Tuesday, May 30, 2006

Mainan baru

Liburan Memorial Day sungguh menyenangkan! Waiiiit... bukan karena Memorial Day-nya... tapi karena pas hari itu saya memulai hobby baru: menyulam... got sooo passionate "playing" with my new toys: nedles (jarum), embroidery floss (benang sulam), embroidery hoop (alias "pamedangan"?) pemberian Aunt Shirley, gunting sulam... dan kontainer untuk menyimpan alat-alat tersebut.

Sebenarnya sudah lama sekali saya 'ngidam' ingin (belajar) menyulam (lagi)... dan alhamduillaah hari Ahad kemarin David mengantar saya "belanja" peralatan embroidery di Wal-Mart (well... karena pas hari itu craft store tutup lebih awal karena liburan Memorial Day) dan beberapa bahan "proyek": dua sarung bantal yang siap sulam, dan dua bahan untuk cross stitch (tusuk/jahit silang?). Dan sehari setelahnya, langsung deh saya mulai proyek hobby baruku ini: menyulam sarung bantal! David called me crazy... karena dalam sehari setengah sulaman sarung bantal tersebut sudah setengah jadi! hehehehe. Bersemangat sekali, katanya... "proyek" sebulan selesai 1.5 hari? Blum tahu dia kalo isterinya ini soooo stubborn, hahahaha!!! Yang jelas, hobby dan mainan baru ini sangat sangat menyenangkan. I really love it!!!! and I think I'm pretty good at it (*puji alé* mode on) ;)

Mmmmm... look at my project... it's almost done! Klo ini selesai, mo lanjut coba yang cross stitch ah... Jadi senyum-senyum sendiri. Kata "proyek" waktu masih kerja dulu (oh... I miss my coworkers in KLH) jadi sangat berbeda dengan "proyek" yang saya maksudkan sekarang...

Again... siapa bilang tinggal di rumah membosankan? ;)

Saturday, May 27, 2006

Dewi & Douglas' beautiful moment...


Upacara pernikahan selalu bikin saya terharu... terutama pada saat pasangan pengantin meminta restu dan maaf kepada kedua orangtua... aaaahhh... pasti deh di sudut mata ada menggantung butiran air :). Sama seperti hari ini waktu saya dan David menghadiri upacara pernikahan sahabat baru saya, Dewi dan Douglas Lauw di Sleepy Hollow United Methodist Church di Falls Church (sekitar 15 menit by car from our place)...

dewidouglasbeautifulmoment

Dari kiri atas searah jarum jam: Pemberkatan nikah... Douglas mengucap janji setia *whoohooo!!!*; bersulang untuk kebahagiaan sejati; cutting the wedding cake... pisaunya kebalik, Non! hehehehe; Dewi jalan menuju altar; Wonderful new family: Douglas, Zach, and Dewi...

It was such a beautiful wedding! Senang sekali ka' karena disini juga ketemu teman-teman baru :).

Buat Dewi dan Douglas...

Selamat menempuh hidup baru.
Semoga Tuhan senantiasa memelihara dan menambahkan rasa cinta kasih di antara kalian...

Amiiiin!

**********************

You know... ini merupakan upacara/resepsi pernikahan yang pertama yang kami hadiri sebagai pasutri :). Juga yang pertama yang bikin kami berdua ketar-ketir karena susahnya cari baju yang masih nyaman dipake' diakibatkan karena badan sudah melar bukan kepalang, hehehe. Tapi akhirnya berhasil juga dapat yang "cocok" (atau dicocok-cocokkan? ha!). Pulang dari acara resepsi, kami berfoto bersama di balkon (dan setelah itu, langsung ganti baju... aaaaahhh... legaaaa! hahahaha!!!).


babyandhb_r

Weddings always beautiful... and they always make me cry...

Friday, May 26, 2006

Interesting Friday

Hari ini Iman libur sekolah, tepatnya Memorial Day "holiday" weekend. Daripada tinggal di rumah bermalas-malasan (yakin ka' kalo dia tinggal di rumah seharian pasti kerjanya duduk di depan tv main games... yang buntutnya dia kena sakit kepala malamnya), saya ajak dia ikut Ayahnya (yang ngantor) ke downtown DC mengunjungi museum atau taman. Sayang sekali memang -- Iman suka sekali main di playground yang biasanya disediakan di taman-taman kota -- kota DC yang memang pusat pemerintahan dan bisnis tidak menyediakan sarana itu. Kalopun kami ke taman yang selalu ada di sudut kota, pasti Iman akan dengan segera merasa bosan (karena tidak ada playground-nya). Tapi kali ini kita tidak ke museum. Saya ajak Iman jalan kaki (it's a good exercise too, for both of us ;) ) lihat rumah dan kantornya Presiden Amerika Serikat: Gedung Putih atau the White House. Setelah kami berdua makan siang (dengan roti isi yang saya siapkan memang dari rumah) di taman yang berada di depan gedung putih ditemani si Mr. Squirrel yang kegirangan dapat bagian roti dari Iman :), kami mendekat ke gedung putih yang sudah banjir turis dan uh penuh polisi di setiap sudut (katanya ada juga penembak jitu yang siap beraksi kalo ada hal yang mengancam Presiden di atap gedung ini... hiiii!!!!).


"Does he (the president) live here?" Iman menatap rumah putih dari balik terali hitam.
"Yup. And it's not only the president's house, it's also his office. He works at home", jawabku sambil tersenyum memberi penjelasan (hehehehe... siapa yang orang Amerika nih?! lol).
"Wow! He must be so tired!" kata Iman lagi.
"Why did you say that?" Mmm... dalam hati saya bilang, wah, kumat lagi nih si Jaka, hehehehe.
"Because he doesn't do anything! He works at home!"
"Whaaaat???!!!"


Hahahhaha! Lucu toh?! Ini pikiran anak umur 9 tahun... kalo kerja di rumah artinya tidak bekerja (bikin apa-apa). Dan tidak bekerja artinya capek?! Mungkin yang dia maksudkan "bosan" kali' ya kalo tidak mengerjakan apa-apa. It's just funny... Belakangan waktu kami kembali ke kantornya David (yang cuma berjarak sekitar 2 blok dari White House) dan saya ceritakan percakapan tadi dengan David (kami berdua tertawa), David kemudian menjelaskan ke Iman kalo Grandpa (kakek -- ayahnya David) juga kerja di rumah, sama seperti Presiden.

"So, Granpa's the president?" (because he works at home, too... just like the President).
"NOOOOO!!!"

Ada-ada saja.

Oh iya, waktu di White House, kami sempat lihat beberapa demonstrasi... yang menarik perhatian Iman (yang mengaku itu pertama kalinya dia melihat langsung yang namanya demonstrasi) adalah demonstrasi yang menentang perang oleh koalisi perempuan anti-perang. Malah yel-yel nya sempat dia (Iman) ikuti. Saya cuma senyum-senyum saja.

Sampai di rumah, setelah Iman dijemput Ibunya (akhir pekan kali ini giliran dia ke ibunya), baru saya tahu (dari David) kalo itu untuk pertamakalinya Iman lihat secara langsung yang namanya Gedung Putih? Haaaaah???!!! Lahir besar dan tinggal di sini, dan setelah 9 tahun baru lihat rumah dan kantornya sang Presiden? Eh, look who's talking! Saya sendiri blum pernah bela-belain lihat dan mengunjungi Istana Merdeka. Well, itu kan di Jakarta? I was born, grew up and lived for 34 years in Makassar. Ya jauhlah. Hehehehe... alasan!

But tell you what... setelah tinggal di sini selama 11 bulan, baru saja akhir April lalu (waktu temani Kak Nani) saya melihat langsung yang namanya Gedung Putih... padahal jaraknya cuma sekitar 10 menit jalan kaki dari kantornya David ;)

********
Saya sebenarnya tidak begitu suka film yang ber"bau" futuristik dan lebih suka drama yang "membumi" (yang kemungkinan sekali bisa terjadi di "alam nyata"). Kebalikannya dengan David. I know I've heard about X-men (the movies). In fact, my brother (Kolé) loves this kinda movie. Tapi tidak pernah terbersit sekalipun kalo saya akan nonton film ini. "Sayang suami... sayang suami", begitu alasan klisé-ku untuk akhirnya memutuskan nonton 2 DVD (X-Men 1 dan 2) yang sengaja dibeli David minggu lalu supaya saya bisa mengikuti jalan cerita dari film X-Men III (the Last Stand) yang akan dirilis hari Jumat ini. Ternyata bagus juga... seru dan cukup menyegarkan :). Bahkan setelah nonton 2 DVD tersebut, saya yang jadi tidak sabar menunggu hari Jumat supaya kami berdua bisa nonton The Last Stand. And so we did!

I won't tell you anything about the movie. Hehehe. Cuma saja yang belum nonton, jangan tinggalkan your seat dan jangan berhenti menatap layar sebelum filmnya betul-betul habis. Tetaplah duduk di tempat dengan setia sampai all the credits selesai ditampilkan (moga-moga pihak bioskop di Mks yang biasanya sudah me'mati'kan projector pada saat tampilan kredit, kali ini sedikit cerdas untuk tidak melakukan hal itu)... karena ada satu scene yang akan "membimbing" kita ke cerita X-Men selanjutnya. Uh, if you know what I meant... *wink*.

It's an interesting Friday! And I enjoyed it a lot! :)

Tuesday, May 23, 2006

Oh Bloglines!!!

drives me crazy!!! Sejak "kenal" dan aktif mengunjungi situs ini beberapa minggu lalu, rasanya mo jadi gila saja setiap buka dan baca "my feeds". Niat awal 'daftar' blogines untuk memudahkan tracking blogs teman-teman yang di-update... ternyata kemudian malah saya jadi ketagihan dengan situs-situs yang ada di daftarku itu. Eittss... jangan salah sangka dulu cess! Situs-situs yang saya maksudkan adalah situs gadget: Engadget, Gizmodo, Popgadget, dan situs-situs mengenai lingkungan: ENN Headline News, Sustainablog, EcoEarth dan Treehugger.

Bagaimana tidak bikin ka' gila... setiap kali buka situs gadget WOW!!! ada lagi "mainan" baru. Buka situs mengenai lingkungan jadi bernostalgia dengan bidang kerja yang selama ini saya tekuni (waktu masih di tanah air) dan bikin gemas untuk 'bikin' sesuatu. Ditambah lagi foto blogs keluarga (keluarga besar Kearns rata-rata pake' Flickr) dan weblogs teman-teman, baik yang di Makassar dan dimana saja yang kalo di-update langsung muncul di "blogroll"ku (so far, ada 14 weblogs) siap untuk saya baca. So, kalo teman-teman punya postingan baru, saya pasti tahu tanpa harus mengunjungi setiap situs satu persatu. Cukup buka my Bloglines... and tadaaaaaaaaaa!!!

Bloglines bikin saya gila! And I love it! I loooooove Bloglines!

Now tell me... what's in your Bloglines "my feed" that drives you crazy? *wink*

Monday, May 22, 2006

Claddagh

I've been wearing it for two years now, alhamdulillaah... and insya Allah, forever...

Yes, two years ago today, David proposed me to my parents in Makassar. Acara sederhana yang dihadiri kurang lebih 30 orang keluarga dekat (meskipun awalnya yang diberitahu Ibu dan Ayah cuma Ambo' dan Indo' dari Sidrap dan tante serta om yang ada di Makassar... ternyata "berita baik" menyebar begitu cepat ;) ) versus David seorang diri (hehehe... beraninya di' datang sendiri?!) berlangsung dengan cepat dan tanpa basa-basi... tanpa kata-kata syair Bugis yang biasanya mengalun dari kedua belah pihak pada saat acara lamaran dan mappettuada. Dengan tegas (tidak nekkere' ki tawwa!), David menyatakan ke Ayahku kalo dia bermaksud untuk meminang saya jadi isterinya. Suasana heniiiiiiiiiiiing sekali pada saat David dan Ayah berbalas ngomong... sampe' kayaknya suara kertas yang jatuh pun akan kedengaran pada saat itu, hehehe. Spontan, Kolé yang duduk di samping David waktu itu kena "daulat" untuk menerjemahkan kepada hadirin arti dari "dialog" Ayah dan David itu. Momentum yang sangat berharga bagi kami sekeluarga... bagiku dan David...

"I came here, travelled half around the world to ask your daughter's hand to be my wife...",

kata David menjawab dengan suara yang tegas dan pasti pertanyaan retorik Ayah yang menanyakan maksud dia datang ke rumah kami...

Masih saya ingat malam sebelumnya, sepulang dari resepsi pernikahan sahabatku Tigin di IMMIM, kami berdua makan es krim di Swensens di Jalan Sultan Hasanuddin, saya menyatakan kalo hendaknya dia berpikir lagi apa memang sudah berketetapan hati untuk melamar saya... karena seandainya bila dia merasa ada sedikiiiiiiiiiiiiiiit saja rasa ragu, bagi saya tidak apa-apa. Kita tetap bisa jadi saudara, begitu kata saya. David memandang saya lekat dan bilang kalo dia sudah mantap bahkan sebelum dia memutuskan untuk datang mengunjungi saya di Makassar... pada hari ke-10 kami mulai kontak lewat email dan Yahoo!IM.

Rasanya dua tahun lalu seperti baru kemarin saja. Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah begitu nyata. Bahkan nenek (Indo')ku yang sudah berusia hampir 80 tahun, waktu Ayah menyampaikan bila cucunya yang tak kunjung menikah itu akan menikah (akhirnya, hehehe) dengan bulé, menjawab dengan enteng (dalam bahasa Bugis): bukankah memang sudah dinyatakan dalam Al-Quran kalo Dia menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal? Nah, Yaty kayaknya "kena" ayat itu. Begitu kata beliau. Istilahku, saya bilang... segala rencana-rencanaku dan David seperti "lewat di jalan bebas hambatan (tol)" saking mulusnya. Tidak ada pertanyaan dan interogasi yang berlanjut begitu hal yang paling utama terjawab: dia muslim (dan menjalankan ibadah sebagaimana seorang muslim). Terus terang, saya salut dan kagum dengan beberapa rekan yang berani menikah dengan pasangannya yang beda keyakinan... ataupun pasangannya berpindah agama karena menikah. Karena seandainya mereka berhasil 'membina' pasangannya untuk jadi "pasangan untuk bersama menuju ke Allah", tentulah pahala dari Allah atas apa yang mereka lakukan itu akan sangat besar. But not me... I'm not that brave. Mungkin karena usia saya yang boleh dibilang "menjelang maghrib" baru menikah (hehehe... mengaku ja' kodong?!), saya tidak merasa "kuat" untuk "mengajar" pasangan saya masalah agama dan keyakinan tersebut. Mungkin saya egois... tapi impian untuk bangun sholat subuh berjamaah dan bangun sahur bersama adalah beberapa di antara mimpi-mimpi indahku tentang hidup berumahtangga. Dengan David yang sudah lebih 10 tahun muslim (dua tahun lalu), mimpi-mimpi tersebut menjadi sangat nyata... alhamdulillaah... bahkan bukan cuma mimpi, tapi kenyataan.

Hari ini, kami berdua memperingati dua tahun dia memasangkan claddagh di jari manisku dengan makan malam di Café Asia di Arlington. Sayang, tidak ada Coto Makassar... tapi nasi uduk yang saya pesan cukup membuat saya merasa berada di tanah air. Habis itu, saya minta dibawa ke tempat favorit saya: toko buku (hehehe). He bought me a very cute bookmark and The Complete Illustrated Stitch Encyclopedia (saya lagi tertarik berat untuk kembali mencoba belajar menyulam. Siapa bilang tinggal di rumah membosankan??! *wink*).

Sehabis sholat Isya berjamaah dan berdoa, saya bilang ke David: two years... and still no regret? Jawabnya? Eh, ndak tahu mi juga deeeeeeeeeeeeeh... *tujuh belas tahun ke atas* mode on. Hahahahahaha!

Saturday, May 20, 2006

Great Falls National Park


Yay! Pekan kali ini kami bertiga ke McLean (VA) mengunjungi Great Falls National Park. Dalam perjalanan ke sana, kami singgah untuk brunch di Silver Diner dan LL Bean di (mall) Tysons Corner untuk beli topi... sebenarnya hanya untuk Iman karena kulit mukanya rada sensitif kalo kena matahari (langsung merah kayak terbakar kalo berada lama dibawah sinar matahari), tapi saya dan David juga ikutan beli topi (David dapat topi cap yang ada "bugs repellent"nya, sedangkan buat Iman dan saya topi bundar -- hehehe... ingat lagu anak-anak -- yang berfungsi seperti 'sunblock 30+'... cool toh?! ;)).

Selain untuk menikmati alam di taman nasional ini, seperti juga banyak pengunjung lainnya, kami bertiga berniat untuk hiking di beberapa trail (jalan kecil/setapak) yang ada di sini. It was AWESOME! Kalo waktu lalu kami ke Shenandoah Valley dan Harpers Ferry yang boleh dibilang hulu dari Sungai Potomac, di Great Falls ini aliran sungainya menjadi lebih heboh dan merupakan salah satu tempat rekreasi alam favorit bagi turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Washington DC metropolitan area. Bukan cuma untuk hiking dan jogging, tempat ini juga sarana untuk arung jeram, kayaking, panjat tebing, mancing, piknik (ada areal yang sangat luas lengkap dengan alat panggang untuk BBQ dan tempat duduk untuk piknik keluarga), dsb. And... Subhanallaah!!! Cantik sekali pemandangan alamnya! Saya bilang ke David, biar juga hiking berjam-jam tidak terasa karena alamnya begitu indah.

Dari sudut kiri atas searah jarum jam: Saya dan Iman di depan Visitor Center; Iman dan David yang lagi hiking. Mereka berdua sudah mulai "ngos-ngosan" disini, hehehehe... dan sudah mulai sulit tersenyum kalo saya mo ambil gambar mereka, hahaha!; David berdiri di tepi tebing dengan pemandangan alam Great Falls yang amazing; Me and Iman duduk di pinggir jurang dengan latar belakang beberapa orang yang lagi kayaking "bertempur" dengan arus deras Sungai Potomac. Disini Iman tersenyum lebar... padahal dia sebenarnya ketakutan setengah mati karena takut ketinggian, hehehe. She got freaked out waktu saya berdiri di tepi sambil melihat kebawah... takut kalo saya jatuh :). Di depan kami, beberapa pemanjat tebing sedang beraksi (tidak tampak dalam gambar).


Kami hiking mengambil River Trail atau jalan setapak menyusuri sungai (tepi jurang yang berbatu) sampai dua orang tercintaku mulai "menyerah" dan kami kemudian berbalik mengambil jalan setapak Matildaville (Matildaville trail) yang relatif datar dan tidak berbatu seperti river trail... cuma disini "kesulitan"nya kami bertiga mesti berhati-hati untuk tidak sampai menginjak horse sh!# (hehehehe). Ndak heran, trail ini selain untuk hiking juga merupakan jalan yang dilewati (penunggang) kuda :).

Setelah hiking dan menikmati kembali cantiknya Great Falls di overlook 1 kami menuju pelataran parkir dengan hati puas. Oh ya, overlook 1 merupakan tempat yang terdekat untuk melihat air terjunnya... dan merupakan tempat yang paling berbahaya. Bahkan sebelum memasuki area untuk melihat dari dekat, ada peringatan terpasang di jalan masuk untuk berhati-hati karena rata-rata ada 7 orang yang meninggal karena jatuh dari tempat ini setiap tahunnya. Well... secara keseluruhan memang taman nasional ini cukup berbahaya. Saya bilang ke David kalo tempat ini merupakan tempat yang tepat kalo mo bunuh diri, hehehehe... dijamin ndak akan selamat. Deeeh?!?!

Sampai di rumah, waaaaaaaaaah capeknya! Habis sholat Dhuhr dan Asr, kami makan malam di Clyde's di Mark Center. It was my first time there... and it's soooo cool! The food and the service were both AWESOME (bah! don't remind me to Bread and Chocolate again!). David sejak seminggu ini memang sudah bermimpi makan Strawberry shortcake yang merupakan menu baru di Clyde's (mereka secara berkala mengganti menu sesuai dengan bahan yang lagi "fresh" atau musimnya).




Foto-foto lengkap kami berkunjung ke Great Falls National Park dapat dinikmati DISINI. Enjoy! And let me know kalo ada yang berminat jalan-jalan ke sini... asalkan si Daengku tidak lagi sibuk, saya akan dengan senang hati menemani berkunjung ke taman nasional ini lagi. Insya Allah nah?!

Friday, May 19, 2006

Dua tahun yang lalu...

... pertama kali bertemu dengan yang namanya dkfour di Mandai semakin menguatkan hatiku yang selama tiga bulan terakhir bergelut dengan dialog-dialog 'seru' dengan diriku sendiri... that here's the man that I'm going to spend the rest of my life with... that he's the one that Allah has sent for me... insya Allah.


Dua tahun lalu... hari ini, kami berdua pertama kali makan malam dan mencoba untuk saling kenal lebih dari sekedar chatting di telepon maupun ber-email-ria, di Rumah Makan Kayangan, Makassar... di"kawal" Tante Tatti dan suaminya. And now... dua tahun kemudian, kami berdua makan malam di Food Corner (Afghani Kabob) di Annandale, di"kawal" rasa cinta dan kasih sayang yang Allah titip kepada kami berdua. Alhamdulillaah...

Thursday, May 18, 2006

Only for you...

Close your eyes, give me your hand, darling
Do you feel my heart beating
Do you understand
Do you feel the same
Am I only dreaming
Is this burning an eternal flame

I believe it's meant to be, darling
I watch you when you are sleeping
You belong with me
Do you feel the same
Am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame

Say my name, sun shines through the rain
A whole life so lonely
And then you come and ease the pain
I don't want to lose this feeling

.........The Bangles: Eternal Flame



I'm sorry for everything, Honey... It's just my day yesterday was super-d duper SUCKS!!! I love you... as aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalways!

P.S. Thank you for the sweet e-card... *mmuuuaaahh*

Tuesday, May 16, 2006

My only reason...

Lady behind the glass window: "Excuse me, may I ask you something?"
Me: Smile. "Sure!"
Lady behind the glass window: "Are you guys legally married?"
Me: Grin... super big. "Well, you're lucky because I'm not American, otherwise I would say: It's none of your business!". We all laughed.
"
But, since I'm not American, I'd be happy to answer that: Yes, we are legally married." More... big grin.
Lady behind the glass window: "Well, you're not American, right? I mean for now..."
Me: Eyebrows raised. "Pardon me?"
Lady behind the glass window: "You're gonna apply for a citizenship later, right?"
Me: Smile. "Nope! I'm pretty happy being Indonesian citizen"
Lady behind the glass window: "Well, just think about it...
I think in a couple of years you're gonna change your mind."

Big smile
.
Other two ladies also behind the glass window also smiled... and nodded.
It's so obvious that they're all agree
.


Other lady behind the glass window: "We're all did".

Me: Now laughing. "I don't think I will though... I love my country and I'm proud being Indonesian. I'm not gonna give up my Indonesian citizenship just because I'm here. I'm quite happy as a GC holder."

Smile...



Percakapan di atas terjadi beberapa bulan lalu (pas lagi sepi... waktu istirahat makan siang) waktu saya ke salah satu bank internasional di downtown (Washington) DC. Kebetulan beberapa waktu lalu (sebelum percakapan tersebut), saya dan David ke sana dan petugas (perempuan) yang sama yang melayani kami. Sebenarnya, tidak aneh melihat "pasangan campur" kayak kami di DC metro area (inilah kota yang segala jenis etnis, ras, agama, dst bercampur dalam satu "panci")... cuma karena mungkin agak-agak "lain" (karena saya Asian dan berjilbab... sedangkan David asli bulé) jadi cukup menarik perhatian yang lain atau gampang 'diingat' dan dikenali... termasuk teller bank ini.

Waktu pulang, saya ceritakan percakapan tadi dengan David. Saya bilang, eh... kenapa mereka (para karyawan bank itu) berasumsi bahwa semua imigran yang datang ke sini mo jadi warganegara? Trus, apa dikira saya menikah dengan bulé Amrik karena mo lihat yang namanya Amerika dan mo jadi warganegara? Sambil tersenyum lebar, David bilang kalo kemungkinan besar mereka berasumsi demikian karena begitulah pengalaman mereka (lihat percakapan di atas -- 3 orang karwayan yang ngobrol dengan saya semuanya adalah imigran yang sudah jadi US citizen). Mungkin saja, negara asal mereka tidak bisa menjanjikan masa depan (misalnya terlibat perang, dsb) sehingga datang dan tinggal di US merupakan "cita-cita". Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa begitu banyak kasus orang asing yang datang ke sini karena menikah (dengan warganegara US) hanya karena mo jadi warganegara (artinya "pernikahan" yang sakral itu sebenarnya bukan tujuan utama)... menikmati dunia yang sangat menjanjikan... a promising land...

Saya ketawa... asli mi ketawa...

Indonesia mungkin saja kacau balau, ekonomi payah, tambah "mundur" ke belakang, "kaya" akan korupsi, dst dst (kata Ayah saya beberapa hari lalu waktu saya telepon ke Makassar: "Aiiih... tambah sengsara maki' di sini, bensin mahal... mati lampu tiap hari!")... saya tetap cinta Indonesia.... dan selalu rindu Indonesia (dan Makassar tercinta). Rindu dengan orang-orang tercintaku, rindu dengan panas dan gerahnya kota Makassar, rindu makan di tenda kakilima (kentaki = kentara kaki), rindu dengar suara ayam jantannya Pak Gede -- tetangga sebelah -- berkokok pas masuk fajar, dst... bahkan rindu sama suara adzan super fals-nya Pak NK di masjid depan rumah (meskipun disini kalo masuk waktu sholat, apartemen kami serasa kayak di masjid saja -- komentarnya Kak Nani -- karena komputer yang ada adzan bersahut-sahutan... tetap saja adzan fals-nya Pak NK jadi 'merdu' karena rindu).

Saya tahu, banyak juga orang Indonesia yang jadi warganegara US. Mereka tentu punya alasan tersendiri yang tidak perlu orang lain tahu (termasuk saya). But I know for sure, that deep inside they're still (and always be) Indonesian meskipun pegang paspor bergambar "garuda" yang lain (istilahnya Kak Erik). Jadi US citizen tidak berarti mereka bukan orang Indonesia toh?! I have no problem at all there. Yang bikin saya mikkiri' (mikir) itu kalo ada yang berasumsi kalo semua orang yang imigran (terutama yang 'hijrah' ke sini karena menikah, kayak saya) "hanya" mo jadi warganegara.
Saya cukup puas "cuma" pegang "kartu hijau" aka GreenCard. Lagipula, kalo ditanya orang sini: "How do you like America?".
Saya selalu menjawab dengan senyum sambil menunjuk David: "For sure, I like him!". Mungkin bagi beberapa orang it's rather "Jaka Sembung". Tapi, saya tidak punya alasan lain kenapa saya ada disini... karena satu-satunya alasan saya datang dan "hijrah" adalah karena David... untuk berupaya menjalankan sunnah Rasul, punya keluarga yang sakinah, aman dan damai, dan penuh rasa cinta. Bukan karena dia bulé (ataupun alasan-alasan absurd lainnya), tapi semata-mata karena dialah yang dipilihkan Allah buatku. If you only knew... dulu sebelum ketemu David, saya tidak pernah punya minat untuk menikah dengan bulé... not my type, hehehe. Reaksi Kak Ina pertama kali waktu saya 'bocorkan' rahasia hati (lewat telepon... Kak Ina di Oz) dua tahun lalu: "Bulé? Hah??! Ko tidak suka bulé! not your type! Bisanya itu!!!".

Hehehehe... susahko... (maunya) Allah ko lawan! Bulé ini lain... dia BULUS


My one and only reason being here...

... bukan begitu, silessureng malebbi ku maneng?

Monday, May 15, 2006

Kopi Kampung

Habis brunch di Bread and Chocolate (Bah! ndak akan lagi sa mo pigi ke sana!!! Service-nya sucks sucks sucks!!!), kita ke Starbucks di Hoffman mo beli kopi. Eh, sampe' disana... kaget lihat di papan di belakang counter ada tulisan Bahasa Indonesia: KOPI KAMPUNG -- elegant & spicy -- taste a coffee of sulawesi's past and its future.

Setelah tanya si nona yang bertugas di belakang kasir (kebetulan lagi sepi) sekalian minta ijin untuk bisa ambil gambar (asal jangan ambil papan harganya ya? katanya, memberi ijin). Trus, doi bilang: "wait" dan masuk ke dalam ruangan belakang dan kembali dengan brosur dan boks yang dihias cantik. Ooohhh... ternyata Kopi Kampung ini produk eksklusif terbaru dari Starbucks. Cuma saja, baru akan di-release hari Selasa besok... makanya doi blum bisa kasih kita brosur tersebut. Waktu saya jelaskan ke David arti "kopi kampung", si nona Starbucks tersenyum dan tunjukkan kalo di brosur itu juga dijelaskan artinya... plus ada foto-foto tentang alam Toraja lengkap dengan rumah adatnya yang khas itu. "Kopi kampung"nya dibungkus cantik dalam box...

Mmmmmm... a little taste of my island! Bangga ka' iya...

Updates: Hasil googling...


Taken from: http://www.starbucks.com/ourcoffees/black_apron_sulawesi_teaser.asp

Selasa, 16 Mei: KOPI KAMPUNG

*Siiiipp* Pulang kantor David belikan ka' satu kotak (ji... ka kalo dua kotak susah ki... ka mahal, hahahaha!), setengah pound (= 0.23 kg) biji kopi harganya sekitar 14 dollar. Tapi lumayaaaan... bisa minum kopi asli Toraja . Nantipi weekend (ka mesti digiling -- grind -- dulu) baru mo minta si Daeng bikinkan ka' kopi itu. Poréku' di'?! sudah diblikan mo lagi dibikinkan, hahahaha!

Sunday, May 14, 2006

Happy Mother's Day!

Di Indonesia, tanggal 22 Desember dikenal sebagai Hari Ibu (meskipun kalo dirunut mulai dari sejarahnya, lebih pantas kalo disebut sebagai "Hari Perempuan", IMHO). Sedangkan di sini (Amerika Serikat) dan Kanada, hari Ibu atau Mother's Day jatuh pada hari Ahad/Minggu kedua di bulan Mei... yang berarti jatuhnya pas hari ini.

Berbahagialah mereka yang punya "gelar" (dipanggil) "Bunda, Ibu, Mama, Mom, Mum, Mamak, Indo', Ummi, dst..." oleh anak-anak mereka... karena surga berada di bawah telapak kaki suci kalian...

Untuk para Ibu, saya membuat kartu ini...

Buatku, setiap hari adalah hari Ibu... dimana saya mensyukuri telah diberi nikmat oleh Allah memiliki Ibu seperti Ibuku....

Teristimewa buat Ibuku tersayang di Makassar... and my dearest Mom in Sunnyvale :

Happy Mother's Day!
Thank you... and I love you...

Doakan ka' nah... supaya bisa punya gelar mulia seperti kalian...

Saturday, May 13, 2006

Akhir pekan (lagi)

Time really moves sooooo fast... weekend lagi! Tapi kali ini kami berdua tidak kemana-mana. David punya segudang pe-er dari kantor (ada lagi deadline-nya... Déh!) yang bikin kita cukup puas menghabiskan akhir pekan di rumah saja... dan kebetulan weekend ini giliran our sweetie ke tempat ibunya. Bangun super-d duper late (kita berdua nonton dvd Netflix filmnya Queen Latifah: Last Holiday sampe' jam setengah dua semalam!), kita trus ke Guapo's di Shirlington... maunya brunch (breakfast+lunch)... ternyata "br"nya hilang karena pas di sana sudah lewat jam 12 siang :). Habis makan, kita jalan ke toko buku yang ada pas diseberang jalan: Books-A-Million. I looooove bookstores... tapi yang satu ini tidak begitu menarik. Memang sih, toko bukunya kecil (dibandingkan dengan Barnes and Nobles atau Borders... ataupun Chapters) tapi tata letak berdasarkan kategori bukunya yang really sucks! They're all kinda messed up. Masa' di section African-American Culture ada satu baris yang semua tentang "Taoism"???? . Padahal paling tidak ditaro' di Religion and Spirituality section, toh? Kayaknya, mereka memang lebih banyak melayani pembelian online daripada in store. However, di bagian poetry, saya lihat ada beberapa kumpulan sajaknya Jalaluddin Ar-Rumi yang memang sejak dulu saya jadi fans beratnya . Sayangnya, waktu pindah ke sini, saya tidak sempat membawa satupun... ya insya Allah kalo mudik tahun depan bisa saya bawa sedikit-sedikit.

Baru baca sedikit, but insya Allah, I'll share with you later...

Pulang ke rumah, habis sholat, David lanjut kerja lagi. Waktu kita habis sholat Dhuhr, saya kaget lihat si Comet (sejenis ikan mas) peliharaan David sudah sakratul maut. Kodoooong!!! Padahal kita kira cuma si Blackmoor yang akan cherioo... ternyata weekend ini kita harus menguras akuarium 55 galon di ruang tengah karena para "penghuni"nya sudah 'wassalaam' . When I came here almost a year ago, there were 3 fishes in the house: the comet, blackmoor and the pleco. Yang pertama kita "kubur" (flushed) di toilet itu si pleco. Sudah berbulan-bulan mi memang kayaknya kualitas air akuarium kita ndak beres... ditambah lagi David terlalu sibuk dengan kantor dan tidak begitu perhatikan ikan peliharaannya. Kita sudah coba cari solusi dengan beli obat di Petsmart dan memperbaiki kualitas air, tapi kayaknya terlambat mi (meskipun sempat membaik dalam waktu yang tidak lama ). It's just sad... ini detik-detik terakhir si Comet (Blackmoor tidak kelihatan karena "sembunyi" di bawah "kayu"... tapi mati tong mi ...). Kata David, dia dulu beli dua ikan ini waktu masih seukuran ibujari tangan... sekarang sudah 'raksasa' kayak gitu (blum sampe' "usia" tua eeeh... so mati gara-gara penyakit). Oh well...

Sementara saya motret, David yang lagi kerja (pas di samping akuarium) ndak mo lihat ki ikannya... sedih ki barangkali. And he kept saying: "Honey, please stop taking pictures of dead fish"

Yup. Sampe' mi waktunya untuk bersihkan akuarium dan ke Petsmart beli ikan baru. Move on...

Malamnya, kami berdua jadi juga pergi nonton Mission Impossible III di Kingstowne 16 yang jam 9.20. Malam sekali mi memang (soalnya mesti sholat Maghrib dulu... yang sekarang baru masuk waktunya setelah lewat jam 8 malam)... apalagi film ini durasinya cukup panjang, lebih dari 2 jam. Saya jadi ingat dulu nonton MI 2 di Ottawa dengan Mbak Utiek, Aki, dan Eni (kalo ndak salah) tahun 2000. Lamanya mo di'?! baru nyambung ke MI 3. Yang menarik dari MI 3 ini adalah beberapa lokasi shooting-nya di Virginia dan kota Washington, DC... kayak waktu Ethan Hunt mo masuk ke DC lewati I-395 (jalan bebas hambatan) exit ke 12th Street... sangat familiar, hehehe. I-395 itu lewati belakang gedung apartemen kami dan kelihatan dari balkon kami di lantai 6. Secara keseluruhan, filmnya cukup seru... memang mudah ditebak... isinya pun 'campur-campur', tapi fun!

Ini baru saja pulang ke rumah sudah lewat tengah malam... dan dapati si Comet betul-betul sudah 'cheriooo' . Besok mesti menguras air akuarium nih *sigh*. Nantipi sa bantu ko, Daeng :)

Friday, May 12, 2006

Ganti "baju"

Whoa! Seharian kerjaku cuma bongkar-pasang yatyasir dot com :). Ini mi gara-garanya kemarin dulu David download-kan IE 7 beta 2.0 (cantik tawwa! ) dan tampilan blog ku ini jadi kacau bukan kepalang! Karena dia tidak punya waktu untuk perbaiki (hehehe... my helpdesk is not available at the time ), dan saya malas browsing lagi, ya sudah... saya balik lagi cari desain layout original yang memang sudah disediakan Blogger. Cari yang paling sederhana... dan yang latar belakangnya hitam. Ndak tahu kenapa... saya suka, hehehe... padahal black is not my favorite color! Cuma mungkin karena kelihatan minimalis ya :). Bingo! Dapat deh yang cocok. Alhamdulillaah... I like it!

Sementara memodifikasi, eh... ternyata saya lupa meng-copy (and save) template yang sebelumnya. Padahal ada beberapa link yang mo saya masukkan di template yang baru (sebenarnya gampangji... cuma malas ma' lagi browsing dan cari link itu... Beh!). Dalam hatiku bilang "Cidda'ko!", hahahaha! Akhirnya, malah kerja dua kali... *sigh*... Dallé' nu!

Selesai pasang "Yaty's Links" dan flickr badge, eh David berkomentar (sempat-sempatnya 'intip' blog-ku padahal dia lagi di kantor, hehehe) kalo sidebar-nya terlihat kosong dan bikin page-nya agak timpang. Saya balik lihat... mmmm... betul juga. Oke mi padéng... saya tambah dengan prayertimes table dari IslamicFinder dan (website kesayanganku :P) Weather.com.... plus banner dari dua websites tersebut disamping "I Power Blogger".

Habis itu, saya "laporan" lagi. Bagemana boss?! Komentarnya pendek tapi bikin sedikit ballisi', ka kumat ki isengnya ganggui ka' *hhmmmrrrr*: "Uh oh. What's next? Music?". Bah! De ganggui ka' begitu karena dia tahu saya sering kesal kalo berkunjung ke websites dan tiba-tiba yang kedengaran suara yang gaduh karena website tersebut dipasangi media audio. Soalnya sering sekali mi kami bertiga (well, karena "my working spot" itu di ruang tengah) dikagetkan oleh websites seperti itu (yang bikin saya harus "mute" volume desktop ku biar tidak mengganggu ini orang-orang tercintaku yang biasanya lagi nonton tv... termasuk saya juga kodooong!).

Anyway, cukup mi deh bongkar-pasang kali ini. Rasanya acara "ganti baju" kali ini cukup memuaskan. Mungkin masih agak "timpang" sidebar-nya, tapi kayaknya saya ndak punya minat untuk tambah lagi. Apalagi memang blog ini saya buat memang sebagai media saya untuk ber-kabar-kabari dengan temans dan orang-orang tercintaku di tanah air, dan sebagai alat untuk saling kenal dan menjalin hubungan silaturrahim dengan siapa saja yang mo diajak ber-silaturrahim :). Dan My Simple Life ini sudah cukup memenuhi tujuan itu... Iyo toh?!

Happy Stepmother's Day!

Pulang sekolah, tanpa mengucap salam (sambil menutup pintu, saya bilang "wa'alaykum assalaam" dengan senyum "jahat" :) ), Iman menyerahkan secarik kertas (dengan tersipu menjawab: "assalaamu'alaykum") yang penuh dicoreti dengan spidol kuning (she knows that yellow is my favorite color)...

Isinya bikin saya terharu...

************
Roses are red
Violets are blue
You are my stepmom
and I love
YOU!

Happy Stepmother's Day! *gambar heart*

*attached is a tea bag: decaffeinated greentea*
Keep the tea! Yum!
************

Aaawww... langsungka' rasanya lumer. She's soooo sweet!!!

Wait... wait a minute... memang ada yang namanya Stepmother's Day?

Waktu saya tanya, dengan serius dia jawab kalo karena dua hari lagi Mother's Day (dan ini hari dan sepanjang weekend, giliran dia tinggal dengan ibunya... sebentar lagi dia dijemput)... dan karena dia sayang sama saya, makanya dia pikir kenapa tidak bikin Stepmother's Day?

"Thank you, Sweetheart... I love you soooo much,
too! You make me the luckiest and happiest stepmother in the world..." *hugs*kisses*

Ah, masuk waktu Asr... brb... I want to go pray Asr with my sweet beloved stepdaughter...

Update: Ternyata, Recognition of Stepmother's Day sudah ada sejak tahun 2000 :). Props to David. However, 2 days before Mother's Day is always gonna be a Stepmother's Day for me... starting this year... today

Thursday, May 11, 2006

Makassar... rinduuuuu!

Sepanjang hari hujan dan rasanya malaaaaaaaaas sekali bikin apa-apa. Sambil nikmati kopi (David called my coffee: nasty instant coffee! ha!) dan PB&J sandwich (apa mi bédéng ini bahasanya kita? Roti lapis selai kacang dan selai buah?), saya cek Bloglines, baca berita online dan buka beberapa blog-nya anak Ujungpandang (kemarin tambah lagi satu di "My Feed": Ana Ugie's Blog :). Salam kenal cess!).

Baca koran Fajar online... ah, berkerut lagi ini kening... masih cerita seputar Makassar yang rusuh :(. Alhamdulillaah, katanya sudah mulai mereda. Beberapa hari lalu waktu saya cerita ke David mengenai kerusuhan tersebut (yang sebenarnya murni kriminal... eh, malah jadi SARA *sigh*), doi cerita kalo hal semacam itu biasa... bahkan sering sekali terjadi di sini (Washington DC metro area), tapi kebanyakan masyarakat pelaku kerusuhan adalah warga Afro-Amerika dan "korban"nya adalah imigran pendatang (dari Korea). Tapi terus terang kemarin yang bikin saya kesal (dapat "berita" dari milis unhas-ml) adalah para mahasiswa yang demonstrasi dengan melakukan penyisiran (sweeping) warga etnis Tionghoa di jalan-jalan. Bah! Talékang-nya deeh?! Apa bédéng hubungannya??? Untung ada ketemu chatting sama Kole', rasa ballisi' saya tumpahkan...

Yaty (5/10/2006): bagemana mi mks? masih mencekam kah? sa tadi baca blognya anak mks... masa' bedeng mahasiswa main sweeping warga tionghoa??? bisanya itu? dmana de taro' otaknya itu MAHASISWA?

yasirbaeda (5/10/2006): oo ... begitu memang mahasiswa UMi and 45 and IAIN

Yaty : bukan mahasiswa itu kawe... tapi maha tolo

yasirbaeda : ROFL

yasirbaeda : waktu saya ke kota kemarin malam, sempat ja' juga di tanya ...

yasirbaeda : sa bilang masa' ko tahan2 mobil

Yaty : betul2 jaka sembung... main sweeping orang yang tidak ada hubungannya dengan itu kejadian

yasirbaeda : eh dia bilang .. gara2 cina mi ini ....

Yaty : WHAAA???

Yaty : gara2 tolo mu!

yasirbaeda : sa bilang ... jangko pade'na beli apa2 sama cina

yasirbaeda : de nda' bisa ngomong ... sa ditahan sama sekjurnya Kapal .....

yasirbaeda : tapi akhirnya dilepas juga ....

Yaty : de kira ko cina juga?

yasirbaeda : yoi

Yaty : bah! otak tolo!

yasirbaeda : emanglah

Yaty : padahal itu mahatolo mestinya yang ksi tenang masyarakat yang tidak cukup berpendidikan (gampang di-kompori).. bukannya malah ikut-ikutan jadi super tolo!

yasirbaeda : hanya unhas yang tidak bikin demo ... yang lucunya ... ukip juga demo ....??? baru banya'nya mahasiswanya yang keturunan cina

Yaty : deh... knapa sa yang jadi ballisi' sekali dengar ki?

yasirbaeda : biassalah ... kan ko lagi di luar?

yasirbaeda : ina juga ballisi' sikalia

Yaty : weh... kalo sa di Mks pasti pasang muka ballisi' ka' juga kalo lewati itu mahatolo yang sweeping orang

yasirbaeda : pikir2 mako ... ada Tante Tatti ... bayangkan mi kalau de persis ada di jalanan depan UMI

yasirbaeda : pastimi di hadang

Yaty : tapi kan tante tatty pake' jilbab

Yaty : ato malah dikira pa'balle-balle???

Yaty : ededeh...

yasirbaeda : mungkin mi .... tapi sudah bagus mi kemarin, dilokalisir ki itu mahasiswa ... so mereka tdk menyebar kompori masyarakat

yasirbaeda : ternyata memang ada yang tunggangi ...

Yaty : oh? sapa bedeng? gggrrrrr... knapa sa makin ballisi'? tunggu... pi ka' minum dulu

yasirbaeda : jangko terlalu ballisi'

.........

Saya ingat setiap kali peristiwa (yang sebenarnya tidak perlu terjadi) seperti ini, Tante Tatty dan Kak Ina jadi tidak bisa keluar rumah (sekolah) karena mereka berdua punya raut muka kayak orang Tionghoa. *Sigh*. Susahnya di' kalo merasa superior dibanding yang lain. Padahal sama-sama jaki'! Yang mulia di hadapan Tuhan adalah yang paling baik amalnya. Amal apa mi bédéng itu kalo menyakiti orang lain yang tidak bersalah? Bah... knapa sekarang saya jadi ballisi' lagi?!

Karena dua hari ini 'cerita' tentang Makassar terus, eh... jadi rinduuuuuuuuuuuuuu (lagi) mo rasanya pulang. Apalagi kalo ingat Kak Ina sekeluarga akan pulang ke Makassar for good bulan Juli nanti (insya Allah). Makan siang tadi mie instant indomie... jadi ingat Ibu yang suka senyum-senyum lihatka' kalo makan indomie dan berkomentar: "Makan makanan tidak sehat ko lagi?" (ka saya suka bilang indomie itu "makanan tidak sehat", hehehehe... Ppsst... Bu, jangan keras-keras ngomongnya, nanti orang Indofood marah? ;) ). Trus... dapat sms dari teman kantor di Makassar...

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh... My head now is full of everything about Makassar! *hiks*hiks*. Daripada "maccilé"(Bugis = merembes? alias nangis :) ), saya chatting dengan David yang juga lagi sibuk di kantor sambil iseng browsing internet tentang makanan khas Makassar (kalo mo menarik perhatiannya, bicaralah tentang makanan! hahaha!). Mmmm... do you want to eat Pallu Butung, Honey?

Alhamdulillaah, semua bahan ada... ekstrak daun pandan kalengan pun ada. Ah, jadi juga Pallu Butung-ku. Karena kita kebetulan ndak punya es batu, jadinya betul-betul pallu butung dan bukan es pallu butung, hehehe. Pas Iman pulang sekolah, saya tawari... dan dia suka!!! Yay!

Kata orang, kalo lagi rindu dengan kampung halaman, coba bikin sesuatu yang bisa mengobati rasa rindu itu... Dan pallu butung ini sedikit bikin rinduku terkikis. Kata orang Italia, semua persoalan bisa diselesaikan dengan satu kata: "Maanja!" Let's eat!!! hehehehehe

And David says: "... And when are you going to make me barongko??"

Hah?! Maté maki' eh!!!!

Sunday, May 07, 2006

Akhir pekan yang menyenangkan

Akhir pekan selalu menyenangkan kalo David lagi tidak sibuk dengan urusan kerjaan, apalagi kalo Iman lagi dengan kita. Alhamdulillaah... dua hari di akhir pekan kemarin sangat menyenangkan. Hari Sabtu, kita brunch di IHOP yang ada di Springfield dan setelah itu singgah di Target beli ini itu... termasuk beli kacamata hitam alias sunglasses yang sejak lama saya hindari, hehehehe. Bukan apa-apa, saya paling tidak suka sebenarnya pake' sunglasses karena selain susah bertengger di hidung (tidak ada memang tong tempatnya bertengger! hahahaha! Hidungku memang "sedikit" kasiaaaaan dan waktu masih kecil -- sampe' besar, haha! -- selalu jadi bahan olok-olok di rumah) juga karena saya merasa aneh dan tidak bisa melihat dengan jelas (pokoknya tidak nyaman lah). Padahal mataku gampang sekali berair kalo kena pantulan cahaya yang berlebihan (silau... apalagi kalo lihat fulus, hahahaha!) ditambah lagi selama musim pollen untuk melindungi mata disarankan untuk pake' kacamata (sunglasses). Yaaaa... karena sedikit 'terpaksa' (dan dipaksa, hehehe), akhirnya saya jadi juga punya sunglasses. Pas di mobil coba pake' (karena memang silau), David motret dengan smartphone-nya... dan dia pasang di flickr-nya dan kasih 'judul': My Rock 'n Roll Wife! Patoa-toai na deh?!!! Soalnya kacamata yang saya pilih rada-rada futuristik. Weeeeey... yang penting bagusji "bertengger"nya gaaaang! Ndak terlalu kelihatan ji "mancung ke dalam" nya toh?! hahahaha!

Selesai dengan itu, kita book shopping di Barnes and Noble di kawasan perbelanjaan yang sama. Kali ini saya tidak beli buku... masih cukup banyak yang bertumpuk di rumah belum 'tersentuh' mataku. Belum lagi majalah National Geographic yang edisi bulan April dan Mei belum sempat saya baca (baru baca sambil lalu). Well, karena saya lagi seru-serunya baca buku seri lonely planet World Food JAPAN, sedangkan David lagi baca World Food: VIETNAM. Iyo, kita ke toko buku untuk belikan Iman buku bacaan... karena bahan bacaannya habis semua mi dia baca yang ada di rumah. Sementara pe-er nya setiap hari adalah wajib membaca selama paling tidak 45 menit. Baba-nya belikan setumpuk buku... dan kayaknya cukup buat sebulan dia baca. Dalam perjalanan pulang ke rumah, kita bikin rencana untuk jalan besok. Awalnya, kita bermaksud ikut Fiesta Asian di downtown DC... ternyata festivalnya berlangsung hari itu dan pas kita tahu eeeeeh... sudah menjelang sore, yang artinya pestanya sudah usai! But then, David came up with a very nice plan... to go to West Virginia!

Akhirnya tadi, hari ini, jadilah kami bertiga berangkat dengan ESPRSSO menuju Harpers Ferry. Perjalanan selama kurang lebih 1.5 jam dari Alexandria ke Jefferson County cukup menyenangkan. I was sooo excited... ini adalah kunjungan pertamaku ke negara bagian (state) West Virginia! Tiba di gerbang masuk Harpers Ferry National Historical Park untuk bayar tiket masuk (untuk satu mobil ongkos masuknya $6), David malah sekalian beli 2006 National Parks Pass yang berlaku di seluruh taman nasional se-US (388 National Park!) selama setahun (with only $50)! Dia bilang karena kami memang sama-sama suka nature (David dulu sampai tamat SMA masih aktif ikut kemah alam sebagai anggota boyscout -- pramuka-nya disini), tidak rugi sama sekali untuk beli tiket yang berlaku setahun itu. Wow! Senangku!!! Setelah dapat kartu pass masuk, petugas (ranger)nya juga kasih kita peta dan petunjuk resmi tentang Harpers Ferry, serta buku manual seluruh taman nasional yang boleh kita masuk bebas dengan kartu yang baru kami beli.


Hal paling menarik dari taman nasional ini adalah karena merupakan "titik temu" dari tiga negara bagian: Virginia, Maryland, dan West Virginia... dan merupakan tempat dua sungai: Shenandoah dan Potomac (sungai besar ini juga melewati kota Washington DC) bertemu. Selain dari Wikipedia, informasi lengkap tentang taman nasional ini bisa diakses juga lewat website resmi Harpers Ferry National Historical Park.

Anyway, we really had a great time there. Kota tua dan bangunan-bangunan bersejarahnya oke punya. Belum lagi di Harpers Ferry ini dilewati Appalachian Trail (waktu ke Shenandoah Valley bulan November lalu kami juga temui Appalachian Trail ini). Setelah makan siang di Secret Six Tavern, kami mulai jalan (hiking) sambil terkadang singgah membaca guide sepanjang jalan dan pada tempat-tempat bersejarah seperti St. Peter's Roman Catholic Church, St. John's Episcopal Church ruins (yang waktu perang saudara dijadikan rumah sakit darurat), John Brown's Fort, Jefferson Rock, Harpers Cemetery, The Point, footbridge to C&O Canal (sambungannya ada di Georgetown, Washington DC), sampai menikmati damainya Sungai Shenandoah, Sungai Potomac, dan nonton para penikmat alam yang lagi canoeing, pengunjung dengan perahu karet... dan nonton Iman main air sungai :), serta tidak ketinggalan nonton kereta yang lewat di Old Winchester & Potomac Railroad Trestle. Untuk lengkap dan jelasnya, silakan lihat gambar yang saya ambil selama di sana: Harpers Ferry National Historical Park Photo Album. Tapi ini "rangkuman"nya :)


Jalan kaki memang olahraga yang menyenangkan... apalagi kalo dilakukan di taman nasional yang cantik seperti HFNHP ini. Total jalannya kita cukup jauh, which was really really good :) 'coz we all need that. Kami pulang kembali ke rumah dengan hati puas... insya Allah kapan-kapan kami akan balik lagi... rasanya masih ada saja yang belum sempat kami lihat di sana :). Dalam perjalanan pulang, hujan turun cukup deras... aaaaahhh... segaaaaaaaaar!!!

I loooove rain... have I told you that? hehehehe...

Saturday, May 06, 2006

Art Time!

Wuuhhuuuyyy! Akhirnya berhasil juga saya bingkai kodong ini hasil karya waktu luangku setelah beberapa minggu tetap ter-attached di buku gambar. Ndak asing toh? karena memang ini juga saya jadikan gambar latar profilku di Friendster.


Sekarang, setiap kali masuk ke apartemen, gambarku ini "menyambut" dengan salam. Yup, itu kaligrafi "Assalaamu'alaykum" yang dikelilingi motif sakura. Bagusji toh?! Hehehehe... puji alé...

Semuanya berawal hari Jumat kemarin...

Senangku' blah kemarin bisa ke Plaza lagi. Jangan salah... ini bukan mall, shopping center atau tempat ngécéng... tapi (jaringan) toko yang jual peralatan seni (gambar, lukis, dan teman-temannya :) ) dan bingkai foto/gambar. Ikut David ngantor ke downtown DC, saya jalan kaki (japrut = jappa paruntang) beberapa blok ke 20th Street untuk bisa memuaskan hasrat hati di Plaza, hehehe. Alhamdulillaah cuaca bersahabat ji... meskipun pollen rate masih cukup tinggi, tapi pohon oak yang baru saja jadi "musuh besar"ku sudah berhenti mi bercinta (bayangkan mi itu serbuk sari alias sperma-nya ditebar-tebar di udara! Bisanya di'... pohon oak yang "bercinta", saya yang mabok! hahaha!!!).

Plaza yang ada di downtown DC tidak begitu besar tokonya. Tapi isinya... édédéh... bisa bikin bangkrut kalo mo diikuti kata hati. Orang Bugis bilang, benynya mata... rasanya mo semua dibeli. Kalo tidak ingat harus balik ke rumah (artinya butuh waktu sekitar 45 menit naik metro train dan bus untuk sampe' di Alexandria) sebelum Iman pulang sekolah jam 3:10pm, pasti mi saya betah berlama-lama disitu. Setelah beli tinta untuk pena kaligrafi-ku (baru saya lihat kemarin kalo habis mi waktu mo tolong tuliskan sertifikat untuk temannya si Daeng), beli beberapa buku sketsa berbagai ukuran, dan 2 bingkai dinding (wall frame), dengan berat hati (tapi dengan hati senang, hehehe... sensasionalnya deeeh... kayak sinetron saja :p) saya pulang ke rumah (pake' singgah di toko halal store dekat rumah).

I was sooo excited. Sampe' di rumah langsung ka' kutak katik bingkai yang tadi saya beli dan pasang kaligrafi "Assalaamu'alaykum" di atas di dinding depan pintu masuk ke apartemen. Trus, waktu Iman pulang sekolah, saya ajak dia bikin "project" membuat kaligrafi, menghias dan membingkai puisinya yang berjudul "Black" yang beberapa minggu lalu memenangkan tempat kedua perlombaan menulis puisi di sekolahnya. My young lady ini cukup kreatif dan termasuk dalam karakteristik pemimpi (hehehehe... or in English we called it: a dreamer)... daya imajinasinya tinggi sekali (mengingatkanku sama ponakanku tersayang, Lala :) ) dan dia itu BIG FAN-nya Harry Potter, hehehe. Setelah selesai saya tulis ulang puisinya (gurunya mem-print satu kopi untuk kami dan satu kopi lagi untuk mamanya), giliran Iman yang menggambar di 'ruang' yang kosong di sisi-sisinya. Habis itu, dengan sedikit 'finishing touch' dan memodifikasi bingkainya, jadilah karya puisinya Iman terbingkai cantik dan menghiasi ruang tengah apartemen 'home sweet home' kami...


Iman senang sekali... apalagi itu karya pertamanya yang kita pajang dengan bingkai. Saya dan Baba-nya kompori-ki untuk terus bikin karya yang bagus dan bisa kita pajang untuk penuhi dinding apartemen kami yang masih banyak ruang kosongnya :).

I always enjoy my "art time"! Mungkin berikut saya bikin kaligrafi ayat kesayanganku (Ayatul Kursiy) dan surah kesayangan David (Al-Ikhlas)?

Well, kita lihat saja nanti! (kayak lagu saja, hehehe).