda dan Ayahnya kelak di pintu surga... Aamiin!