Friday, September 12, 2008

Kole dan Henny dataaaaaaang!!!!

Welcome to the USA, Kole and Henny!

They are finally here! Alhamdulillaah... setelah selama kurang lebih dua bulan menanti, lengkap dengan segala urusan imigrasi dan interview di konsulat US di Osaka bulan Agustus lalu, mereka akhirnya tiba di Dulles langsung dari Narita pagi ini. We're so excited... especially me. Ini untuk pertamakalinya ada keluargaku yang datang berkunjung. And most of all, ini untuk pertamakalinya Zahra ketemu dengan Uncle Kole-nya. Kami sama-sama jauh di rantau (Kole lagi sekolah di Hiroshima University, Japan hingga tahun 2010 insha Allah), and it's just great to spend Ramadhan and celebrate Idul Fitri insha Allah...

Kole and Henny... welcome to the US. Insha Allah, we'll have a great time...

Friday, September 05, 2008

Empat tahun...

Hari ini empat tahun kami menjalani hidup bersama. Alhamdulillaah... rasa cinta dan sayang itu semakin terjalin kuat dan indah. Alhamdulillaah... kami dikaruniai anak-anak yang menyejukkan hati dan jiwa kami. Alhamdulillaah... kali ini kami memperingati hari istimewa kami yang juga bertepatan dengan "ulang bulan" Zahra yang ke 19, dan ulang tahun Uncle Attong (adikku yang bungsu di Makassar) yang ke-29. Alhamdulillaah... Mom dan Dad yang kebetulan datang dari California berada pula di sini merayakan ulang tahun perkawinan kami yang keempat. Alhamdulillaah... limpahan nikmat-Mu ya Allah, sungguh membuat kami bersyukur tak henti...

Selamat ulang tahun perkawinan yang keempat, Cintaku!
Semoga Allah Yang Maha Pengasih senantiasa memperkuat tali kasih dan cinta diantara kita berdua serta memelihara kasih sayang dalam keluarga kecil kita, insya Allah... Aamiin!

I love you with all of my heart ,
Your wife... your Sayang

Sunday, August 31, 2008

Dari kami dengan cinta...

Bismillaah. Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Kepada yang tercinta: seluruh keluarga, karib kerabat, sahabat dan teman yang disayangi Allah swt. Dengan penuh rasa sukacita dan bahagia, kami sekeluarga mengucapkan:

Ramadhan Mubarak 1429H From Us to You

Semoga berkah dan kasih sayang Allah swt menaungi segenap hati kita untuk mengawali Ramadhan ini dengan niat yang tulus ikhlas hanya mengharap pengampunan dari-Nya hingga di akhir dapat terlahir suci kembali, insya Allah...



Alhamdulillaah... bisa bertemu Ramadhan lagi. Adalah suatu nikmat tiada terkira bisa berpuasa dan menjalankan ibadah berlipat ganda dan berharap hati ini kian dekat dan dekat dengan Sang Maha Pemberi Hidup di tengah keramaian dunia akan hal-hal yang menjauhkan saya dari-Nya.

Alhamdulillaah... meski sudah memutuskan untuk mempergunakan "hak istimewa" untuk tidak berpuasa kali ini, saya tentu saja tidak ingin melewatkan kesempatan emas untuk semakin dekat dengan-Nya di bulan penuh pengampunan ini. Iya, setelah berdiskusi dengan David dan mengkonsultasikannya dengan dokterku, kami semua berkesimpulan untuk adalah lebih baik bagi saya untuk "istirahat" berpuasa Ramadhan tahun ini. It's gonna be my first time ever! Tahun 2006 waktu hamil Zahra, saya berpuasa penuh dan hanya "kalah" satu hari. Dan tahun 2007 lalu, saya "kalah" karena kena flu dan perjalanan pulkam ke Makassar selama beberapa hari meskipun kasih ASI full sama Zahra. Alhamdulillaah... semuanya dimudahkan Allah.

Tahun ini, I'll take a break. Kalo Allah kasih pilihan untuk tidak, ya kenapa tidak digunakan? begitu kata dokter Fauzia sambil tersenyum lebar ke saya waktu saya tanyakan hal tersebut ke beliau 2 minggu lalu. Sebenarnya ada rasa berat juga... seperti yang saya bilang di atas kalo saya blum pernah meninggalkan/tidak berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh. Mungkin ini cara Allah untuk merobohkan "keangkuhan" saya karena tidak mau menggunakan "hak istimewa" yang Dia berikan :). Wallaahu a'lam - hanya Allah Yang mengetahui. Tapi insya Allah, to-do list Ramadhanku: sholat layl/tahajjud dan khatam Quran selama Ramadhan akan saya mulai malam ini... semoga bisa sholat tahajjud setiap malam dan menjelang Ramadhan berakhir saya bisa menamatkan Quran... Aaamiin!

Insya Allah, besok David akan mulai berpuasa. Saya janji akan menemani doi makan sahur. Iman sudah mulai sekolah hari Selasa nanti, jadi kami "dapat"kan dia di akhir pekan saja. Zahra semoga bisa dapat berkah semakin mengenal Allah melalui kami orangtuanya (Aamiin!). Dia sudah mulai pintar melipat tangan pada saat ikutan sholat jamaah dengan kami -- meski habis satu kali sujud dia main lagi, hehehe -- dan tidak pernah mengganggu kami kalo sedang sholat... alhamdulillaah. Dan blum juga kami akhiri sholat dengan salam, dia sudah menganjurkan tangannya untuk menjabat dan mencium tangan saya dan ayahnya. It's sooo cute! Alhamdulillaah...

Selamat berpuasa, orang-orang tercintaku. Tolong ingat juga kami dalam doa kalian...

Tuesday, August 26, 2008

Cerita pendeknya

Janji mo cerita panjang tentang berkah YKJ, rasanya mesti saya dahului dengan cerita versi pendeknya. Sedikit cerita tentang kekhawatiranku dan juga keikhlasanku terhadap rencana Allah swt atas rejeki hamil kedua ini.

Waktu test dengan ClearBlue digital tanggal 16 Agustus lalu, dua hari sebelumnya saya sudah mengalami spotting (= flek berwarna kecoklatan) yang kemudian saya curigai sebagai implantation bleeding seperti yang saya alami dulu di awal kehamilan dengan Zahra (spotting itu berlangsung hanya 2 hari dan sama sekali "clear"). Lain dengan kali ini. Setelah testnya positif, sampai akhirnya kunjungan untuk konfirmasi ke dokter tanggal 19 Agustus, spotting itu tidak berhenti. Tentu saja itu jadi topik utama yang saya kemukakan ke Dr. Fauzia... dan setelah melihat dengan transvaginal ultrasound letak janin berada di dalam rahim (salah satu penyebab spotting/pendarahan adalah kehamilan di luar rahim atau ectopic pregnancy yang alhamdulillaah tidak terjadi pada saya). Beliau juga menenangkan saya dan bilang kalo banyak sekali perempuan yang di awal kehamilannya mengalami spotting dan berakhir dengan melahirkan bayi yang sehat. Tapi tidak pula menutupi kemungkinan kalo spotting itu pertanda awal dari miscarriage (MC) alias keguguran. Untuk menghindari hal tersebut, dokterku memberikan 3 resep yang diharapkan bisa membantu mempertahankan janin kami: antibiotik (bisa jadi penyebab spotting adalah infeksi bakteri), hormon progesteron (untuk memperkuat dinding rahim dan mempersiapkan sebelum placenta siap mengambil alih untuk "memelihara" calon bayi), dan baby aspirin alias aspirin dosis rendah untuk menghindari terjadinya penggumpalan (clot) darah. Ketiga "obat" ini memang sering diberikan pada ibu hamil (yang besar resiko MC) di trimester pertama (1-12 minggu) untuk menghindari resiko keguguran. Minum obat-obat tersebut (yang hormon masuknya lewat "yang lain", hehehe) ditambah dengan vitamin prenatal 2 biji betul-betul jadi rutin yang tidak menyenangkan. Tidak minum pun saya sudah mual dan pegal seluruh badan... jangan ditanya lagi dengan nambah obat-obatan tersebut. Dulu waktu Zahra, saya cuma dibekali vitamin prenatal... tak ada obat ini itu. Tapi, demi si adek YKJ apapun akan saya lakukan.

Hampir seminggu rajin menjalankan apa yang dokter sarankan, spotting-nya stop. Alhamdulillaah. Not until this morning waktu hendak wudhu untuk sholat subuh. Si spotting ada lagi... dan kali ini bukan kecoklatan lagi tapi pink. Terus terang, saya sangat-sangat khawatir. David menenangkan dan memeluk saya sayang. "What if we lost the baby?" kata saya pelan ke David. Kehilangan apa saja tidak membahagiakan... apalagi kehilangan bayi (I've already fell in love with YKJ meskipun dia masih keciiiiil sekali). "Then it's not meant to be, Baby!" Apa yang Allah rencanakan buat kita tentulah yang terbaik. Kalo memang si Junior tidak bertahan, tentulah itu yang terbaik. "Keep your faith... and all we can do is du'a, du'a, du'a... Insha Allah, we'll be sabr... and Allah loves people who's sabr...", kata suamiku panjang lebar. Kami kemudian berangkat ke Lab untuk test darah (membawa pengantar dari dokterku), yang akan ditindaklanjuti dengan test darah (lagi), urinalysis, dan glucose test 48 jam dari hari ini (insya Allah hari Kamis... bakal heboh lagi karena yang diambil darahnya lebih dari 5 vials menurutku setelah melihat daftar test yang mesti dilakukan).

So, hari ini saya mencoba untuk tetap berpikiran positif dan ikhlas dengan apa saja hasilnya nanti. Sejak awal saya dan David memutuskan untuk "mengumumkan" rejeki ini begitu ada konfirmasi dari dokter kalo kami memang hamil. Kami tidak menunda menunggu sampai "safe 12 weeks - first trimester ended". Sebagai muslim yang menggantungkan segala sesuatunya HANYA kepada-Nya, kami tidak percaya pamali. Kami percaya dengan membagi kabar bahagia ini segera setelah kami dapat konfirmasi dokter, kami akan dapat doa dan support dari siapapun yang kami bagi kabar tersebut. Makin banyak yang tahu, makin banyak yang mendoakan. Dan Allah mendengar doa hamba-hamba-Nya. Kalo seandainya berakhir dengan tidak seperti yang kami inginkan, kami tentu berharap doa dan dukungan lagi... untuk menguatkan hati kami dan untuk terus bersabar. Pengalamanku membuktikan bahwa IKHLAS itu indah... Kepahitan apapun bila disertai dengan keikhlasan insyaAllah membuahkan kesabaran dan kelapangan hati...

Please keep us in your prayers... doakan Bunda dan YKJ ya? Doakan yang terbaik bagi kami. Saya akan mencoba untuk mengabari di sini kelanjutannya. Salam cinta dan sayang...

Tuesday, August 19, 2008

Alhamdulillaah...

It's confirmed. We just came back from my Ob-gyn... and InsyaAllah, our Yasir Kearns Junior will due on April 19th, 2009. Zah will be Kakak Zah... :)

Pregnant Yasir Kearns Junior 1st USG
Home test dengan ClearBlue digital (subuh, 16 Agustus 2008) yang saya sambut dengan sujud syukur. Dilanjut dengan kunjungan ke dokter Fauzia tadi sore (19 Agustus 2008), dengan transvaginal ultrasound terlihat posisi calon bayi yang berada di rahim. Mengingat usiaku yang lewat 38, mengetahui letak posisi calon bayi sangat penting di awal kehamilan (resiko untuk hamil di luar kandungan cukup besar untuk usia riskan seperti saya... Na'udzubillaahi min dzaalik)

Cerita panjangnya menyusul ya... please keep us in your doa... Doakan semoga "perjalanan" 9 bulan ini dimudahkan dan dilancarkan Allah swt. Aamiin!

Yang berbahagia,
Ayah, Bunda, Kakak Zah, Kakak Iman... dan seluruh keluarga besar Yasir dan keluarga besar Kearns :)

Alhamdulillaah ya Allaah...

Saturday, June 28, 2008

Cerita acara syukurannya Iman

Setelah lebih dari sebulan membuat rencana dan persiapan, akhirnya hari ini acara syukuran atas lulusnya Iman dari sekolah dasar dapat terlaksana dengan baik. Saya, Mamanya Iman, David, dan sepupunya Iman saling berbagi tugas dan tanggung jawab untuk pelaksanaan pesta kecil-kecilan tersebut. Yang kami undang juga tidak banyak... hanya beberapa orang sahabat dekat Iman dan teman-teman keluarga yang dekat dengan Iman. Kami mengundang seluruh keluarga besar Kearns, tapi karena mereka cukup jauh dari sini yang datang hanya kakaknya David (Aunt Maura-nya Iman) sekeluarga yang tinggal kurang lebih 1 jam dari sini.

Sebenarnya, saya sempat was-was karena dua hari sebelumnya kami kena musibah (alhamdulillaah...). Dalam perjalanan pulang dari mengantar Iman ke orthodontist-nya di Fairfax City, David salah mengisi tangki bahan bakar mobil (yang mestinya diesel doi mengisi dengan bensin! ha! Melamun ko pasti, Daeng toh?!). Untungnya dia sadari kekeliruan tersebut saat tangki baru terisi 4 galon (belum sempat meng-on-kan mobil) dan langsung menelepon pihak VW. Akhirnya mobil di-derek ke tempat service VW yang tidak jauh dari pom bensin. Rencana untuk ke butcher untuk beli daging dan beberapa bahan untuk acara syukuran Iman pun batal, karena by the time Iman and David got home (with a rent car that VW provided us while our car is on service) toko daging halal sudah tutup.

Capital Beltway 495 Maryland to Virginia... pas kena rush hour alias waktu macet!Besoknya, hari Jumat selepas sholat di MC, pergilah kami berempat "menjemput" mobil yang sudah di"operasi"... yaaay!!! Tapi "penderitaan" kami belum selesai, dalam perjalanan pulang kembali ke rumah (rencana mo langsung ke butcher), pas waktu jam macet orang pulang kantor (manalagi ini hari Jumat... everyone couldn't wait to start their weekend!). Perjalanan pulang dari Virginia ke Maryland disertai dumba' dumba' (= deg-deg-an) karena saya super khawatir kalo pas kami sampe' di toko daging, sudah telat alias tutup mi lagi. Sempat mikir kalo itu terjadi, I have to think for Plan B! Alhamdulillaah... sejam menjelang tokonya tutup kami sampe. Whew!

Dounia and Yaty prepping sate ayamTiba di rumah, saya langsung masak rendang di slow cooker/crockpot, dan balik tugas ngurus Zah menjelang tidur (mandi, pakai piyama, dan so pasti "tek" alias menyusui Zahra). Ini anak juga dasar lantangbangngia alias anak tengah malam... menjelang jam 12 baru deh tertidur. Langsung saya turun lagi ke dapur mengiris daging ayam untuk sate dan bikin bumbunya untuk saya diamkan biar bumbunya meresap hingga besok. Untungnya David sudah belikan alat semacam blender kecil khusus untuk bumbu... soalnya cobek alias ulekan dari batu yang saya punya kecil sekali dan untuk menggerus bumbu dengan kapasitas yang banyak tidak akan mencukupi. Alhamdulillaah... menjelang jam 2 dinihari semuanya selesai dan saya langsung deh "tewas".

*****

Iman's Party 007Alhamdulillaah... acaranya cukup meriah. Makanan juga melimpah... soalnya kami khawatir jangan sampe' ndak cukup. Ya lebih baik berlebih daripada kurang... lagipula kalo lebih kan bisa buat makan besoknya :) (dan besoknya lagi... hee hee). Bagusnya juga, karena meski tidak lazim untuk budaya sini, beberapa teman mau juga membawa bungkusan makanan karena mereka bilang, gimana mo nolak kalo makanannya enak??? hehehe.

Saya dan mamanya Iman berbagi tugas untuk masak, saya bikin masakan Indonesia (Tumpeng selamatan: nasi kuning, sate ayam Makassar bumbu kecap, rendang, perkedel jagung, dan kerupuk) dan dia bikin yang khas Maroko (aneka salad khas Maroko, sayuran dan sausnya, chips and dip, dan kue-kue). Blum lagi kami juga menyiapkan American food BBQ (burger dan hotdog) untuk jaga-jaga jangan sampai ada di antara tamu yang tidak bisa makan yang saya dan tante D masak. David kebagian tugas mengurus undangan (evite), beres-beres rumah, dan menyiapkan minuman... juga janji mo jadi tukang "bakar" BBQ sate dan burger/hotdog -- yang akhirnya dibagi juga dengan (Uncle) Mark. Sepupunya Iman, Ali bertanggungjawab atas dekorasi dan urusan utensils (piring, sendok, garpu, dst); dan sepupunya Iman yang lain, Dina membawa kue -- ededeh... dia bawa kue besar 4 buah! Belum lagi buah-buahan yang dipesan Mamanya Iman!

Nasi Tumpeng Iman

Menjelang jam 8, semua tamu pada pulang. Ini tongmi bagusnya kalo ada acara di sini... para tamu bantu-bantu beres-beres sebelum mereka pulang. Ndak kayak di kampung halaman, kalo jadi tamu ya betul-betul datang-makan-cerita/silaturrahim-pulang hehehehe.

Alhamdulillaah, acara syukurannya berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Tamu-tamu dan sahabat Iman yang datang said that they had fun. Meskipun capek (oh, I missed my bed so much! hahaha), rasanya senang sekali. Foto-foto acara tersebut bisa dilihat di Iman's 5th Grade Graduation Extravaganza. Hopefully we'll have many many more acara syukuran in the future... Aamiin!

Wednesday, June 25, 2008

Hadiah

Bagi yang sudah berkunjung ke situs flickr saya, pasti sudah tahu apa yang ingin saya cerita dengan judul "hadiah" ini. Seperti yang sudah saya singgung di cerita tiga delapan, David menjanjikan hadiah ulang tahun yang spesial. Alhamdulillaah... kamera yang sangat saya dambakan sejak dahulu kala (hee hee... maksudnya setahun terakhir ini. Tallewa' lewa' na di' kalo sejak dahulu kala? jaman batu, kapang?! haha!) akhirnya bisa saya miliki. Tertunda selama sepuluh hari sejak ulangtahunku tanggal 10 Juni kemarin, paket hadiah "belated" itu tiba di rumah. Sebenarnya sudah diantar oleh FedEx sehari sebelumnya, tapi béccolo' ki (we missed it) karena lagi menghadiri undangan salah seorang sahabat di Gaithersburg. Aduuuh... senangku' sampe' lompat-lompat kayak anak kecil dapat permen (hahaha).

Hadiah ulang tahunku D60 - My new toy
"Mainan" baruku: paket hadiah ulang tahun dari David, Nikon D60 dengan lensa 18-55 mm dan tele-lens 55-200 mm; plus bonus tas kamera dan 2 CD tutorial dari Nikon. David beli online dan dapat "deal" dari salah satu toko kamera terkenal di sini. Makasih ya, Honey...


Coolpix5100 - Kamera tuaku Nikon Coolpix 5100Ini adalah kamera digital ketiga yang saya miliki -- dua yang pertama jenis "bidik dan tembak" alias kamera saku -- dan yang pertama untuk Digital SLR, semuanya Nikon. Saya memang sudah jatuh cinta sama Nikon sejak pertamakali punya kamera digital, berseberangan dengan keluarga (dari David) dan banyak sahabat saya yang Canon-mania :)... ibu mertuaku malah sempat menggoda kemarin waktu di telepon tentang ini... doi hobby fotografi juga dan fans berat Canon! Dari pengalamanku, kamera saku digital Nikon lebih ringan dan tidak "buaja" batere dan menggunakan cuma 2 batere AA (rechargeable or non) dibandingkan dengan banyak kamera jenis lain yang kalo tidak pake' 4 batere (berat lagi!) pake' batere yang mesti di-recharged (non AA batteries). Anyway, pokoknya saya sudah fans berat deh dengan Nikon, meskipun saya tidak meragukan kecanggihan kamera jenis lain. Kata salah seorang fotografer (yang jadi instruktur fotografi saya dulu di kantor), kamera sangat penting dalam fotografi... tapi yang lebih penting adalah "mata" dari sang fotografer dalam menangkap dan menerjemahkan obyek menjadi gambar yang bisa dinikmati orang (tergantung dari kegunaan dari gambar tersebut). Sebagus apapun kameranya, kalo yang mengambil gambar tidak punya "mata", ya gambar yang diambil tidak akan sebagus dan seindah kalo gambarnya diambil dengan "mata" dan "hati" yang tajam meskipun dengan kamera yang "apa adanya" :).

Oke deh... hanya sekedar mo berbagi bahagia punya "mainan" baru :). And now that my flickr is updated, get ready to see tons of pictures everyday there from my new camera...

Makasih ya, Honey... *mmuuuaaahhh*

Tuesday, June 17, 2008

Anakku lulus SD...

Iman 002Airmataku jatuh satu-satu karena terharu. Ndak terasa lagi capeknya tadi mesti bangun pagi-pagi buta, membangunkan dan menyiapkan Zahra (untungnya dia ndak rewel), dan meninggalkan rumah di Bethesda jam 7 pagi menuju Alexandria. Meskipun baru tiga tahun menjadi Ibu bagi "anak ketemu gede"ku Iman, hatiku sungguh mengharubiru menyaksikan dia memasuki ruangan upacara, menerima diploma, dan yang paling membuat saya bangga sewaktu Iman menerima penghargaan Presidential Award for Outstanding Academic Excellence sebagai salah satu lulusan terbaik (gambar di samping). Iya, hari ini Iman resmi lulus sekolah dasar dan insya Allah musim gugur nanti masuk sekolah menengah (middle school). Alhamdulillaah...

Presidential Award for Outstanding Academic ExcellenceUpacaranya sendiri berlangsung cukup khidmat dan of course karena nama Iman seringkali disebut hampir disetiap kategori pemberian penghargaan, hidungku kembang kempis karena bangga. Anakku pintar, cantik, dan insya Allah shalihah. Saya berbagi rasa bangga ini dengan Baba-nya dan tentu saja Mamanya Iman. Saya, David, Mamanya Iman, Iman, dan Zahra membaur di antara keluarga, kerabat dan teman para lulusan. Dan setiapkali Iman memperkenalkan kami satu-satu kepada guru dan orangtua teman maupun temannya, jelas sekali terlihat muka "aneh" dari mereka melihat kami bertiga get along.

Well, sedikit cerita nih tentang itu. To be honest, awalnya tidak begitu mudah... namanya juga penyesuaian yang diwarnai benturan di sana sini. Kadang benturannya "halus" dan dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Tapi tidak jarang pula ta'buttu (Makassar = terbentur) keras sampe' rasanya mo melayangkan bogem (hahaha... dasar preman Bugis!). Bagemana tidak, tiga orang yang punya ide mendidik masing-masing yang unik dan bikin bingung yang lain (belum lagi kami bertiga berlatarbelakang budaya yang berbeda). Tapi karena niat kami sama: ingin melihat Iman jadi anak yang shalihah (muslim yang baik), cerdas akal dan sikapnya, berguna bagi orang banyak dan menjaga harkat dan martabat dirinya (Aamiin!), benturan-benturan tersebut fading away... apalagi landasan kami sama: Islam. Malah sekarang saya dan ibunya Iman seperti saudara. Kami sama-sama mencintai dan ingin yang terbaik buat Iman. Ketulusan saya mendidik Iman meski dengan pendekatan yang agak keras (saya memang agak galak ke dia terutama masalah agama dan tanggung jawab -- seperti cara Ibu saya mendidik saya dulu dengan "improvisasi" di sana sini disesuaikan dengan budaya sini) ditanggapi dengan sangat baik setelah melihat "hasil"nya. Tidak jarang pula saya dan ibunya Iman saling jamma' (Bahasa Makassar = mengadu) kalo Iman bertingkah. Jadilah Iman di"kuliahi" dua Ibu, hahaha! Poor girl!

Iman on screen - 6 years at TuckersJuga karena Iman adalah anak yang sangat baik (terus terang, menurut pendapat saya, Iman adalah anak tiri idaman!), sangat mudah membuat orang jatuh cinta padanya - termasuk saya! She has a pure huge heart! Alhamdulillaah. Kalo saya marah besar dan menghukum dia, tak lama setelah itu dia pasti memeluk saya dan minta maaf (dan saya juga begitu sebaliknya minta maaf ke dia). Marah ke Iman tidak bisa lama... soalnya biar dimarahi kayak apapun dia tidak pernah menyimpan dendam. Malah seringkali dia datang ke saya dan minta maaf karena sudah bikin saya marah. Tapi namanya juga masih anak-anak ya... setiap kali mesti diingatkan ini itu :).

Foto-foto upacara tamat sekolah Iman bisa dilihat di sini: Iman's 5th Grade Promotion Ceremony

The Kearns at Iman's grad ceremony

Anyway... meski baru jadi "ibu ketemu gede" selama 3 tahun, Iman adalah anak perempuan saya yang saya cintai dan kasihi dengan tulus. Hari ini dia lulus sekolah, membuat saya bangga sebagai Yaty-nya Iman (dia memanggil saya dengan nama -- kurangajar na di'? hahaha.... just kidding...). Selamat ko, Nak! Semoga jadi anak yang selalu sayang dan disayangi Allah, menjadi panutan bagi adik(-adik)mu, selalu menjaga harkat dan martabat dirimu, Baba dan Mama, Yaty-mu, dan juga berbakti pada negaramu... Aamiin! I love you, Nak!

Wednesday, June 11, 2008

Cerita Tiga Delapan

Sembilan tahun yang lalu... beberapa waktu sebelum saya merantau ke utara benua Amerika, adik sepupu "mencari uban" saya yang waktu itu berbaring di sofa di rumah Ibu di Makassar. Istilah "mencari uban" sebenarnya hanya istilah untuk saya mencoba relaks setelah capek seharian di kantor. Tiba-tiba, istilah itu jadi "kenyataan".

"Iiihhh Kakak Yaty... ada betul uban ta'!". Saya kaget dan ketawa kemudian meminta dia untuk mencabutkan.

"Kakak Yaty, ini ada lagi!" kata adik sepupuku beberapa saat kemudian. "Deh, ada mi ubannya Kakak Yaty!"

"Iyo di'?! Ka tua memang ma' Dek!" balas saya sambil tertawa.

Imma -- ponakanku, anak sulung Kak Ina, umur 5 tahun waktu itu -- yang berada di dekatku, memandang saya dengan muka kaget trus sedih sambil memandang uban yang saya pegang. And to my surprise, she ran to her mother who was watching tv not too far from where we were in.

"Ibuuuuuuu!!! Ada ubannya Tante Yaty!!! Nanti tante Yaty kayak Nenek???!!!" suara Imma terdengar setengah menangis. Rupanya dia sangat khawatir dan tidak bisa membayangkan rambut Tante Yaty-nya putih semua seperti rambut nenek (Ibuku).

Kami semua yang mendengar itu ketawa besar.

"Pigi ko kasih tahu Tante Yaty. Kalo tidak mo punya uban banyak, cepat kawin!" balas Kak Ina ke Imma sambil setengah berbisik .

"Tante Yatyyyy... Ibuku' bilang cepat maki' kawin... biar ndak banyak uban ta'!" kata Imma sambil memeluk saya. Dia terdengar legaaaa sekali punya solusi supaya saya tidak punya uban.

"Callakooooooo!!!" teriak saya ke Kak Ina... yang disambut ketawa besar semua...

*****

Tiga delapan. Tidak seperti banyak orang sini yang merasa risih dengan umurnya, alhamdulillaah saya merasa sangat comfy menyebutkan umurku kalo ada yang tanya. No biggies. Lagipula memang sudah sunnatullaah (ketentuan Allah) orang dari hari ke hari bertambah umurnya alias bertambah tua. Kalopun ditanya orang, setelah menyebut umur, saya biasanya menambahkan dengan canda: but I feel like 25! Umur boleh sunnatullaah... tapi jiwa boleh dong tetap 25 (dan stagnant di situ, hahaha! Maunya moooo!)... dan sikap serta tingkah laku tetap harus sesuai umur sebenarnya: tiga delapan. Ya janganlah umur 38 tapi bersikap kayak anak ABG! No no no! I don't want to go back to ABG time. Meskipun saya punya masa kecil dan remaja yang cukup berbahagia. Hanya saja, sejalan dengan waktu, saya sangat rasakan kalo umur sangat mempengaruhi kedamaian hati dan kedalaman jiwa... yang intinya: Bijaksana menyikapi keadaan, yang saya rasakan sejak usia mulai masuk 33 tahun. Waktu masih 25-an??? Weh... masih meledak-ledak itu eh, hee hee. Apalagi sejak menjadi Bunda... terasa sekali sangat mempengaruhi sikap dan tingkah laku ku dalam menyikapi sesuatu. Alhamdulillaah...

Hari ulang tahunku kemarin, David sengaja meminta ijin boss-nya untuk "pulang kantor" (padahal kSuhu udara tanggal 10 Juni 2008antornya di rumah ji, hehehe) untuk bisa merayakan hari spesialku. Sore jam 3, saya minta diantar ke Michaels untuk membeli beberapa perlengkapan art-ku untuk "project" bulan Juni (I'll share them with you once I've done ya). Oh iya, hari ini puanasss sekali! Sampe' ada keluar peringatan "ozone alert" yang artinya kualitas udara sangat jelek (which means: free ride untuk bus dan subway train!). Katanya sih nanti malam bakal ada thunderstorm alias badai hujan/petir. Saya bilang ke David, seumur-umur barusan saya mengalami suhu sampe' 41 derajat Celcius (= 105 derajat Fahrenheit)!!! Ededeh...

Dan karena masuk waktu "macet" orang pada pulang kantor, kami memutuskan untuk merayakan "tiga delapan spesial" ku dengan makan malam lebih awal di Amina Thai Halal Restaurant di Rockville. Ini salah satu restoran favorit kami berdua. Halal wa thoyyib... halal lagi enak! hehehe. Selama makan malam, Zahra agak bertingkah. Seperti biasa, tidak mo duduk di high chair... maunya duduk di kursi di samping Bunda *sigh* kayak orang besar saja, bikin saya tidak nyaman makan karena takut dia sampe' jatuh (tau' mi toh... ini anak tidak mo diam!). Setelah bosan makan "pohon" brokoli (ini memang kesukaannya) dan sedikit spring roll dan nasi, doi maunya turun dan keluar jalan. Hayyaaaaaa!!!


Kiri: Shrimp claypot, makan malamku; dan gambar kanan: Fried fish with basil, makan malamnya David. Sayang kita tidak sempat ambil foto appetizers (makanan pembuka): tahu goreng (hee hee... dasar orang Indonesia jelata, tidak sah makannya kalo ndak pake' lauk tahu tempe!), dumpling isi ayam dan daging kepiting, juga spring rolls. Namanya juga "celebration", ya makannya buanyak! hehehe...

Karena resehnya itu, begitu selesai makan kami langsung cabut pulang... dengan tangisan Zahra yang tidak mo masuk ke mobil. Coba saja lihat fotonya yang merengut di bawah... padahal Bundanya sudah pasang muka manis ke Ayah yang motret, hehehehe

*****

Hari ulang tahunku selalu istimewa... sejak pertamakali merayakannya di rumah sewa Ibu dan Ayah yang super sederhana (alhamdulillaah), sampe sekarang setelah menjadi isteri dan Bunda, saya "dikelilingi" orang-orang tercinta.

My first birthday, June 10, 1971

Mulai tanggal 9 Juni, telepon genggamku jadi super sibuk dengan sms dan telepon dari tanah air dan dari teman-teman di sini.... membuat saya merasa sangat sangat istimewa. David pun menjanjikan hadiah ulang tahun... meskipun saya sudah bilang I don't need anything, Honey. Happiness that you give me everyday is more than enough... Tapi dia bilang sudah diniatkan, cuma harus tunggu beberapa hari. Hehehehe... saya punya firasat jenis hadiahnya... pasti tunggu bonus tengah tahun ya, Daeng.... *wink*.

Buat Ibu dan Ayah terkasih yang Yaty rindu, Kak Ina sekeluarga, Kak Ida sekeluarga, Yani sayang, Kole' dan Henny (yang bangunkan saya dan David dengan telepon dini hari buta dari Jepun, hahaha! Sa balas ko nanti lasso bulan depan! LOL), Attong, tante Naniek sekeluarga, tante Iyam sekeluarga... Yaty ucapkan terima kasih dengan cinta. I love you all so much! Terima kasih atas doanya... Aamiin!!! Aamiin!! Ya rabb al-'aalamiin!

Buat teman-teman di Makassar: Kak Erik, Tia Adi, Midah Amir, Ida Suaib, Tigin Dahlan, Kak Rohani, Daeng Eni Tahir... makasih masih ingat ulang tahunku... dan yang paling penting masih ingat Yaty kodong... Aamiin atas doa dan ucapannya. I miss you all so much, too!

Juga buat para sahabat Yaty ucapkan terima kasih atas ucapan dan doanya baik melalui telepon, email, I(nstant) M(essenger), sms, lewat friendster, multiply, facebook... You guys are awesome! And I am sooo blessed to have you as my friends... I am truly grateful for that... Alhamdulillaah...

Yaty's Bday Thankyou card

Allah Yang Maha Pemberi Berkah sudah memberikan begitu melimpahkan kebahagiaan kepada saya, Dia berikan juga keluarga, sahabat, teman dan kerabat yang selalu ingat dan mendoakan kebahagiaan saya... I could not ask for more... Alhamdulillaah! Semoga orang-orang tercinta ini selalu dalam limpahan berkah dan kasih sayang-Mu ya Allah... Aamiin!

*****

Tiga puluh delapan... toa mi Ramang (istilah orang Ujungpandang yang kurang lebih bermakna: sudah tua nih -- diambil dari nama pemain sepakbola Ramang yang sangat dijagokan jaman dahulu kala di Makassar)... mati mi (Ramang almarhum) lagi iya! Saya tersenyum sendiri di depan cermin "mengagumi" uban yang so unstoppable now *wink*. Kejadian sembilan tahun yang lalu kembali terulang dalam ingatan. Hhhmmm... dalam hati saya patoa-toai Kak Ina yang sudah PhD tapi bikin "teori" yang tidak terbukti. Sa sudah kawin... tapi uban tetap tonji merajalela... hee hee...

Callakoooooo!!!!

Thursday, June 05, 2008

80 Cara Memperingati Hari Lingkungan Sedunia 2008

WED 2008

Sebagai seorang pencinta lingkungan - dan pernah jadi tim kuli lingkungan di tanah air khususnya di wilayah Sulawesi Maluku Papua - tanggal 5 Juni punya makna khusus bagi saya pribadi. Tahun 2008 ini adalah kali ketiga saya tidak merayakannya bersama teman-teman tercinta di kantor di Makassar. Meskipun demikian, sejak tinggal dan menetap dan punya keluarga kecil di negara yang jauh dari kampung halaman ini, saya dan David dalam kehidupan keseharian kami selalu berusaha menerapkan cinta dan ramah terhadap lingkungan. Beruntung kami tinggal di negara bagian (Maryland) dan juga county (Montgomery) yang sangat pro lingkungan, terutama dengan program 3R-nya (Reduce, Reuse, Recycle: mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang).

Berbicara tentang 3R ini, jangan sangka kalo di negara super maju seperti Amerika Serikat ini semua orang mengerti tentang 3R dan hidup ramah lingkungan. Nooooo!!! You'd be surprised like me! Yang sederhana saja, istilah 3R... sangat umum saya dapatkan istilah ini ditukar-tukar. Malah untuk menggunakan ulang (reuse) mereka pake' kata "recycle". Hee hee. Semua serba "recycle"... padahal maksudnya "reuse". Lucu toh?! padahal kata-kata itu dalam bahasa lidah mereka (alias English). Kalo nonton di tv dan kesalahan penggunaan itu muncul (jangan salah nah... itu yang ngomong kadang orang yang menurut saya mengerti dan cukup terpelajar untuk tahu perbedaan antara "recycle" dan "reuse"), saya langsung protes dan David cuma tertawa (dia juga seringkali protes... dan gantian saya yang tertawa). For most "stuff", orang di sini mungkin selangkah dua langkah (mungkin juga lebih) lebih maju dari pada kita di tanah air. Tapi untuk urusan lingkungan, kayaknya kita ndak jauh deh . Dan untuk menjadikan bumi kita a better place to live, kita - sedunia - perlu bekerja bersama untuk menjaga lingkungan kita tetap sehat dan kalopun bumi kita saat ini lagi "sakit" (bahkan beberapa kalangan yang agak ekstrim menyebut kalo bumi kita saat ini sudah sakaratul maut alias dying), kita perlu mengambil tindakan untuk membuatnya sembuh.

Tema peringatan Hari Lingkungan Sedunia kali ini dapat dilihat pada logo di atas. Klik logo untuk membaca dan menyimak lebih detail tentang tema tersebut

Menurut situs badan dunia yang mengurus masalah lingkungan atau UNEP, ada 80 cara memperingati hari lingkungan sedunia (dalam urutan alfabetik) baik itu secara pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas/masyarakat lokal/regional/nasional/internasional seperti di bawah ini. Bagian yang saya tuliskan dengan warna hijau adalah komentar saya pribadi.

A
Adopt a ‘green’ way of life - Sedikit demi sedikit kami berusaha menerapkan hidup yang ramah lingkungan... semoga begitu seterusnya insya Allah!
Art made of recycled materials - Tas kertas coklat (brown paperbag) bekas belanja dari supermarket Wholefoods, MOM, dan lain-lain, saya jadikan amplop cantik untuk kartu yang saya buat sendiri (terakhir bikin kartu Thanksgiving 2007). Banyak lagi cara untuk menggunakan ulang barang-barang dari bahan daurulang yang sudah saya terapkan sejak dulu waktu masih di tanah air sampe' sekarang.
Award presentations for environmental competitions
Awareness campaigns

B
Bicycle parades/races
Broadcast of public service announcements (TV and Radio)
Buy a fuel-efficient car - Waktu menyewa (hasil timbang-timbang lebih enak nyewa daripada beli) Volkswagen Jetta TDI 2006 (saya memberinya nama: Blackie alias si Hitam), hal yang paling kami pertimbangkan adalah masalah efisiensi bahan bakarnya (bio/diesel). Harga bahan bakar diesel jauh lebih stabil meskipun lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar bensin/premium. Well, musim panas kayak begini sih tidak banyak bedanya... harga BBM "mencekik leher". Kemarin (4 Juni) ngisi tangki si hitam sampe' lebih 60 dollar dengan harga segalonnya 4.63 dollar (1 gallon = 3.8 liter). Ta'buccilla' (melotot) mi mata lihat harga BBM yang melambung tinggi. Moga-moga nanti kalo summer berakhir, harga BBM ini kembali lagi "normal". Though David says that it will never ever as reasonable as before. I wonder bagemana dengan di tanah air ya?

C
Calculate your carbon footprint
Carpools
Celebrity support
Clean-up campaigns
Competitions (banner, drawing, essay, painting, poster, poetry)
Conferences on the environment

D
Debates on environment issues - "Makanan sehari-hari" bagiku dan David. Tak ada hari tanpa diskusi dan debat tentang apa saja... terutama isu menarik mengenai lingkungan yang selalu saja ada setiap saat. Eh, apa debat seperti ini termasuk di kategori ini ya?
Dedicate your blog to World Environment Day on 5 June - That's what I'm doing now!
Distribute leaflets, brochures and posters
Donate to an environmental cause

E
Environmental education programmes in schools
Excursions to nature sites
Exhibitions (drawings, posters, photos, paintings)

F
Fairs
Festivals
Film festivals on the environment

G
Give a gift membership of an environmental organisation
Guidelines to community-based environmental activities

H
Hoist banners at major road intersections
Help local environmental groups organise WED events

I
Inform all your friends about WED
Involve various partners (NGOs, ministries, youth groups, celebrities, private sector)
Issue First Day Covers (stamps)

J
Join an environmental group
Join UNEP’s carbon neutral network
Join the Billion Tree Campaign

K
Keep your neighbourhood clean - Do it everyday!
Kick-start an environmental campaign
Kick the CO2 habit!
Know your rights

L
Launch of government environment policies, books, reports
Lobby local authorities to adopt sound environmental policies

M
March for the environment
Media coverage and activities

N
Never litter - Nassa mi... kalo sampe' membuang sampah sembarangan itu sih sudah kelewatan!

O
Offset your emissions
Organic farming/cooking
Organize a WED themed event in your neighbourhood

P
Parades
Performances (plays, songs, poetry)
Plant a tree - Blum sempat terlaksana... ka blum pi blah rumah ta' sendiri (kami masih menyewa). Tapi beberapa tanaman sudah saya tanam dalam pot (seperti mawar Zahra, dan Bougenville alias kembang kertas) dan insya Allah kalo sudah punya rumah sendiri akan saya tanam di halaman (Aamiin!). Oh iya, halaman belakang rumah yang kami tempati sekarang ini kayak hutan saja... penuh pepohonan dan tanaman liar. Blum lagi wild animals seperti Kelinci, squirrel (bajing?), aneka macam burung yang sepanjang hari berkicau (dan moga-moga ndak ada ularnya! hiiii!!!). Pokoknya meski tinggal di "kota" serasa piknik di alam bebas, hehehe. Alhamdulillaah...
Plastic bags: avoid them! - Di bagasi mobil, kami selalu menaruh tas belanja non plastik yang bisa dipakai ulang kalo belanja ke supermarket/grocery stores
Promotional material (t-shirts, stickers, bookmarks)
Puppet shows for children with an environmental message

Q
Quizzes related to the theme for schools, youth groups, company staff, etc…

R
Rainwater harvesting
Rallies
Ratify international environmental conventions
Reduce, re-use, recycle - Langkah pertama, reduce: minimalisasi limbah yang masuk ke lingkungan. Beberapa yang sudah kami terapkan: menggunakan popok kain (cloth diapers) untuk Zahra. Memang agak repot dibandingkan "main" buang popok kertas/plastik, tapi all worth it. Kami juga sudah hampir lebih dari setahun menggunakan lap kain yang dicuci dan dipakai berulang dan bukannya paper towel (handuk kertas untuk dipakai di dapur dan seputar rumah).
Rehabilitate natural habitats
Replace your light-bulbs with energy saving ones - Done! Alhamdulillaah, ini hal pertama yang kami lakukan pada saat pindah menempati rumah yang kami tinggali sekarang: mengganti setiap bohlam(?) dengan CF (compact fluorescent). Saya ingat dulu waktu lampu CF di tanah air masih sangat sangat mahal (karena mahalnya jadi tidak populer), tapi Ayah saya sudah mengganti hampir semua lampu di rumah kami di Makassar dengan CF dengan alasan hemat energi :)

S
Save paper - Done!
Seminars
Sort rubbish - It is a mandatory in Montgomery County :). Sedapat mungkin kami mengurangi sampah yang masuk ke lingkungan
Speeches
Sponsorship from private sector
Sports activities
Switch off stand-by TV and computer
Saving natural resources around the house. Item ini tambahan dari saya :). Kami berusaha sebaik mungkin meminimalisasi penggunaan air yang tidak perlu (syukurnya karena ada beberapa toilet yang sudah pake' energy saver, jadi air siraman tidak terlalu banyak). Zahra juga sampe' sekarang masih mandi di bak mandinya yang warna biru. Saya sengaja tidak memandikan Zahra di bak mandi yang super besar... soalnya untuk mengisi setengahnya saja gila deh banyaknya air yang diperlukan. Trus habis dipake' dibuang begitu saja. Not worthy banget deh . Syukur-syukur kalo kayak di rumah Ibu saya di Makassar dimana air bekas wudhu (di bawah keran air untuk wudhu selalu ada wadah/baskom) ditampung (kecuali bekas kumur-kumur) dan dipake' untuk menyiram tanaman Ibuku! Tapi kalo air bekas mandi yang ada sabunnya bisa-bisa malah bikin tanamanku mati. Blum lagi it's such a pain kalo mo ngangkut air dari lantai atas (the only bath tub in our house is in my and Zahra's bathroom) ke bawah. Kalo mo berendam dan maen air, mending bawa Zahra ke kolam renang saja. Sekarang sih bak mandinya masih muat (tapi sudah mulai "pendek" karena Zahra kakinya udah panjang, hehehe... kalo dia berbaring, itu kakinya dia naikkan ke atas kayak bos besar, hahaha), tapi kalo sudah tidak muat lagi mo saya mandikan dengan shower saja :).
Sekarang mulai panas. Tapi sejak awal kami mencoba untuk tidak membuat AC bekerja terlalu keras *wink*. AC di-setel (kami pake' AC sentral) di suhu 74 derajat Fahrenheit (22 derajat Celcius). Cukup nyaman lah... meskipun lantai atas (kamar tidur kami dan kamar bermain Zahra) sering terasa agak panas. Syukurnya Zahra "anak tropis" , dia lebih suka panas daripada dingin. Dulu waktu mudik ke Makassar, tidur siang keringatan tapi nyenyak banget tidurnya... tiba di sini kalo dingin doi pasti sering terbangun... tapi suka nolak kalo dikasih selimut, hehehe.

T
Take action
T-shirts for WED

U
Use sustainable modes of transportation (walking, jogging, cycling, skating, carpool)

V
Vehicle emission monitoring
Vermicomposting
Visits to botanical gardens and national parks - Always! Every time we have a chance especially during weekends
Volunteer for organizations such as Clean Up the World

W
Waste less!
Workshops
Write plays, poems, songs
Write letters to civic leaders, members of parliament, government and newspapers

X
Xchange ideas
Xpect environmental responsibility

Y
Youth-led activities

Z
Zero emissions

*****

Selamat Hari Lingkungan! Selangkah demi selangkah kita bisa membuat perubahan mengembalikan bumi kita kembali sehat. Mari mulai dari diri kita pribadi! Mari mulai dari lingkungan kecil rumah kita sendiri . Pinjam istilah dari HGTV (Home and Garden TV): Start at Home!!!

Friday, May 16, 2008

Update: Setelah Tiga Minggu...

3 minggu berlalu sejak musibah kebakaran di rumah kami. Berikut update-nya:

  • Dapur sudah dicat, lemari (kabinet) dapur sudah dibersihkan dan "dipulihkan". Bagian yang "gosong" terutama tempat untuk kompor dan hood di atasnya yang "binasa" karena kebakaran kemarin sudah siap untuk digantikan dengan yang baru, tapi...

    Fixing up Getting there

  • Belum ada kompor baru pengganti yang "meleleh" kemarin *sigh*; meskipun saya dan David sudah kembali ke kegiatan masak memasak. Well, capek dan bosaaaaaaaaaaan makan junkfood (rasanya sudah eneq). Makan di restoran emang enak... tapi bisa bangkrut kalo setiap hari dan setiap saat makan di luar...

    Untuk pertamakalinya (tanggal 6 Mei) setelah 10 hari, saya masak lagi setelah kebakaran kemarin. Saya bikin nasi kuning, sate ayam Makassar, dengan bumbu kecap (pake' bawang merah, jeruk nipis, dan banyak cabe rawit! Nynyammannaaa tanta!), dan ketimun segar. Alhamdulillaah... rasanya nikmaaaaaaaat bisa makan masakan sendiri. Semuanya "jadi" tanpa perlu kompor. Masak nasi kuning di rice cooker dan bakar satenya di alat panggang gas (grill). Sayangnya, tidak ada krupuk (hahahaha!) - ndak kapok makan krupuk biarpun sudah jadi asal muasal musibah lalu. David rupanya rindu makan krupuk ;). Ndak sempat waktu itu cari electric deep fryer yang waktu pindah kemarin lupa di taro' di mana. Somewhere in the basement. Tapi sekarang sudah ketemu... jadi goreng krupuknya siiiip! Cuma satu yang sampe' saat ini ndak bisa dimasak/goreng tanpa kompor: telur matasapi kesukaanku! Dan tentu saja bikin nasi goreng jahe kegemaran David. Hidup tanpa kompor memang tidak enak di'? Mo bikin api unggun di halaman??? bisa ujung-ujungnya mendekam di penjara kantor polisi, hehehehe.

Bakar sate di halaman belakang First time cooking at home again after the fire: Nasi kuning, sate ayam Makassar dengan bumbu kecap pedas, dan timun

    Sejak itu, saya dan David jadi kreatif masak tanpa kompor... meskipun rada manre ongkoso' alias berat diongkos karena harus beli beberapa "alat" baru, seperti ketel listrik dan crockpot alias slow cooker (murah meriah... lagi "sale" pula!). Rencana akhir pekan ini mo masak rendang nyoba pake' crockpot baru itu :). Saya kok ya malah habis kebakaran kemarin itu makin excited di dapur??? hee hee. Ndak kapok... malah jadi makin giat masak ;). Ato karena lagi bangkrut karena bulan kemarin dan bulan ini kebanyakan makan di luar ya? hehehehe...

  • Abu hitam yang memenuhi seluruh rumah, terutama dinding dan langit-langit ruang tamu dan ruang makan (dapur sudah dicat dan bebas abu hitam ini), sudah dibersihkan hari Rabu minggu lalu (7 Mei) oleh 4 orang dari Maid Brigade. Rasanya jadi terbantu sekali dengan jasa service MB ini. Mereka (semua perempuan) borongan membersihkan rumah dari sudut ke sudut. Karpet di lantai atas jadi fluffy (empuk) dan tidak ada bersisa debu hitam lagi.

We're waiting in the front yard while the MaidBrigade cleaning our house Leave my computer alone, Zah!
Kami bertiga menunggu di luar (David sambil kerja juga) sementara rumah dibersihkan sama "Pasukan Pembersih Rumah" Maid Brigade :).

  • Alhamdulillaah juga hari Minggu lalu, handyman-nya yang punya rumah datang untuk mengecat ruang makan dan ruang tamu. Hari Senin (12 Mei), saya dan David mulai membereskan dan menata kembali ruang makan dan membersihkan ruang tamu (yang sekarang kosong lagi kayak sebelum kebakaran, hehehe). Tinggal giliran saya mesti memindahkan semua barang dan bumbu serta bahan masakan yang masih ada di kardus ke lemari kabinet di dapur. Jadi tinggal tunggu kompor dan "hood"nya yang akan di-install some time next week. Alhamdulillaah, hari ini setelah sepakat dengan yang punya rumah, kami sudah memesan kompor listrik baru dari Lowe's. Yay!!!

  • Karena suasana rumah yang sudah mulai "kembali" seperti sediakala sebelum kejadian kebakaran tersebut, Zahra jadi tidak ketakutan lagi. Sigh. Iya... beberapa hari setelah kejadian, baru saya sadari kalo ternyata Zahra jadi gampang sekali freak out kalo ada orang asing/baru yang nongol di pintu rumah, dengar suara berdengung atau beeping yang tidak jelas, dan... kalo lihat API! Kalo ada orang mengetuk/menekan bel pintu depan, dia langsung lompat dan minta digendong dan memeluk saya erat-erat. Begitu juga kalo ada suara gaduh, bunyi sirene, dan langkah orang yang tidak jelas... Zahra langsung lari memeluk saya. Duduk di kursi makan (high chair)nya pun tidak betah, maunya saya pangku dan gendong kalo makan. Dan kasihannya lagi anakku, waktu lihat Ayahnya bakar sate di halaman belakang (gambar di atas), Zahra langsung teriak dan minta Ayahnya memadamkan api di grill (alat panggang gas) tersebut! Sedikit demi sedikit, saya dan Ayahnya menenangkan dan menjelaskan ke Zahra... alhamdulillaah (she's a smart kid!) dia sepertinya mengerti. Dan sekarang setelah lebih 2 minggu, dia balik lagi seperti semula... no more freaking out and she's not afraid of fire (flame) anymore! Waktu kunjungan ke dokternya hari Selasa (13 Mei) lalu, kami sempat menjelaskan "trauma" yang dialami Zahra. Dokter Burns bilang biasanya anak-anak seusia Zahra cepat pulih dari kondisi seperti itu... she'll get over it very soon... asalkan kami menjelaskan dengan hati-hati dan perlahan serta mengikuti semua perkembangannya dengan seksama. Alhamdulillaah, betul juga... sekarang dia sudah tidak ketakutan lagi and being her happy-self again...

  • 15 mo routine checkup 005 Happy
    Gambar kiri: lagi nunggu perawat untuk vaksinasi di Klinik Children First waktu rutin check-up 15 bulan. Gambar kanan: Sudah lupa kalo sudah disuntik dua kali... berlarian gembira di salah satu pusat perbelanjaan dekat klinik.

  • Tangan Ayahnya Zahra yang kemarin kena luka bakar, sudah mengering dan tidak diperban lagi. Setelah dua kali ke dokter, disuntik Tetanus, dan mengunjungi dokter orthopedist, alhamdulillaah luka bakarnya sudah sembuh.
    "Next time, when you're upset with me, don't burn down the house please, Baby!" itu katanya sambil bercanda ke saya... hee hee... Patoa-toai ko, Daeng! Bikin saya makin merasa bersalah saja dikau...

    Zah and Ayah in the NP Clinic Healing
    Gambar kiri: kunjungan ke dua ke klinik di Rockville (dan dapat suntikan tetanus). Gambar kanan: it's healing! sempat saya ambil gambarnya sebelum ditutup perban.

*****

Tiga minggu sudah. Alhamdulillaah, perlahan semua kembali seperti semula. Tadi sepulang David dari sholat Jumat, kami bertiga ke Alexandria menjemput Kak Iman dari sekolahnya, dan sempat singgah makan siang di Satay Sarinah (saya makan bakso dan David makan nasi goreng Jawa). It's been ages since last time we ate there... kalo ndak salah sudah 1.5 tahun lalu waktu kami pindah ke Rockville (we used to live just 2-3 blocks from Satay Sarinah when we're in Foxwood Apartment in Alexandria). Manajemen dan pemiliknya pun sudah berganti... dan sekarang sudah ada sertifikasi "halal"nya (yaaay!!!).

Bighug Climbing up
Zahra lagi main dengan Ayah sebelum Ayah berangkat sholat Jumat. Zah tidur siang dulu sebelum kami ke Alexandria menjemput Kak Iman dari sekolah. Gambar kiri: tangan Ayahnya Zahra yang luka terbakar sudah mulai sembuh, alhamdulillaah...

Ah, dua minggu tidak ketemu Iman (akhir pekan lalu, dia habiskan dengan Mamanya), rasanya rinduuuu sekali!!! Tadi waktu jemput Iman di sekolah, mata Zahra berbinar-binar begitu lihat kakaknya. Mereka berdua berpelukan eraaaaaaaaaaat sekali. It's so great to see the bond between them! Malah waktu kami singgah untuk beli kopi di Starbucks, Zahra tidak mo lepas dari pelukan/gendongan kakaknya (mo saya ambil pun dia ogah, hehehehe). Aaawww... tetap saling sayang kalian berdua, ya anak-anakku... sampai kapan pun... insya Allah!

Sunday, May 11, 2008

Happy Mother's Day

Pagi tadi setelah sholat subuh, saya sempatkan menge-check email... dan mendapatkan dua kartu elektronik dari Bluemountain.com dari suamiku, kartu cantik penuh mawar...

dan dari anakku Zahra (ini tentu saja Ayah yang kirim on behalf of her). Airmataku jatuh berlinang... kartu tersebut sangat menyentuhku...

Respect, Compassion, Honor, Gratitude.
These are some of the virtues you have taught me. And today I give them back to
you. May love surround you always. Happy Mother's Day.


Well,
Insha Allah you will teach "me" these things, Bunda...

Kalimat terakhir yang merupakan pesan (pengirim) atas nama anakku itulah yang bikin saya sangat terharu, karena malam sebelumnya pada saat selesai sholat Isya saya sempat menangis karena ingat dan rindu Ibuku di Makassar. Dan sambil menciumi Zahra waktu itu, (suamiku mendengar) saya bilang ke Zahra: "Semoga kelak Nak, ko juga merasakan betapa berharga dan bahagianya ko punya Bunda seperti halnya Bunda yang merasa sangat beruntung punya IBU seperti Nenekmu".

Insya Allah, anakku... Terima kasih, Sayangku...

*****

Teristimewa buat IBU ku terkasih di kota Makassar, for MOM in Sunnyvale, Kak Ina, Kak Ida, dan semua perempuan mulia bergelar Ibunda, Bunda, Ibu, Mama, Mother, Mommy, Mami, Indo' (Bugis)... dst...

Mother'sDay2008

Semoga Allah swt selalu memberikan petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita untuk bisa mengarahkan dan mendidik anak-anak kita menjadi insan yang mulia pekerti dan cerdas akalnya yang berguna bagi orang banyak dan lingkungannya, serta menjadi hamba yang selalu sujud dan bersyukur kepada-Nya... Aamiin!!!

*****

"Ndaaaaaaaa... Ndaaaaaaaaaaa....", suara teriakan kencang anakku memanggilku (dia sudah mulai fasih berbicara) rasanya seperti nyanyian surgawi di telingaku. "Bunda di sini, Nak!". Dengan penuh sayang saya menggendongnya dan segera menghujani ciuman ke wajah anakku yang dibalasnya dengan ciuman (basah, hee hee) ke pipiku berulang ulang. "Bunda cinta sekali sama Zahra..."...

*****

Catatan: Kartu di atas saya buat dari gambar yang saya ambil (cangkir kopiku dan mawar merah, serta gambar saya dengan Zahra yang dipotret oleh Ayahnya Zahra) sewaktu makan pagi di Panera Bread yang kebetulan membagikan setangkai mawar merah kepada para Ibu, pengunjung hari itu tanggal 10 Mei 2008 (sehari sebelum Mother's Day).