Wednesday, December 19, 2007

What a day!

Sebenarnya saya adalah orang yang paling heboh (baca: bahagia) kalo bertemu dengan sesama muka "serumpun" bangsa Melayu di rantau. Tidak cuma di Amerika sini, tapi juga waktu sekolah di Toronto dulu. Rasanya gimanaaaa gitu... kayak ada teman senasib berada jauh dari kampung halaman dan kerinduan akan tanah Melayu (baca: Indonesia) seakan terlepaskan sejenak. Tidak seperti di Toronto yang kalo ketemu saudara serumpun baik dari Indonesia maupun negara tetangga selalu "manis" dan biasanya berakhir dengan persahabatan, di sini tidak cuma sekali saya mendapatkan "janjang birrisik" (Bahasa Makassar = tatapan tidak bersahabat; unfriendly look) dari "saudara" sesama bangsa Melayu. Ah... sedihnya...

Seharian tadi, saya dan David berpuasa sunnah Arafah menyambut Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. It went very well (alhamdulillaah)... kami berdua sama sekali tidak lemes, dan karena hari "pendek" laparnya tidak begitu terasa. Pada saat sedang berbuka puasa, kami dapat berita darurat kalo Iman tidak ada yang menjemput dari sekolah (ibunya dapat musibah kecelakaan kemarin - mobilnya ditabrak dari belakang pada saat dalam perjalanan menuju ke kantor). Jadilah saya berpakaian seadanya (pake' jilbabku yang paling gampang dikenakan) sambil mempersiapkan Zahra untuk ikutan (kalo tidak ikut, sama siapa mi di rumah? hehehe) menjemput kakaknya di Alexandria. Setelah sholat Maghrib kami bertiga "cabut" dari Rockville siap-siap menghadapi kemacetan "rush hour" di Beltway; dan sebelum "after school program"nya Iman selesai kami sudah berada di sana (hampir 1 jam kami tertahan macet di jalan!). Not so bad lah... at least we were there on time to pick her up :). Habis itu, kami mampir di apartemen ibunya Iman untuk menengok sekalian mengambil beberapa perlengkapan yang Iman perlukan untuk sholat Eid besok (rencana awalnya, dia dengan Ibunya pada saat lebaran... tapi karena musibah kecelakaan itu jadinya dia dengan kami).

Singkat cerita, dalam perjalanan pulang kembali ke Rockville, kami singgah di Food Corner (restoran Afghani Kabab) untuk makan malam. Seharian berpuasa, kami belum sempat makan apapun selain minum air pada saat berbuka. Lagipula tempat ini merupakan salah satu restoran favorit kami. We love the place... mostly because the food is yummy and the owner is muslim (semua dagingnya halal) dan pemiliknya sudah kami kenal dan mengenal kami dengan baik (langgananki' sambalu'! hehehe). Pada saat selesai memesan makanan, masuk satu keluarga yang mukanya muka Melayu, sepasang suami isteri (isterinya berjilbab juga) dan lima orang anak. Wah, saya tidak bisa menahan rasa girang... senyum lebarku sudah mengambang duluan. Kalo lihat 'gesture'nya, saya menebak mereka pasti orang Malaysia. Benar dugaanku... Pada saat kami duduk dan saya mempersiapkan Zahra untuk makan, dua orang anak lelaki mereka melambaikan tangan ke Zahra. Ah, alhamdulillaah... mereka ramah, pikirku (sambil terus tersenyum dan menyuruh Zahra melambaikan tangan ke mereka).

"Orang Indon?" tanya si Bapak.

"Iya"... senyumku tambah lebar. Ah, nassami mereka orang Malaysia! Biasanya saudara serumpun dari Malaysia menyebut orang Indonesia dengan sebutan "Indon" instead of Indo atau Indonesia.

"Sudah lama di sini?" kata si Bapak lagi. "Hampir 3 tahun" jawabku. Itu... (sambil menunjuk tempat duduk David -- waktu itu David lagi mengambil makanan pesanan kami) majikan?"

Senyumku berubah jadi senyum paccé (Bahasa Makassar = kecut)... tapi kemudian entah darimana kemana, datangki malaikatku (hehehe). Senyum yang kecut tadi berubah jadi senyum manis seperti sebelumnya dan menjawab ringan dengan hati lapang: "Suami".

"Oh" kata si Bapak. "Oops..." kata si Ibu yang pake' jilbab.

Mereka kemudian terdiam (dan agak salah tingkah) dan balik mengurus dan bercengkerama dengan anak-anak mereka. Saya kembali ke aktifitas menyuap Zahra. Tidak satupun keluar kata maaf dari mulut mereka.... meskipun secara jujur saya memang tidak mengharapkan itu.

Begitu David muncul, saya langsung bilang: "Honey, they are Malaysian". David tersenyum dan memberi salam "Assalaamu'alaykum", yang dibalas langsung oleh si Bapak. Trus, berbasa-basi dia tanya apa Iman dan Zahra anak-anakku. Iya, kataku. Weleh... jangan sampe' dikira bukan pembantu tapi babysitter! Whoa!!!

"Di sini, saya yang majikan," kata saya kepada mereka begitu David duduk. "In Indonesia, I work for the government... tapi di sini saya majikan dia" sambung saya lagi sambil tersenyum lebar. Tanpa memperhatikan reaksi mereka (yang jelas, waktu saya bilang begitu, mereka melihat dan mendengar saya dengan jelas -- kami berseberangan meja), saya dengan damainya balik menyuapi dan main dengan Zahra lagi.

Selesai makan dan beranjak keluar, saya sempatkan menggendong Zahra dan mampir ke meja keluarga "saudara serumpun" itu dan mengucapkan "Selamat Hari Raya" dan bercakap sejenak. Mereka kelihatan agak sungkan juga (mungkin masih merasa tidak enak sudah berasumsi kalo saya ini pembantu-nya si "bulé'", hahaha).

Di mobil, saya ceritakan semua ke David. Saya bilang, alangkah nikmatnya berbesar dan berlapang hati pada saat orang memandang kita tidak dengan husnu-zhon (prasangka yang baik). Rasanya enaaaaaaaaaaaak betul!

You should see when years ago someone asked me if I was a maid or treat me like one, kataku ke suaminda tercintaku. I would just go mad and make them "pay" for what they did. At least, some lectures and tatapan sangar (yang kalo istilahnya David: samurai look -- mukaku kalo lagi marah, hahaha) would do... and it's a must! Kalo tidak, saya bisa koro-koroang berhari-hari (kalo tidak terlampiaskan "menyemprot" orang yang memandang rendah ke saya).

Well, I guess umur juga berperan dalam bersikap lebih dan makin bijaksana *senyum*. Tapi terus terang, saya masih bertanya-tanya. Apa yang membuat si Bapak mengambil kesimpulan kalo saya ini "pembantu" alias David itu majikanku? Apa karena pakaianku yang seadanya? Jelasmi (baca: sudah jelas) bukan karena jilbabku, karena si Ibu juga berjilbab meskipun tidak seperti jilbabku yang "jilbab anak TK Quran yang mudah dipake' dan tidak fancy seperti jilbab si Ibu.

Bukankah tidak seharusnya kita menilai seseorang dari "pakaian luar"nya? Apalagi dalam Islam, semua orang kedudukannya sama di mata Allah... yang membedakan adalah tingkat ketakwaan dan ketaatan kita kepada-Nya.

Dan bukankah Rasulullaah SAW memberikan teladan contoh kepada ummatnya untuk selalu berprasangka yang terbaik terhadap setiap sesuatu?

Atau betulkah apa yang saya baca beberapa waktu lalu mengenai orang Malaysia yang selalu memandang rendah orang Indonesia karena pengalaman di negeri mereka orang Indonesia adalah pekerja kasar dan imigran tidak sah (illegal)? Sampai salah satu keluarga Indonesia yang diplomat ataupun pebisnis di Malaysia mereka perlakukan tidak layak karena mereka kira imigran dan pekerja gelap?

Atau mungkin sangat aneh kelihatan melihat perempuan Melayu bersama dengan lelaki bulé? Well, akan sangat aneh kalo ada muslim yang menganggap itu "tidak lazim". Bukankah di dalam Quran Mulia Allah berfirman di Surah Al-Hujurat ayat 13:

"O mankind! We have indeed created you from one man and one woman, and have made you into various nations and tribes so that you may know one another; indeed the more honourable among you, in the sight of Allah, is one who is more pious among you; indeed Allah is All Knowing, All Aware."

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan dirimu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal; sesungguhnya yang termulia di antara kamu di hadapan Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal."

Banyak lagi "Bukankah?" dan "Apakah?" yang memenuhi kepalaku. Dan setiap dua kata tanya itu muncul, saya selalu berusaha mencari jawaban kira-kira yang mana yang mungkin cocok. Pada akhirnya, saya berkesimpulan (dan ini menjadi bahan diskusi saya dengan suami) kalo tidak semua pertanyaan tersebut harus punya jawaban. Tiap orang berbeda dalam memandang dan menilai sesuatu. Dan semuanya berpulang pada diri saya sendiri untuk menyikapinya. Apakah akan bertingkah laku yang sama dengan berasumsi terhadap sesuatu atau seseorang, atau membiarkannya sebagai "cambuk" untuk menjadi lebih bijak dan lebih baik dan lebih baik lagi. Yang pasti, apapun itu, selalu lah berprasangka yang baik dan menyikapi sesuatu dengan lapang dada, Yaty! Disangka pembantu pun tak mengapa... asalkan "pembantu" yang taat kepada Sang Majikan, Sang Pencipta. Iyo toh? *wink*. Pengalaman hari ini tidak membuat saya jadi "anti senyum" kalo ketemu dengan sesama bangsa Melayu. Disikapi dengan baik ataupun tidak, that's not my business. Yang jelas, saya akan tetap berusaha untuk seperti yang sekarang: tidak kapok untuk ramah dan tersenyum meski belakangnya disangka pembantu, hahaha!!!

What a day!

Besok kami berempat (saya, David dan kedua anak perempuan kami) akan ke downtown DC untuk sholat Idul Adha di new DC Convention Center. Insya Allah tinggalkan rumah menuju stasiun kereta (metro subway) jam 8 pagi. Semua perlengkapan kedua anakku sudah siap... termasuk pakaian serta makan pagi dan makan siangnya Zahra sudah saya pack siap untuk dimasukkan ke tas besok. Ah, bahagianya!!! Meski terselip juga rasa rindu untuk (kembali) berlebaran dengan Ayah dan Ibu dan keluarga tercinta di Makassar. Come on, Yaty... don't be greedy... kan sudah mi lebaran Idul Fitri kemarin? Eh, bisa ji berharap toh? hehehe.

Dan pada akhirnya, sebelum berangkat tidur, saya sekeluarga mengucapkan kepada sesama muslim sedunia di manapun berada:

Idul Adha 1428H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyyah
Semoga kita dapat meneladani ketaatan Bapak Ibrahim 'alayhissalaam dan putranya Isma'il alayhissalaam kepada Sang Khalik... dan semoga kita menjadi insan yang lebih baik setiap hari hingga saatnya tiba menghadap-Nya... Aamiin!

Thursday, December 06, 2007

Musim dingin tiba!

Salju pertama untuk musim dingin kali ini akhirnya datang juga dan langsung heboh! Kemarin, pada saat Zahra pas berusia 10 bulan, selepas sholat Subuh dan beres-beres sebentar, saya sempat mengambil gambar flurries (= gerimis-nya salju) yang turun dengan pelan tapi pasti... dan tidak berhenti sampai menjelang Maghrib pada saat saya mengambil gambar lagi dan tinggi salju sudah mencapai setengah betis(ku)!

When it's started in the morning Maghrib time... still snowing

Musim dingin kali ini adalah kali ketiga untukku selama bermukim di US. Pertamakali "menikmati" winter 2 tahun lalu... persis tanggal 6 Desember 2005! Tapi tidak langsung sampai lebih 3 inches (kurang lebih 7.5 cm) kayak kemarin itu. Kalo dua tahun lalu saya menikmati salju pertama bersama Iman di balkon apartemen kami di Alexandria, kali ini saya dan Zahra menikmati salju dari balik jendela di ruang tengah di rumah kecil kami di kota Rockville (wish that Iman with us though...). It was just so beautiful! Subhanallaah...

Hey, mana saljunya, Bunda?Looking at the snow out the window

Sampe' hari ini saljunya masih bertahan dan sekeliling rumah dan our neighborhood kelihatan sangat cantik!

Halaman belakang rumah red berries covered with beautiful white snow

Dari beranda depan melihat ke samping Pohon Maple dan Pinus di samping rumah


Zahra's first snow 2007

Kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan salah satu fenomena alam ini ke anakku. So, I took Zahra outside (of course, sebelumnya pake'kan dia jaket overall-nya) dan meletakkan segenggam salju ke tangan kecilnya... Ucap alhamdulillaah, anakku... kita mesti bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah menikmati salah satu keindahan alam ciptaan-Nya...

Ayah sibuk main salju, heheheSelesai itu, kami berdua masuk ke dalam rumah dan asyik memandangi salju yang bertumpuk dari balik jendela. Sementara itu, Ayah (kodooooooooooong) bersusah payah membersihkan si "Hitam" sebelum salju yang menutupinya mengeras dan menyekop salju di jalan masuk samping rumah (driveway). Sorry deh 'Yah... nanti kalo Zahra sudah besar, giliran Zahra yang 'nyekop salju... dan Ayah bisa menikmati kopi di dalam rumah... insya Allah *wink*.

Selamat datang, winter! Semoga damai dan rasa cinta kepada Sang Pencipta dapat menghangatkan hati dan jiwa kita di tengah musim dingin yang telah tiba... Aamiin!

Monday, November 19, 2007

Zahra Sakit dan Rindu Ibu

Dua hari yang sangat melelahkan dan bikin hati saya rasanya robek tidak karuan. Zahra sakit.

Sejak kemarin pagi, anakku tersayang muntah pada saat dia sedang minum ASI. Awalnya saya sama sekali tidak ngeh dan khawatir... soalnya dia memang biasa spit up (buncang atau gumoh) meskipun sudah beberapa bulan terakhir (sejak dia mulai makan MPASI alias solid food) frekuensi dan kuantitas spit up-nya sangat berkurang. Boleh dibilang sejak masuk 8-9 bulan dia jarang sekali spit up. Setelah mandi (well, separuh badan betul-betul basah penuh ASI yang dimuntahkan) dan mengganti baju, seperti biasanya saya mengganti popok dan menyiapkan makan pagi Zahra berupa campuran yoghurt, buah, dan rice cereal. Aneh... kali ini dia sangat tidak semangat makan. Malah menolak dengan telak (sejak bulan lalu, dia sudah pandai sekali mengekspressikan diri kalo menolak sesuatu dengan menggelengkan kepala atau memalingkan muka) dan sudah terlihat agak loyo. Sempat sih ada yang masuk... tapi tidak sampe' lima sendok kayaknya. Tidak lama kemudian, doi "ops" (pinjam istilah katanya kakak Lala untuk BAB ala bayi) lumayan banyak dan normal. Dia masih oke saja setelah itu, tapi menjelang waktunya dia nap (= tidur siang) pertama jam 10, sudah kelihatan sekali kalo ada yang tidak beres... tidak seperti biasanya lincah dan "bertualang" menjelajahi seluruh pelosok rumah :) dengan merangkak dan berdiri. Maunya bersandar saja di gendonganku, tapi tidak rewel sama sekali. Puncaknya pada saat saya kasih ASI (ini kebiasaan dia sebelum nap dan tidur malam), doi muntah sejadi-jadinya dengan spontan. Setelah itu, dia sama sekali kelihatan tidak bertenaga. Ayahnya sudah mulai curiga... dan minta saya untuk tidak memberikan ASI dan makanan apapun ke Zahra untuk sementara waktu. It could be stomach flu (mungkin kena flu perut -- ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan virus flu) katanya.

Flu perut merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang berbeda yang mengakibatkan penderita mengalami diare dan muntah. Flu perut ini sangat menular, dan merupakan penyakit kedua yang paling umum dijumpai di Amerika Serikat (setelah pilek atau cold). Penyakit ini menyebabkan jutaan kasus diare setiap tahunnya.

[Saya terjemahkan bebas dari: Infant Stomach Flu]

Untuk kasus Zahra, (alhamdulillaah) tidak ada diare... betul-betul hanya muntah saja. Tapi ini sama juga bahayanya... terutama karena bayi bisa mengalami dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh) yang fatalnya bisa berakibat kematian (na'udzubillaahi min dzaalik. Semoga ankku terlindung dari hal yang demikian. Aamiin!). Flu perut, seperti halnya penyakit yang disebabkan virus, boleh dibilang tidak ada obatnya selain menunggu waktu sampai tubuh "berhasil" melawan virus yang masuk tersebut.

Tadi pagi, kami sudah menghubungi dokter... dan diberi instruksi yang sudah kami tahu sebelumnya berdasarkan pengalaman David dan dari berbagai informasi yang saya dapatkan dari buku maupun internet (dan sudah kami praktekkan sejak kemarin):

  • tetap memberi Zahra ASI atau Pedialyte sedikit demi sedikit tapi sering. Saya sempat memberi Zahra ASI yang banyak -- soalnya anakku itu memang paling lahap minum ASI-nya, dan masih sementara menyusu dia memuntahkan lagi semua... *kodoooong*). Ini memang agak sulit dikontrol karena kalo Zah minum ASI dia tidak akan berhenti sebelum kenyang atau tertidur :(. Terakhir dia sudah tidak muntah lagi dan hanya "buncang" atau spit up seperti biasanya setelah saya kontrol dan memberikan dia ASI dalam jumlah sedikit... tentu saja dia pake' acara protes segala waktu saya hentikan memberikan ASI pada saat dia masih asyik menyusu :).
  • memantau frekuensi dan banyaknya kencing; karena tanda dari dehidrasi pada bayi yang sangat nyata adalah berkurangnya (atau tidak sama sekali) BAK dalam tempo 7 jam. Apabila ini terjadi, bayi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan cairan infus (intra-vena). Alhamdulillaah, dalam kurun waktu 24 jam Zahra sudah BAK 4 kali dan BAB 2 kali (tidak diare)... meskipun tetap ada 2 kali muntah besar (karena terlalu banyak minum ASI dalam waktu yang sangat singkat).

Alhamdulillaah... hari ini keadaan Zahra mulai membaik. Hanya saja, kalo kemarin dia sama sekali tidak rewel (barangkali karena tidak ada energi untuk rewel... kasiaaaan anakku!), sejak semalam dia rewelnya bukan main. Kami berdua sempat curiga kalo dia demam. Ternyata setelah beberapa kali kami ukur temperatur badannya masih dalam kisaran normal. Hari ini, Zahra cuma minum ASI sedikit sedikit secara berkala dan sedikit Pedialyte (yang ini kelihatannya dia tidak begitu suka) dan sudah tidak muntah lagi sejak tadi pagi, dan hampir tidak pernah bermain seperti biasanya selain "meringkuk" erat di pelukan dan gendonganku dan ayahnya. Sholat pun dia saya gendong. Sekarang tinggal tumpukan handuk, selimut, kain seprei dan sarung serta baju-bajuku dan pakaian Zahra yang bekas muntahan menggunung menunggu untuk dicuci (hhmmm mesti pake' air panas nih... soalnya stomach flu ini sangat menular...). Blum rasanya habis capek habis membersihkan rumah sepulang dari pulkam kemarin (tunggu ceritanya... blum sempat saya posting karena panjaaaaang ceritanya!), rumah balik centang perenang lagi. Masih pula ditambah rantasa'nya karena ada perbaikan toilet kamar mandi yang sejak seminggu belakangan ini bocor, serta langit-langit di ruang keluarga/tv yang terkelupas karena ada tirisan dari atap yang diperbaiki dan dicat oleh beberapa tukang yang dikirim landlord kami. Agh...

Tadi sambil menidurkan Zahra, ndak tahu kenapa tiba-tiba saja saya ingin menyanyikan lagu Bugis Saralao.

DéndangE déndang
Tuppua bulu ku terri
E.. kugiling alla massailé
SaralaoE
Déndang.. eee kugiling massailé
Mappalikaropalé

DéndangE déndang
Mabela lipu' ri le'ja'
E... silasa alla tenri dapi
SaralaoE
Déndang... eee silasa tenri dapi
Nalabuni Essoé

Jatuh satu-satu airmataku... karena ingat Ibuku di Makassar. Ah, sekarang sudah jadi Ibunda pun, tetap saja di saat-saat sulit seperti ini all I want is my Ibu... Beliau paling tahu cara untuk membuat saya kuat. Ah, Ibu... Yaty rindu sekali sama Ibu... :,(

Zahraku sayang... Cepatko sembuh, Nak sayang nah... Bunda dan Ayah selalu berdoa untukmu, putri kami yang sholihah...

Thursday, November 15, 2007

Urusan GC: selesai!

Lima hari lalu, David dapat kabar dari USCIS online lewat email tentang status aplikasi permohonan perpanjangan greencard-ku:

Receipt Number: EACxxxxxxxxxx
Application Type: CRI89 , PETITION TO REMOVE
CONDITIONS OF PERMANENT RESIDENT STATUS RECEIVED

Current Status: Card production ordered.

On November 12, 2007, we ordered production of your new card. Please allow 30 days for your card to be mailed to you. If we need something from you we will contact you. If you move before you receive the card, call customer service. You can also receive automatic e-mail updates as we process your case.

Just follow the link below to register.If you have questions or concerns about your application or the case status results listed above, or if you have not received a decision from USCIS within the current processing time listed*, please contact USCIS Customer Service at (800) 375-5283.

Does that mean they're sending my new (green) card? tanyaku dengan penuh curiga. Soalnya, dari pengalaman beberapa teman yang saya tahu mereka melalui interview/wawancara sebelum permohonan aplikasi mereka diterima. "I guess... we'll see", balas David. Saya mengucap "alhamdulillaah"... tapi tidak menggantungkan harapan terlalu tinggi.

Dua hari lalu (November 15), datang lagi pemberitahuan melalui pos dari Department of Homeland Security - USCIS:

Congratulations! Your request for the removal of the conditional basis of your permanent resident status has been approved. You are deemed to be a Lawful Permanent Resident of the United States as of the date of your original admission of adjustment of status. You should received a new Permanent Resident Card, Form I-551 (green card), within 60 days....

Wooohoooo!!!! Alhamdulillaah!!! Baru deh I did my "happy dance" (ini gaya "silly"ku berjoget kalo lagi gembira, hehehehe).

Dan hari ini, kartu baruku tiba... berlaku sampe' tanggal 12 November 2017!!! Alhamdulillaah... artinya kami terbebas dari urusan status keimigrasianku hingga 10 tahun mendatang. Melihat pengalaman beberapa temans, rasanya pengalamanku ngurus GC sejak dari awal selalu dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah. Dari mulai mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan di bulan Mei kemarin (Catatan: GC pertama-ku habis masa berlakunya tanggal 5 Juni lalu... dan telah diperpanjang hingga Juni 2008. Saya sama sekali tidak punya masalah sewaktu pulkam kemarin dengan kartu yang resminya sudah expired... meskipun untuk jaga-jaga, saya dan David sudah menyiapkan surat pernyataan dari USCIS yang menyatakan kalo GC 2-ku dalam proses dan saya boleh bepergian ke dalam/luar US dalam jangka setahun dari masa habis berlakunya tersebut), praktis hanya "makan" waktu kurang dari 6 bulan hingga GC-2 saya terima hari ini. So, ini menangkis praduga banyak orang kalo muslim/muslimah (pendatang) disini mendapatkan perlakuan yang tidak adil atau dipersulit oleh pemerintah US. Buktinya? Kartu GC-ku lengkap mengenakan jilbab... dan tidak pernah sekalipun mereka mempertanyakan (menyinggung sedikitpun tidak) masalah agama/keyakinan saya dalam proses imigrasi yang saya jalani. Negeri ini negeri beradab ... dan saya bisa dengan mudah mencintai negeri ini :). Lagipula, saya sudah merasa bahwa negara ini adalah negara keduaku setelah tanah air tercinta. Lain cerita kalo bicara mengenai (kebijakan) pemerintahannya, hehehe. Setiap orang punya hak dan kebebasan untuk suka atau tidak suka. Bukankah begitu? *wink*.

Jadi, kapan Yaty mo mengajukan aplikasi untuk jadi warganegara Amerika? tanya seseorang ke David. Ditanggapi dengan senyum, suamiku menjawab: Hmmm... never? *senyum simpul*. Well, saya cukup berbahagia dengan status permanent resident disini... yang tidak bisa saya punya yang dimiliki oleh warganegara US adalah hak untuk memilih. Dan lagi, satu-satunya alasan saya (ada) dibumi Amerika ini adalah untuk bersama-sama dengan suami dan anak-anakku yang mencintai dan saya cintai dengan tulus dan sepenuh hati. Selain dari itu? I don't think so.... Peace... .

Thursday, September 13, 2007

Selamat Datang Ramadhan Mulia...

Marhaban ya Ramadhan Kariim... Selamat datang bulan yang mulia...

Berjumpa lagi dengan bulan yang paling saya dan keluarga nantikan. Alhamdulillaah, masih diberi kesempatan oleh Allah merasakan nikmat dan berkah Ramadhan tahun ini insya Allah.

Ramadhan pertama ZahraCoba mukena Bunda... kedodoran

Tadi dinihari, kami bertiga makan sahur. Yup, Zahra juga terbangun pas jam 5 AM waktu jam alarm yang disetel David malam sebelumnya untuk membangunkan kami sahur berbunyi. Klo saya sudah bangun sejak setengah jam sebelumnya untuk sholat malam :). Zahra saya dudukkan di high chair-nya dan doi "nonton" kami berdua sahur sambil tidak berhenti senyum dan ngoceh. Tidak ada yang istimewa dari menu sahur kami... ya sama saja kayak makan pagi orang sini -- hanya saja saya masih dengan nasi... maklum lah masih perut Melayu... ndak kenyang kalo ndak pake' nasi, hahaha -- dengan kopi, juice, dan some pastry. Sehabis sholat Subuh berjamaah, David membaca Quran online sementara saya memberi Zahra ASI dan menidurkannya. Saya juga akan mulai tadarrus hari ini karena khatam Quran merupakan salah satu point dalam to do list Ramadhan-ku setiap tahun... insya Allah bisa khatam seperti tahun lalu.

Zahra dan Bunda habis sholatAsrRamadhan hari pertama... rasanya sangat excited. Meskipun ini bukan Ramadhan pertama saya di US dan selama berkeluarga, tapi sangat istimewa karena Ramadhan ini merupakan yang pertamakalinya ada Zahra (foto di atas dan di samping saya ambil tadi menjelang dan sesudah kami sholat Asr... kodong anakku blum punya kerudung sendiri, jadi pinjam mukena Bunda dan kerudung Kak Iman dulu sambil dia duduk di kursi Bumbo-nya sholat bareng kami, hehehe). Trus buat Iman ini juga adalah bulan puasa pertama dia wajib untuk melaksanakan. Rasa gembira dan haru berbaur di dada. Blum lagi berpikir kalo menjelang Ramadhan berakhir, kami bertiga (sayang Iman tidak bisa ikut karena sekolah) akan pulkam ke Makassar hingga akhir Oktober nanti untuk berkumpul bersama keluarga besarku merayakan Idul Fitri. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan kami pergi dan pulang nanti, insya Allah... Aamiin!

Ramadhan2007_1428H

Selamat datang, Ramadhan...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi semua saudaraku muslim/ah sedunia. Semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan menambah kekuatan iman kita untuk menjadi semakin dekat dan semakin sayang kepada-Nya... Aamiin!

Marhaban yaa Ramadhan... Selamat datang...

Lilypie 1st Birthday Ticker