Sunday, August 31, 2008

Dari kami dengan cinta...

Bismillaah. Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Kepada yang tercinta: seluruh keluarga, karib kerabat, sahabat dan teman yang disayangi Allah swt. Dengan penuh rasa sukacita dan bahagia, kami sekeluarga mengucapkan:

Ramadhan Mubarak 1429H From Us to You

Semoga berkah dan kasih sayang Allah swt menaungi segenap hati kita untuk mengawali Ramadhan ini dengan niat yang tulus ikhlas hanya mengharap pengampunan dari-Nya hingga di akhir dapat terlahir suci kembali, insya Allah...



Alhamdulillaah... bisa bertemu Ramadhan lagi. Adalah suatu nikmat tiada terkira bisa berpuasa dan menjalankan ibadah berlipat ganda dan berharap hati ini kian dekat dan dekat dengan Sang Maha Pemberi Hidup di tengah keramaian dunia akan hal-hal yang menjauhkan saya dari-Nya.

Alhamdulillaah... meski sudah memutuskan untuk mempergunakan "hak istimewa" untuk tidak berpuasa kali ini, saya tentu saja tidak ingin melewatkan kesempatan emas untuk semakin dekat dengan-Nya di bulan penuh pengampunan ini. Iya, setelah berdiskusi dengan David dan mengkonsultasikannya dengan dokterku, kami semua berkesimpulan untuk adalah lebih baik bagi saya untuk "istirahat" berpuasa Ramadhan tahun ini. It's gonna be my first time ever! Tahun 2006 waktu hamil Zahra, saya berpuasa penuh dan hanya "kalah" satu hari. Dan tahun 2007 lalu, saya "kalah" karena kena flu dan perjalanan pulkam ke Makassar selama beberapa hari meskipun kasih ASI full sama Zahra. Alhamdulillaah... semuanya dimudahkan Allah.

Tahun ini, I'll take a break. Kalo Allah kasih pilihan untuk tidak, ya kenapa tidak digunakan? begitu kata dokter Fauzia sambil tersenyum lebar ke saya waktu saya tanyakan hal tersebut ke beliau 2 minggu lalu. Sebenarnya ada rasa berat juga... seperti yang saya bilang di atas kalo saya blum pernah meninggalkan/tidak berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh. Mungkin ini cara Allah untuk merobohkan "keangkuhan" saya karena tidak mau menggunakan "hak istimewa" yang Dia berikan :). Wallaahu a'lam - hanya Allah Yang mengetahui. Tapi insya Allah, to-do list Ramadhanku: sholat layl/tahajjud dan khatam Quran selama Ramadhan akan saya mulai malam ini... semoga bisa sholat tahajjud setiap malam dan menjelang Ramadhan berakhir saya bisa menamatkan Quran... Aaamiin!

Insya Allah, besok David akan mulai berpuasa. Saya janji akan menemani doi makan sahur. Iman sudah mulai sekolah hari Selasa nanti, jadi kami "dapat"kan dia di akhir pekan saja. Zahra semoga bisa dapat berkah semakin mengenal Allah melalui kami orangtuanya (Aamiin!). Dia sudah mulai pintar melipat tangan pada saat ikutan sholat jamaah dengan kami -- meski habis satu kali sujud dia main lagi, hehehe -- dan tidak pernah mengganggu kami kalo sedang sholat... alhamdulillaah. Dan blum juga kami akhiri sholat dengan salam, dia sudah menganjurkan tangannya untuk menjabat dan mencium tangan saya dan ayahnya. It's sooo cute! Alhamdulillaah...

Selamat berpuasa, orang-orang tercintaku. Tolong ingat juga kami dalam doa kalian...

Tuesday, August 26, 2008

Cerita pendeknya

Janji mo cerita panjang tentang berkah YKJ, rasanya mesti saya dahului dengan cerita versi pendeknya. Sedikit cerita tentang kekhawatiranku dan juga keikhlasanku terhadap rencana Allah swt atas rejeki hamil kedua ini.

Waktu test dengan ClearBlue digital tanggal 16 Agustus lalu, dua hari sebelumnya saya sudah mengalami spotting (= flek berwarna kecoklatan) yang kemudian saya curigai sebagai implantation bleeding seperti yang saya alami dulu di awal kehamilan dengan Zahra (spotting itu berlangsung hanya 2 hari dan sama sekali "clear"). Lain dengan kali ini. Setelah testnya positif, sampai akhirnya kunjungan untuk konfirmasi ke dokter tanggal 19 Agustus, spotting itu tidak berhenti. Tentu saja itu jadi topik utama yang saya kemukakan ke Dr. Fauzia... dan setelah melihat dengan transvaginal ultrasound letak janin berada di dalam rahim (salah satu penyebab spotting/pendarahan adalah kehamilan di luar rahim atau ectopic pregnancy yang alhamdulillaah tidak terjadi pada saya). Beliau juga menenangkan saya dan bilang kalo banyak sekali perempuan yang di awal kehamilannya mengalami spotting dan berakhir dengan melahirkan bayi yang sehat. Tapi tidak pula menutupi kemungkinan kalo spotting itu pertanda awal dari miscarriage (MC) alias keguguran. Untuk menghindari hal tersebut, dokterku memberikan 3 resep yang diharapkan bisa membantu mempertahankan janin kami: antibiotik (bisa jadi penyebab spotting adalah infeksi bakteri), hormon progesteron (untuk memperkuat dinding rahim dan mempersiapkan sebelum placenta siap mengambil alih untuk "memelihara" calon bayi), dan baby aspirin alias aspirin dosis rendah untuk menghindari terjadinya penggumpalan (clot) darah. Ketiga "obat" ini memang sering diberikan pada ibu hamil (yang besar resiko MC) di trimester pertama (1-12 minggu) untuk menghindari resiko keguguran. Minum obat-obat tersebut (yang hormon masuknya lewat "yang lain", hehehe) ditambah dengan vitamin prenatal 2 biji betul-betul jadi rutin yang tidak menyenangkan. Tidak minum pun saya sudah mual dan pegal seluruh badan... jangan ditanya lagi dengan nambah obat-obatan tersebut. Dulu waktu Zahra, saya cuma dibekali vitamin prenatal... tak ada obat ini itu. Tapi, demi si adek YKJ apapun akan saya lakukan.

Hampir seminggu rajin menjalankan apa yang dokter sarankan, spotting-nya stop. Alhamdulillaah. Not until this morning waktu hendak wudhu untuk sholat subuh. Si spotting ada lagi... dan kali ini bukan kecoklatan lagi tapi pink. Terus terang, saya sangat-sangat khawatir. David menenangkan dan memeluk saya sayang. "What if we lost the baby?" kata saya pelan ke David. Kehilangan apa saja tidak membahagiakan... apalagi kehilangan bayi (I've already fell in love with YKJ meskipun dia masih keciiiiil sekali). "Then it's not meant to be, Baby!" Apa yang Allah rencanakan buat kita tentulah yang terbaik. Kalo memang si Junior tidak bertahan, tentulah itu yang terbaik. "Keep your faith... and all we can do is du'a, du'a, du'a... Insha Allah, we'll be sabr... and Allah loves people who's sabr...", kata suamiku panjang lebar. Kami kemudian berangkat ke Lab untuk test darah (membawa pengantar dari dokterku), yang akan ditindaklanjuti dengan test darah (lagi), urinalysis, dan glucose test 48 jam dari hari ini (insya Allah hari Kamis... bakal heboh lagi karena yang diambil darahnya lebih dari 5 vials menurutku setelah melihat daftar test yang mesti dilakukan).

So, hari ini saya mencoba untuk tetap berpikiran positif dan ikhlas dengan apa saja hasilnya nanti. Sejak awal saya dan David memutuskan untuk "mengumumkan" rejeki ini begitu ada konfirmasi dari dokter kalo kami memang hamil. Kami tidak menunda menunggu sampai "safe 12 weeks - first trimester ended". Sebagai muslim yang menggantungkan segala sesuatunya HANYA kepada-Nya, kami tidak percaya pamali. Kami percaya dengan membagi kabar bahagia ini segera setelah kami dapat konfirmasi dokter, kami akan dapat doa dan support dari siapapun yang kami bagi kabar tersebut. Makin banyak yang tahu, makin banyak yang mendoakan. Dan Allah mendengar doa hamba-hamba-Nya. Kalo seandainya berakhir dengan tidak seperti yang kami inginkan, kami tentu berharap doa dan dukungan lagi... untuk menguatkan hati kami dan untuk terus bersabar. Pengalamanku membuktikan bahwa IKHLAS itu indah... Kepahitan apapun bila disertai dengan keikhlasan insyaAllah membuahkan kesabaran dan kelapangan hati...

Please keep us in your prayers... doakan Bunda dan YKJ ya? Doakan yang terbaik bagi kami. Saya akan mencoba untuk mengabari di sini kelanjutannya. Salam cinta dan sayang...

Tuesday, August 19, 2008

Alhamdulillaah...

It's confirmed. We just came back from my Ob-gyn... and InsyaAllah, our Yasir Kearns Junior will due on April 19th, 2009. Zah will be Kakak Zah... :)

Pregnant Yasir Kearns Junior 1st USG
Home test dengan ClearBlue digital (subuh, 16 Agustus 2008) yang saya sambut dengan sujud syukur. Dilanjut dengan kunjungan ke dokter Fauzia tadi sore (19 Agustus 2008), dengan transvaginal ultrasound terlihat posisi calon bayi yang berada di rahim. Mengingat usiaku yang lewat 38, mengetahui letak posisi calon bayi sangat penting di awal kehamilan (resiko untuk hamil di luar kandungan cukup besar untuk usia riskan seperti saya... Na'udzubillaahi min dzaalik)

Cerita panjangnya menyusul ya... please keep us in your doa... Doakan semoga "perjalanan" 9 bulan ini dimudahkan dan dilancarkan Allah swt. Aamiin!

Yang berbahagia,
Ayah, Bunda, Kakak Zah, Kakak Iman... dan seluruh keluarga besar Yasir dan keluarga besar Kearns :)

Alhamdulillaah ya Allaah...