Wednesday, December 19, 2007

What a day!

Sebenarnya saya adalah orang yang paling heboh (baca: bahagia) kalo bertemu dengan sesama muka "serumpun" bangsa Melayu di rantau. Tidak cuma di Amerika sini, tapi juga waktu sekolah di Toronto dulu. Rasanya gimanaaaa gitu... kayak ada teman senasib berada jauh dari kampung halaman dan kerinduan akan tanah Melayu (baca: Indonesia) seakan terlepaskan sejenak. Tidak seperti di Toronto yang kalo ketemu saudara serumpun baik dari Indonesia maupun negara tetangga selalu "manis" dan biasanya berakhir dengan persahabatan, di sini tidak cuma sekali saya mendapatkan "janjang birrisik" (Bahasa Makassar = tatapan tidak bersahabat; unfriendly look) dari "saudara" sesama bangsa Melayu. Ah... sedihnya...

Seharian tadi, saya dan David berpuasa sunnah Arafah menyambut Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. It went very well (alhamdulillaah)... kami berdua sama sekali tidak lemes, dan karena hari "pendek" laparnya tidak begitu terasa. Pada saat sedang berbuka puasa, kami dapat berita darurat kalo Iman tidak ada yang menjemput dari sekolah (ibunya dapat musibah kecelakaan kemarin - mobilnya ditabrak dari belakang pada saat dalam perjalanan menuju ke kantor). Jadilah saya berpakaian seadanya (pake' jilbabku yang paling gampang dikenakan) sambil mempersiapkan Zahra untuk ikutan (kalo tidak ikut, sama siapa mi di rumah? hehehe) menjemput kakaknya di Alexandria. Setelah sholat Maghrib kami bertiga "cabut" dari Rockville siap-siap menghadapi kemacetan "rush hour" di Beltway; dan sebelum "after school program"nya Iman selesai kami sudah berada di sana (hampir 1 jam kami tertahan macet di jalan!). Not so bad lah... at least we were there on time to pick her up :). Habis itu, kami mampir di apartemen ibunya Iman untuk menengok sekalian mengambil beberapa perlengkapan yang Iman perlukan untuk sholat Eid besok (rencana awalnya, dia dengan Ibunya pada saat lebaran... tapi karena musibah kecelakaan itu jadinya dia dengan kami).

Singkat cerita, dalam perjalanan pulang kembali ke Rockville, kami singgah di Food Corner (restoran Afghani Kabab) untuk makan malam. Seharian berpuasa, kami belum sempat makan apapun selain minum air pada saat berbuka. Lagipula tempat ini merupakan salah satu restoran favorit kami. We love the place... mostly because the food is yummy and the owner is muslim (semua dagingnya halal) dan pemiliknya sudah kami kenal dan mengenal kami dengan baik (langgananki' sambalu'! hehehe). Pada saat selesai memesan makanan, masuk satu keluarga yang mukanya muka Melayu, sepasang suami isteri (isterinya berjilbab juga) dan lima orang anak. Wah, saya tidak bisa menahan rasa girang... senyum lebarku sudah mengambang duluan. Kalo lihat 'gesture'nya, saya menebak mereka pasti orang Malaysia. Benar dugaanku... Pada saat kami duduk dan saya mempersiapkan Zahra untuk makan, dua orang anak lelaki mereka melambaikan tangan ke Zahra. Ah, alhamdulillaah... mereka ramah, pikirku (sambil terus tersenyum dan menyuruh Zahra melambaikan tangan ke mereka).

"Orang Indon?" tanya si Bapak.

"Iya"... senyumku tambah lebar. Ah, nassami mereka orang Malaysia! Biasanya saudara serumpun dari Malaysia menyebut orang Indonesia dengan sebutan "Indon" instead of Indo atau Indonesia.

"Sudah lama di sini?" kata si Bapak lagi. "Hampir 3 tahun" jawabku. Itu... (sambil menunjuk tempat duduk David -- waktu itu David lagi mengambil makanan pesanan kami) majikan?"

Senyumku berubah jadi senyum paccé (Bahasa Makassar = kecut)... tapi kemudian entah darimana kemana, datangki malaikatku (hehehe). Senyum yang kecut tadi berubah jadi senyum manis seperti sebelumnya dan menjawab ringan dengan hati lapang: "Suami".

"Oh" kata si Bapak. "Oops..." kata si Ibu yang pake' jilbab.

Mereka kemudian terdiam (dan agak salah tingkah) dan balik mengurus dan bercengkerama dengan anak-anak mereka. Saya kembali ke aktifitas menyuap Zahra. Tidak satupun keluar kata maaf dari mulut mereka.... meskipun secara jujur saya memang tidak mengharapkan itu.

Begitu David muncul, saya langsung bilang: "Honey, they are Malaysian". David tersenyum dan memberi salam "Assalaamu'alaykum", yang dibalas langsung oleh si Bapak. Trus, berbasa-basi dia tanya apa Iman dan Zahra anak-anakku. Iya, kataku. Weleh... jangan sampe' dikira bukan pembantu tapi babysitter! Whoa!!!

"Di sini, saya yang majikan," kata saya kepada mereka begitu David duduk. "In Indonesia, I work for the government... tapi di sini saya majikan dia" sambung saya lagi sambil tersenyum lebar. Tanpa memperhatikan reaksi mereka (yang jelas, waktu saya bilang begitu, mereka melihat dan mendengar saya dengan jelas -- kami berseberangan meja), saya dengan damainya balik menyuapi dan main dengan Zahra lagi.

Selesai makan dan beranjak keluar, saya sempatkan menggendong Zahra dan mampir ke meja keluarga "saudara serumpun" itu dan mengucapkan "Selamat Hari Raya" dan bercakap sejenak. Mereka kelihatan agak sungkan juga (mungkin masih merasa tidak enak sudah berasumsi kalo saya ini pembantu-nya si "bulé'", hahaha).

Di mobil, saya ceritakan semua ke David. Saya bilang, alangkah nikmatnya berbesar dan berlapang hati pada saat orang memandang kita tidak dengan husnu-zhon (prasangka yang baik). Rasanya enaaaaaaaaaaaak betul!

You should see when years ago someone asked me if I was a maid or treat me like one, kataku ke suaminda tercintaku. I would just go mad and make them "pay" for what they did. At least, some lectures and tatapan sangar (yang kalo istilahnya David: samurai look -- mukaku kalo lagi marah, hahaha) would do... and it's a must! Kalo tidak, saya bisa koro-koroang berhari-hari (kalo tidak terlampiaskan "menyemprot" orang yang memandang rendah ke saya).

Well, I guess umur juga berperan dalam bersikap lebih dan makin bijaksana *senyum*. Tapi terus terang, saya masih bertanya-tanya. Apa yang membuat si Bapak mengambil kesimpulan kalo saya ini "pembantu" alias David itu majikanku? Apa karena pakaianku yang seadanya? Jelasmi (baca: sudah jelas) bukan karena jilbabku, karena si Ibu juga berjilbab meskipun tidak seperti jilbabku yang "jilbab anak TK Quran yang mudah dipake' dan tidak fancy seperti jilbab si Ibu.

Bukankah tidak seharusnya kita menilai seseorang dari "pakaian luar"nya? Apalagi dalam Islam, semua orang kedudukannya sama di mata Allah... yang membedakan adalah tingkat ketakwaan dan ketaatan kita kepada-Nya.

Dan bukankah Rasulullaah SAW memberikan teladan contoh kepada ummatnya untuk selalu berprasangka yang terbaik terhadap setiap sesuatu?

Atau betulkah apa yang saya baca beberapa waktu lalu mengenai orang Malaysia yang selalu memandang rendah orang Indonesia karena pengalaman di negeri mereka orang Indonesia adalah pekerja kasar dan imigran tidak sah (illegal)? Sampai salah satu keluarga Indonesia yang diplomat ataupun pebisnis di Malaysia mereka perlakukan tidak layak karena mereka kira imigran dan pekerja gelap?

Atau mungkin sangat aneh kelihatan melihat perempuan Melayu bersama dengan lelaki bulé? Well, akan sangat aneh kalo ada muslim yang menganggap itu "tidak lazim". Bukankah di dalam Quran Mulia Allah berfirman di Surah Al-Hujurat ayat 13:

"O mankind! We have indeed created you from one man and one woman, and have made you into various nations and tribes so that you may know one another; indeed the more honourable among you, in the sight of Allah, is one who is more pious among you; indeed Allah is All Knowing, All Aware."

"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan dirimu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal; sesungguhnya yang termulia di antara kamu di hadapan Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal."

Banyak lagi "Bukankah?" dan "Apakah?" yang memenuhi kepalaku. Dan setiap dua kata tanya itu muncul, saya selalu berusaha mencari jawaban kira-kira yang mana yang mungkin cocok. Pada akhirnya, saya berkesimpulan (dan ini menjadi bahan diskusi saya dengan suami) kalo tidak semua pertanyaan tersebut harus punya jawaban. Tiap orang berbeda dalam memandang dan menilai sesuatu. Dan semuanya berpulang pada diri saya sendiri untuk menyikapinya. Apakah akan bertingkah laku yang sama dengan berasumsi terhadap sesuatu atau seseorang, atau membiarkannya sebagai "cambuk" untuk menjadi lebih bijak dan lebih baik dan lebih baik lagi. Yang pasti, apapun itu, selalu lah berprasangka yang baik dan menyikapi sesuatu dengan lapang dada, Yaty! Disangka pembantu pun tak mengapa... asalkan "pembantu" yang taat kepada Sang Majikan, Sang Pencipta. Iyo toh? *wink*. Pengalaman hari ini tidak membuat saya jadi "anti senyum" kalo ketemu dengan sesama bangsa Melayu. Disikapi dengan baik ataupun tidak, that's not my business. Yang jelas, saya akan tetap berusaha untuk seperti yang sekarang: tidak kapok untuk ramah dan tersenyum meski belakangnya disangka pembantu, hahaha!!!

What a day!

Besok kami berempat (saya, David dan kedua anak perempuan kami) akan ke downtown DC untuk sholat Idul Adha di new DC Convention Center. Insya Allah tinggalkan rumah menuju stasiun kereta (metro subway) jam 8 pagi. Semua perlengkapan kedua anakku sudah siap... termasuk pakaian serta makan pagi dan makan siangnya Zahra sudah saya pack siap untuk dimasukkan ke tas besok. Ah, bahagianya!!! Meski terselip juga rasa rindu untuk (kembali) berlebaran dengan Ayah dan Ibu dan keluarga tercinta di Makassar. Come on, Yaty... don't be greedy... kan sudah mi lebaran Idul Fitri kemarin? Eh, bisa ji berharap toh? hehehe.

Dan pada akhirnya, sebelum berangkat tidur, saya sekeluarga mengucapkan kepada sesama muslim sedunia di manapun berada:

Idul Adha 1428H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyyah
Semoga kita dapat meneladani ketaatan Bapak Ibrahim 'alayhissalaam dan putranya Isma'il alayhissalaam kepada Sang Khalik... dan semoga kita menjadi insan yang lebih baik setiap hari hingga saatnya tiba menghadap-Nya... Aamiin!

Thursday, December 06, 2007

Musim dingin tiba!

Salju pertama untuk musim dingin kali ini akhirnya datang juga dan langsung heboh! Kemarin, pada saat Zahra pas berusia 10 bulan, selepas sholat Subuh dan beres-beres sebentar, saya sempat mengambil gambar flurries (= gerimis-nya salju) yang turun dengan pelan tapi pasti... dan tidak berhenti sampai menjelang Maghrib pada saat saya mengambil gambar lagi dan tinggi salju sudah mencapai setengah betis(ku)!

When it's started in the morning Maghrib time... still snowing

Musim dingin kali ini adalah kali ketiga untukku selama bermukim di US. Pertamakali "menikmati" winter 2 tahun lalu... persis tanggal 6 Desember 2005! Tapi tidak langsung sampai lebih 3 inches (kurang lebih 7.5 cm) kayak kemarin itu. Kalo dua tahun lalu saya menikmati salju pertama bersama Iman di balkon apartemen kami di Alexandria, kali ini saya dan Zahra menikmati salju dari balik jendela di ruang tengah di rumah kecil kami di kota Rockville (wish that Iman with us though...). It was just so beautiful! Subhanallaah...

Hey, mana saljunya, Bunda?Looking at the snow out the window

Sampe' hari ini saljunya masih bertahan dan sekeliling rumah dan our neighborhood kelihatan sangat cantik!

Halaman belakang rumah red berries covered with beautiful white snow

Dari beranda depan melihat ke samping Pohon Maple dan Pinus di samping rumah


Zahra's first snow 2007

Kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan salah satu fenomena alam ini ke anakku. So, I took Zahra outside (of course, sebelumnya pake'kan dia jaket overall-nya) dan meletakkan segenggam salju ke tangan kecilnya... Ucap alhamdulillaah, anakku... kita mesti bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah menikmati salah satu keindahan alam ciptaan-Nya...

Ayah sibuk main salju, heheheSelesai itu, kami berdua masuk ke dalam rumah dan asyik memandangi salju yang bertumpuk dari balik jendela. Sementara itu, Ayah (kodooooooooooong) bersusah payah membersihkan si "Hitam" sebelum salju yang menutupinya mengeras dan menyekop salju di jalan masuk samping rumah (driveway). Sorry deh 'Yah... nanti kalo Zahra sudah besar, giliran Zahra yang 'nyekop salju... dan Ayah bisa menikmati kopi di dalam rumah... insya Allah *wink*.

Selamat datang, winter! Semoga damai dan rasa cinta kepada Sang Pencipta dapat menghangatkan hati dan jiwa kita di tengah musim dingin yang telah tiba... Aamiin!

Monday, November 19, 2007

Zahra Sakit dan Rindu Ibu

Dua hari yang sangat melelahkan dan bikin hati saya rasanya robek tidak karuan. Zahra sakit.

Sejak kemarin pagi, anakku tersayang muntah pada saat dia sedang minum ASI. Awalnya saya sama sekali tidak ngeh dan khawatir... soalnya dia memang biasa spit up (buncang atau gumoh) meskipun sudah beberapa bulan terakhir (sejak dia mulai makan MPASI alias solid food) frekuensi dan kuantitas spit up-nya sangat berkurang. Boleh dibilang sejak masuk 8-9 bulan dia jarang sekali spit up. Setelah mandi (well, separuh badan betul-betul basah penuh ASI yang dimuntahkan) dan mengganti baju, seperti biasanya saya mengganti popok dan menyiapkan makan pagi Zahra berupa campuran yoghurt, buah, dan rice cereal. Aneh... kali ini dia sangat tidak semangat makan. Malah menolak dengan telak (sejak bulan lalu, dia sudah pandai sekali mengekspressikan diri kalo menolak sesuatu dengan menggelengkan kepala atau memalingkan muka) dan sudah terlihat agak loyo. Sempat sih ada yang masuk... tapi tidak sampe' lima sendok kayaknya. Tidak lama kemudian, doi "ops" (pinjam istilah katanya kakak Lala untuk BAB ala bayi) lumayan banyak dan normal. Dia masih oke saja setelah itu, tapi menjelang waktunya dia nap (= tidur siang) pertama jam 10, sudah kelihatan sekali kalo ada yang tidak beres... tidak seperti biasanya lincah dan "bertualang" menjelajahi seluruh pelosok rumah :) dengan merangkak dan berdiri. Maunya bersandar saja di gendonganku, tapi tidak rewel sama sekali. Puncaknya pada saat saya kasih ASI (ini kebiasaan dia sebelum nap dan tidur malam), doi muntah sejadi-jadinya dengan spontan. Setelah itu, dia sama sekali kelihatan tidak bertenaga. Ayahnya sudah mulai curiga... dan minta saya untuk tidak memberikan ASI dan makanan apapun ke Zahra untuk sementara waktu. It could be stomach flu (mungkin kena flu perut -- ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan virus flu) katanya.

Flu perut merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang berbeda yang mengakibatkan penderita mengalami diare dan muntah. Flu perut ini sangat menular, dan merupakan penyakit kedua yang paling umum dijumpai di Amerika Serikat (setelah pilek atau cold). Penyakit ini menyebabkan jutaan kasus diare setiap tahunnya.

[Saya terjemahkan bebas dari: Infant Stomach Flu]

Untuk kasus Zahra, (alhamdulillaah) tidak ada diare... betul-betul hanya muntah saja. Tapi ini sama juga bahayanya... terutama karena bayi bisa mengalami dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh) yang fatalnya bisa berakibat kematian (na'udzubillaahi min dzaalik. Semoga ankku terlindung dari hal yang demikian. Aamiin!). Flu perut, seperti halnya penyakit yang disebabkan virus, boleh dibilang tidak ada obatnya selain menunggu waktu sampai tubuh "berhasil" melawan virus yang masuk tersebut.

Tadi pagi, kami sudah menghubungi dokter... dan diberi instruksi yang sudah kami tahu sebelumnya berdasarkan pengalaman David dan dari berbagai informasi yang saya dapatkan dari buku maupun internet (dan sudah kami praktekkan sejak kemarin):

  • tetap memberi Zahra ASI atau Pedialyte sedikit demi sedikit tapi sering. Saya sempat memberi Zahra ASI yang banyak -- soalnya anakku itu memang paling lahap minum ASI-nya, dan masih sementara menyusu dia memuntahkan lagi semua... *kodoooong*). Ini memang agak sulit dikontrol karena kalo Zah minum ASI dia tidak akan berhenti sebelum kenyang atau tertidur :(. Terakhir dia sudah tidak muntah lagi dan hanya "buncang" atau spit up seperti biasanya setelah saya kontrol dan memberikan dia ASI dalam jumlah sedikit... tentu saja dia pake' acara protes segala waktu saya hentikan memberikan ASI pada saat dia masih asyik menyusu :).
  • memantau frekuensi dan banyaknya kencing; karena tanda dari dehidrasi pada bayi yang sangat nyata adalah berkurangnya (atau tidak sama sekali) BAK dalam tempo 7 jam. Apabila ini terjadi, bayi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan cairan infus (intra-vena). Alhamdulillaah, dalam kurun waktu 24 jam Zahra sudah BAK 4 kali dan BAB 2 kali (tidak diare)... meskipun tetap ada 2 kali muntah besar (karena terlalu banyak minum ASI dalam waktu yang sangat singkat).

Alhamdulillaah... hari ini keadaan Zahra mulai membaik. Hanya saja, kalo kemarin dia sama sekali tidak rewel (barangkali karena tidak ada energi untuk rewel... kasiaaaan anakku!), sejak semalam dia rewelnya bukan main. Kami berdua sempat curiga kalo dia demam. Ternyata setelah beberapa kali kami ukur temperatur badannya masih dalam kisaran normal. Hari ini, Zahra cuma minum ASI sedikit sedikit secara berkala dan sedikit Pedialyte (yang ini kelihatannya dia tidak begitu suka) dan sudah tidak muntah lagi sejak tadi pagi, dan hampir tidak pernah bermain seperti biasanya selain "meringkuk" erat di pelukan dan gendonganku dan ayahnya. Sholat pun dia saya gendong. Sekarang tinggal tumpukan handuk, selimut, kain seprei dan sarung serta baju-bajuku dan pakaian Zahra yang bekas muntahan menggunung menunggu untuk dicuci (hhmmm mesti pake' air panas nih... soalnya stomach flu ini sangat menular...). Blum rasanya habis capek habis membersihkan rumah sepulang dari pulkam kemarin (tunggu ceritanya... blum sempat saya posting karena panjaaaaang ceritanya!), rumah balik centang perenang lagi. Masih pula ditambah rantasa'nya karena ada perbaikan toilet kamar mandi yang sejak seminggu belakangan ini bocor, serta langit-langit di ruang keluarga/tv yang terkelupas karena ada tirisan dari atap yang diperbaiki dan dicat oleh beberapa tukang yang dikirim landlord kami. Agh...

Tadi sambil menidurkan Zahra, ndak tahu kenapa tiba-tiba saja saya ingin menyanyikan lagu Bugis Saralao.

DéndangE déndang
Tuppua bulu ku terri
E.. kugiling alla massailé
SaralaoE
Déndang.. eee kugiling massailé
Mappalikaropalé

DéndangE déndang
Mabela lipu' ri le'ja'
E... silasa alla tenri dapi
SaralaoE
Déndang... eee silasa tenri dapi
Nalabuni Essoé

Jatuh satu-satu airmataku... karena ingat Ibuku di Makassar. Ah, sekarang sudah jadi Ibunda pun, tetap saja di saat-saat sulit seperti ini all I want is my Ibu... Beliau paling tahu cara untuk membuat saya kuat. Ah, Ibu... Yaty rindu sekali sama Ibu... :,(

Zahraku sayang... Cepatko sembuh, Nak sayang nah... Bunda dan Ayah selalu berdoa untukmu, putri kami yang sholihah...

Thursday, November 15, 2007

Urusan GC: selesai!

Lima hari lalu, David dapat kabar dari USCIS online lewat email tentang status aplikasi permohonan perpanjangan greencard-ku:

Receipt Number: EACxxxxxxxxxx
Application Type: CRI89 , PETITION TO REMOVE
CONDITIONS OF PERMANENT RESIDENT STATUS RECEIVED

Current Status: Card production ordered.

On November 12, 2007, we ordered production of your new card. Please allow 30 days for your card to be mailed to you. If we need something from you we will contact you. If you move before you receive the card, call customer service. You can also receive automatic e-mail updates as we process your case.

Just follow the link below to register.If you have questions or concerns about your application or the case status results listed above, or if you have not received a decision from USCIS within the current processing time listed*, please contact USCIS Customer Service at (800) 375-5283.

Does that mean they're sending my new (green) card? tanyaku dengan penuh curiga. Soalnya, dari pengalaman beberapa teman yang saya tahu mereka melalui interview/wawancara sebelum permohonan aplikasi mereka diterima. "I guess... we'll see", balas David. Saya mengucap "alhamdulillaah"... tapi tidak menggantungkan harapan terlalu tinggi.

Dua hari lalu (November 15), datang lagi pemberitahuan melalui pos dari Department of Homeland Security - USCIS:

Congratulations! Your request for the removal of the conditional basis of your permanent resident status has been approved. You are deemed to be a Lawful Permanent Resident of the United States as of the date of your original admission of adjustment of status. You should received a new Permanent Resident Card, Form I-551 (green card), within 60 days....

Wooohoooo!!!! Alhamdulillaah!!! Baru deh I did my "happy dance" (ini gaya "silly"ku berjoget kalo lagi gembira, hehehehe).

Dan hari ini, kartu baruku tiba... berlaku sampe' tanggal 12 November 2017!!! Alhamdulillaah... artinya kami terbebas dari urusan status keimigrasianku hingga 10 tahun mendatang. Melihat pengalaman beberapa temans, rasanya pengalamanku ngurus GC sejak dari awal selalu dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah. Dari mulai mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan di bulan Mei kemarin (Catatan: GC pertama-ku habis masa berlakunya tanggal 5 Juni lalu... dan telah diperpanjang hingga Juni 2008. Saya sama sekali tidak punya masalah sewaktu pulkam kemarin dengan kartu yang resminya sudah expired... meskipun untuk jaga-jaga, saya dan David sudah menyiapkan surat pernyataan dari USCIS yang menyatakan kalo GC 2-ku dalam proses dan saya boleh bepergian ke dalam/luar US dalam jangka setahun dari masa habis berlakunya tersebut), praktis hanya "makan" waktu kurang dari 6 bulan hingga GC-2 saya terima hari ini. So, ini menangkis praduga banyak orang kalo muslim/muslimah (pendatang) disini mendapatkan perlakuan yang tidak adil atau dipersulit oleh pemerintah US. Buktinya? Kartu GC-ku lengkap mengenakan jilbab... dan tidak pernah sekalipun mereka mempertanyakan (menyinggung sedikitpun tidak) masalah agama/keyakinan saya dalam proses imigrasi yang saya jalani. Negeri ini negeri beradab ... dan saya bisa dengan mudah mencintai negeri ini :). Lagipula, saya sudah merasa bahwa negara ini adalah negara keduaku setelah tanah air tercinta. Lain cerita kalo bicara mengenai (kebijakan) pemerintahannya, hehehe. Setiap orang punya hak dan kebebasan untuk suka atau tidak suka. Bukankah begitu? *wink*.

Jadi, kapan Yaty mo mengajukan aplikasi untuk jadi warganegara Amerika? tanya seseorang ke David. Ditanggapi dengan senyum, suamiku menjawab: Hmmm... never? *senyum simpul*. Well, saya cukup berbahagia dengan status permanent resident disini... yang tidak bisa saya punya yang dimiliki oleh warganegara US adalah hak untuk memilih. Dan lagi, satu-satunya alasan saya (ada) dibumi Amerika ini adalah untuk bersama-sama dengan suami dan anak-anakku yang mencintai dan saya cintai dengan tulus dan sepenuh hati. Selain dari itu? I don't think so.... Peace... .

Thursday, September 13, 2007

Selamat Datang Ramadhan Mulia...

Marhaban ya Ramadhan Kariim... Selamat datang bulan yang mulia...

Berjumpa lagi dengan bulan yang paling saya dan keluarga nantikan. Alhamdulillaah, masih diberi kesempatan oleh Allah merasakan nikmat dan berkah Ramadhan tahun ini insya Allah.

Ramadhan pertama ZahraCoba mukena Bunda... kedodoran

Tadi dinihari, kami bertiga makan sahur. Yup, Zahra juga terbangun pas jam 5 AM waktu jam alarm yang disetel David malam sebelumnya untuk membangunkan kami sahur berbunyi. Klo saya sudah bangun sejak setengah jam sebelumnya untuk sholat malam :). Zahra saya dudukkan di high chair-nya dan doi "nonton" kami berdua sahur sambil tidak berhenti senyum dan ngoceh. Tidak ada yang istimewa dari menu sahur kami... ya sama saja kayak makan pagi orang sini -- hanya saja saya masih dengan nasi... maklum lah masih perut Melayu... ndak kenyang kalo ndak pake' nasi, hahaha -- dengan kopi, juice, dan some pastry. Sehabis sholat Subuh berjamaah, David membaca Quran online sementara saya memberi Zahra ASI dan menidurkannya. Saya juga akan mulai tadarrus hari ini karena khatam Quran merupakan salah satu point dalam to do list Ramadhan-ku setiap tahun... insya Allah bisa khatam seperti tahun lalu.

Zahra dan Bunda habis sholatAsrRamadhan hari pertama... rasanya sangat excited. Meskipun ini bukan Ramadhan pertama saya di US dan selama berkeluarga, tapi sangat istimewa karena Ramadhan ini merupakan yang pertamakalinya ada Zahra (foto di atas dan di samping saya ambil tadi menjelang dan sesudah kami sholat Asr... kodong anakku blum punya kerudung sendiri, jadi pinjam mukena Bunda dan kerudung Kak Iman dulu sambil dia duduk di kursi Bumbo-nya sholat bareng kami, hehehe). Trus buat Iman ini juga adalah bulan puasa pertama dia wajib untuk melaksanakan. Rasa gembira dan haru berbaur di dada. Blum lagi berpikir kalo menjelang Ramadhan berakhir, kami bertiga (sayang Iman tidak bisa ikut karena sekolah) akan pulkam ke Makassar hingga akhir Oktober nanti untuk berkumpul bersama keluarga besarku merayakan Idul Fitri. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan kami pergi dan pulang nanti, insya Allah... Aamiin!

Ramadhan2007_1428H

Selamat datang, Ramadhan...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi semua saudaraku muslim/ah sedunia. Semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan menambah kekuatan iman kita untuk menjadi semakin dekat dan semakin sayang kepada-Nya... Aamiin!

Marhaban yaa Ramadhan... Selamat datang...

Wednesday, September 05, 2007

Tiga tahun...

Selamat Ulang Tahun Perkawinan yang ketiga, Sayangku...
Semoga Allah swt senantiasa memperkuat tali cinta dan di antara kita berdua, dan memelihara kasih sayang dalam keluarga kecil kita. Aamiin!

 Our 3rd Anniversary

I love you, Honey... with all of me...
Your Baby

Monday, August 27, 2007

Bayar Utang

Tahun lalu, meski sedang dalam keadaan hamil, saya tetap berpuasa di bulan Ramadhan. Maunya sih tanpa ada kalla (Bahasa Bugis= kalah atau alpa/batal berpuasa), tapi karena saya dan Daeng David kena flu berat pada saat itu jadilah kami berdua punya kalla; saya 4 hari dan David 3 hari. Nah, sekitar 17 hari lagi Ramadhan tiba dan karena Zahra sudah mulai makan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibunda) sejak tiga minggu lalu, kami memutuskan untuk segera membayar utang kalla tersebut... mulai hari ini.

Seperti yang sudah saya duga, kami berdua cukup lemas berpuasa di "hari pertama" ini . Padahal makan sahur kami upayakan sedekat mungkin dengan adzan subuh dan makan sehat serta cukup: saya, seperti cerita Ramadhan lalu sahur tidak "sohih" tanpa makan nasi (hahaha... dasar perut Melayu!) dan udang goreng ditambah teh hijau melati dan sepotong brownie; sedangkan David dengan bagels bakar dengan olesan keju brie dan two shots of espresso. Tapi tetap saja kami berdua lemas bukan kepalang. Biasanya kalo Zahra lagi siesta a.k.a tidur siang a.k.a napping, saya sibuk mengerjakan pekerjaan rumah, beres-beres ataupun sekedar menghabiskan waktu mengerjakan hobby kaligrafi/menggambar ataupun membaca dan nonton tivi, tadi saya ikutan pulas siesta di samping Zahra .... lumayan 2.5 jam! Bangun serasa habis recharge energi lagi, hee hee. Yang kasihan Ayahnya Zahra... kalo hari pertama puasa dia sulit sekali konsentrasi , manalagi ini hari Senin -- the first day at work in the week.

We have to do this more often outside of Ramadhan, Honey... kataku ke David. Insya Allah setelah lepas Ramadhan saya mo provokasi kami berdua untuk puasa Senin Kamis seperti kebiasaan keluarga besarku di Makassar.

Alhamdulillaah... baru saja adzan Maghrib berkumandang dari komputerku. Seteguk air putih untuk berbuka trus mo sholat berdua dan ke Resto India untuk makan malam. Mmmm... Hyderabadi Biryani... yummm...

Monday, August 13, 2007

Mimpi indah...

Beautiful dream I had lastnight.
I was in the place that I've been dreaming in my whole life.
I was doing thawaaf.
I even have no trouble nor problem to touch and kiss the hajarat al-aswaad.
I was in Makkah al-Mukarramah...

Insya Allah... I pray that this going to be happen very very soon.
Insya Allah... in a couple of years,
I and my beloved husband will be holding hands in front of the sacred city,
performing the pilgrim... the hajj,
One thing that both of us have been niyaat and keep in our prayers
that one day Allah will give us permission to enter His house...
Amiiiiiiin!

It was a beautiful dream I had lastnight...

Monday, July 23, 2007

Ooooooooooooii... Harry Potter!!!

HarryPotter7Yes, it's true. I'm a big fan of JK Rowling's series of Harry Potter. And so are my husband, my stepdaughter, my brothers, my nieces, my sisters, my inlaws... and so on. We're part of millions big fan of Harry Potter books all around the world. First "contact" with HP series when I was in Toronto... and instantly fall in love with it.

Today, I got the copy of the newest and, according to the author, the last book: Harry Potter and the Deathly Hallows. It's a gift from David, he pre-ordered it from Amazon.com months ago with good deal for a deluxe edition. It's a bit pricey compare to the other hardcover one... but hey... it's a gift... and more, it's from my Cinta! *wink*. Actually, it arrived on Saturday (July 21st), but we were not home and since it requires to be signed by Amazon, we had to wait 'til today (it was driving me crazy the whole weekend!), so David went to fetch it this morning at the post office. It came with a very nice box... and one line on it makes me laugh: ATTENTION MUGGLES: DO NOT DELIVER OR OPEN BEFORE JULY 21!

Zahra and HP7Unlike the previous 3 books that I finished reading in 2-3 days, it is most likely impossible for me to do the same with this one. I could "ignore" housework (in fact, as I type this, Zahra's poopy diapers are already piled up hiiiigh in the sink, hee hee), even ignore David (but still love you, Cinta!), but it's impossible to ignore my little cutie Zahra... though I was just nursing her and at the same time "stealing time" and continuing to read my book :). Oh yeah, she's not only "reading" it, but drooling on it and even tasting the black cover, hehehehe. Look at the picture... she's sooo serious "reading" the page ;).

Since it's hard for me to concentrate on reading the book while taking care Zahra, I gave David the chance to read the book at night (after work). It's been just a couple of hours since he started reading, and he's already couple of chapters ahead of me :). That's ok... at least I have company to discuss some interesting parts of the book (so far, so many!!!).

Ok, gotta go. Now that Zahra's asleep, those poopy diapers need some TLC, hehehe. Ah, Harry Potter... can't wait to continue reading it again, tomorrow. And if I'm lucky, I can finish it tomorrow (or at least catching up with David). Heh, in my dream!!! LOL.

Update:

  • July 24th. David bought a 2nd copy at the Borders for less than 20 bucks (good deal). Not as fancy as mine... but at least he doesn't have to wait 'til night time to read it. Oh BTW, he finished it already (at 9:45pm). And now he's bugging me to finish mine soon. He's dying to discuss the book with me. Be sabr, Cinta... be sabr... *wink*
  • July 26th. DONE!!! Not bad... 3 days (I thought it would take me forever to finish it) with my very busy and tight schedule as Bunda, hehehehe

Wednesday, July 04, 2007

Dirgahayu Amerika!

It's Zahra's first 4th of July. We didn't do anything special... eventhough we did plan to go to see the fireworks at Montgomery College (about 5 blocks from our house in Rockville) which we cancelled because of the bad weather.

Hari ini hari kemerdekaan negara Amerika Serikat... dan untuk pertamakalinya Zahra-ku merayakannya. It's a big day for her... and for her Kak Iman too :).

Harapan kami -- saya dan Ayahnya -- Zahra bisa jadi muslimah yang baik yang cinta pada (kedua) tanah airnya, Amerika Serikat dan Indonesia.

Zahra's 1st 4th of July

Dirgahayu Amerika...

Friday, June 22, 2007

Urusan GC lagi...

Tanggal 5 Juni lalu merupakan "2nd anniversary" kedatanganku di bumi Amerika Serikat untuk berkumpul kembali bersama suami tercinta setelah berpisah sementara selama 9 bulan (namanya ji 'sementara'... tapi deeeeeeeeh perasaan toh lamaaaaanya!!!) karena urusan imigrasiku untuk mendapatkan spouse visa. Nah, 'ulang tahun kedua' ini juga berarti habisnya masa berlaku alias expired mi conditional permanent resident card-ku yang memang berlakunya cuma dua tahun.

Akhir Mei, saya dan David sudah mulai mengumpulkan dokumen yang merupakan bukti kalo kami berdua betul-betul hidup bersama sebagai pasangan suami isteri -- bukan ballé-ballé (bahasa Makassar= bohong-bohongan) -- soalnya banyak kasus (ternyata) yang perkawinan antara warganegara USA dengan non-USA didasarkan pada keinginan untuk pindah dan menetap dan jadi WN Amrik sini. Edédééh... bisa-bisanya itu di' klo main-main dengan perkawinan. Pertama, pernikahan itu kan ibadah... trus kedua, bagaimana mi itu bédéng bertahan satu ranjang dengan seseorang yang tidak kita inginkan untuk berbagi hidup dan kehidupan bersama hanya karena selembar kartu??? Ah... biar tongmi deh klo ada yang bgitu. Ka bukan tonji urusanku, hee hee. Yang penting, alhamdulillaah... saya sangat berbahagia punya David, bahkan sekarang sudah punya buah hati yang sangat saya sayangi dan menyayangi saya. Dan untuk alasan itulah, saya ikhlas berurusan dengan rumitnya keimigrasian di US ini. Well, kata orang bijak dari tanah Minang: Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung. Ya kalo memang begitu aturannya, untuk bisa tetap bersama orang-orang tercintaku, saya harus ikut aturan main negara ini. Begitu to?!

Anyway, adapun dokumen yang saya lampirkan selain petition fee (dalam bentuk cek) sebesar US$ 275.00, format isian I-751 yang saya ketik langsung dari pdf file yang disediakan oleh USCIS, fotokopi kartu permanent resident (greencard), fotokopi halaman ID passport dan kartu Social Security (SSN Card), adalah (in English):

  • Original copy of our daughter’s birth certificate and copy of her SSN Card
  • Copy of our marriage certificate
  • Copy of our Maryland ID cards
  • Copy of our residential lease
  • Original copy of our joint checking account bank (May 2007) statement from Citibank
  • Copy of our joint US tax return for the year 2005
  • Original copy of our joint residential gas bill (April 2007)
  • Copy of verification of coverage letter from an Insurance Company
  • 2 (two) original letters written and notarized by Dad and a U.S. citizen friend, attesting to our relationship and marriage.
  • Link to my family photo album at Flickr

  • Berikut urutan pengurusan status imigrasi I-751 - Petition to Remove Conditions on Residence -ku untuk sementara sampe' hari ini:

    • 15-22 Mei 2007
      Mengumpulkan semua dokumen sebagai pelengkap/attachments I-751; menunggu surat rekomendasi dari Dad (Ayahnya David) dan Nate (David's buddy).
    • 22 Mei 2007
      Mengirim I-751 lengkap dengan semua dokumen dan ke USCIS Vermont Service Center dengan USPS (biayanya $16.25) dan dijadwalkan akan diterima besok tanggal 23 Mei 2007 di Vermont.

    • 26 Mei 2007
      Terima Fingerprint Receipt Notification (FD-258 Finger Print Notice) tertanggal 25 Mei 2007. Artinya, duit yang kita sertakan sebagai biaya fingerprint dan application fee I-751 sudah di-collect sama USCIS. Tinggal tunggu surat panggilan untuk biometrics (foto identifikasi dan sidik jari).

    • 30 Mei 2007
      Terima I-797 (NoA - Notice of Action) tertanggal 30 Mei 2007, surat keterangan yang menyatakan kalo pihak USCIS sudah menerima aplikasi I-751 (Petition to Remove Conditions on Residence), termasuk fee-nya (for Form I-751 and biometrics). Yang paling penting dari NoA ini adalah pernyataan bahwa GC-ku diperpanjang selama satu tahun (sambil menunggu proses pengurusan GC ke-2 selesai), dan dalam masa itu saya tetap dapat bekerja (meski untuk masa sekarang, "hak" ini masih blum saya gunakan *wink*) dan travel di dalam dan ke luar negeri (wuhhhuuuyyy!!! artinya ndak was-was untuk mudik bulan Oktober nanti, insya Allah).

    • 9 Juni 2007
      Received another NoA; Re: ASC (Application Support Center) Appointment Notice, tertanggal 8 Juni 2007. Isinya petunjuk mengenai tempat dan waktu untuk proses pengambilan sidik jari dan foto ID. Dan kami dapat yang terdekat dari Rockville: Glenmont, Wheaton... sekitar 30 menit dari Kearnsville :). Waktunya: Jumat, 22 Juni 2007, jam 10 pagi.

    • 22 Juni 2007
      Biometrics Process. Pagi-pagi sudah bangun dan siapkan Zahra (alhamdulillaah, dia sama sekali tidak rewel meski saya agak paksa untuk bangun lebih awal) serta Iman. Meskipun sempat singgah makan pagi di Dunkin Donuts yang kami lewati dalam perjalanan ke ASC Glenmont, kami tiba di USCIS lebih awal. Alhamdulillaah, tidak begitu banyak orang dan kami tidak menunggu terlalu lama sampai nomor tunggu saya dipanggil. Prosesnya singkat dan tidak berbelit-belit. Dari ambil foto digital, cek dan ricek informasi identifikasi yang akan ditulis di Kartu PR (greencard), pengambilan sidik jari, sampai menandatangani surat pernyataan, semua berlangsung kurang dari 15 menit. Kami bahkan sudah meninggalkan ASC Glenmont sebelum jam 10:30!!!

    Untuk memantau perkembangan proses pengurusan GC II-ku, kami sudah signed up lewat Case Status Service Online. Jadi tiap step selain melalui surat/mail, mereka juga akan memberitahu dan keep us update via email... which I think is really cool ;). Sekarang tinggal menunggu surat untuk langkah selanjutnya. Atau sudah langsung dapat GC ke-2 yang berlaku 10 tahun itu? Hmmm... semoga!

    ... Bersambung...

    Tuesday, June 05, 2007

    5th of June

    World Environment Day. This is the third time I missed the ceremony and the fun activities at the office. I missed it... and miss my coworkers so much!

    Today, two years ago, finally I stepped my foot for the first time on this American soil. It was such a looong trip (it's been so long since last time I travelled that far), yet I was so happy coz I finally can reunite with my beloved husband after separated from him for about 9 months while waiting for my CR1 Visa got approved.

    My baby love, Zahra bunonos (hee hee) turns 4 months today. Time flies... it feels like it was just yesterday I carried her around in my belly. And now she's like a little lady already. She's the love of my life... so beautiful... so precious!

    Today, 5th day of June 2007. I'm so grateful for everything that Allah gives me. Alhamdulillaah... I am soooo blessed...

    Thursday, May 31, 2007

    Laugh is contagious!

    Meskipun Zahra pertama kali LOL (laugh out loud) atau tertawa terbahak-bahak atau kéké' (Bugis= terkekeh-kekeh) sejak Mei 19 lalu, tapi hari ini baru ki sampe' ketawa segitu hebohnya dan saya sempat mengambil videonya dengan kamera tuaku :). Jangan heran, saya ikutan kéké' dengar tawa Zahra. Definitely, laugh is contagious!

    Mari ki' ikut LOL dengan Zahra!

    Tuesday, March 13, 2007

    Not an easy day

    Hari yang sulit...
    Tapi memandangi wajah dua orang tercintaku,
    rasanya semua kesulitan itu terangkat.

    Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,
    Sungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan.


    Yang jelas janji Allah itu pasti.
    Semoga kesulitan ini awal yang membahagiakan, insya Allah.

    Wednesday, February 28, 2007

    Three years ago...

    On February 28th, I got an email from someone, his username: dkfour. Such a nice letter . Though, I felt bad coz I couldn't reply it since I have no credit card .

    To: YY_Makassar
    From: dkfour
    Subject: Asalaamu alaikum

    Greetings from the USA!

    Although I've heard of Indonesia, I can't say that I know a whole lot about it. Your island sounds very lovely, and I'm sure it's beautiful there right now.

    I see that you work with the environment, but you don't mention how. I feel very strongly about the environment and when I was younger I spent a lot of time in the woods camping and hiking. I'd love to know a little more about what it is that you do for a living.

    Your profile mentions that you speak another language, I assume that that must be your local clan's language. I, unfortunatly, only speak English, but I guess if there is only one language you speak, English isn't the worst.

    Please write back soon,
    David

    But I guess Allah wanted this first contact to be a life contract . We then chat over yahoo messenger for the first time (by accident! really!!!) on March 1st during my lunch break at the office back in Makassar.

    And today? Now? I'm chatting (in a real "online"... not thru' internet *wink*) with my loving husband, hugging on the couch while watching our precious little Zahra's asleep on her bouncer... his username is dkfour.

    I love you, David... with all of me ...

    Friday, February 16, 2007

    Perkenalkan, anak perempuanku...

    Zahra usia kurang dari 8 jam

    Zahra Shirley Kearns namanya.

    Alhamdulillaah...

    Lahir di Virginia Hospital Center, Arlington, negara bagian Virginia, pada hari Senin tanggal 5 Februari 2007 -- bertepatan dengan ulang tahun perkawinan Kakek & Neneknya di Makassar yang ke-41 -- Jam 4:08 sore EST (Eastern Standard Time -- beda 13 jam dengan Makassar).

    Berat lahir 8 pounds 2.4 ounces (kurang lebih 3.7 kilogram), panjang 21 inches (53 sentimeter).

    Zahra lahir melalui emergency c-section (operasi caesar) setelah Bundanya berjuang untuk bisa melahirkan normal selama kurang lebih 6 jam tapi tidak diperkenankan Allah karena letak kepala Zahra yang menyamping di jalan lahir.

    Meskipun demikian, semuanya dimudahkan Allah Nilai (score) APGAR Zahra 9/9 dari skor "sempurna" 10. Menit pertama setelah lahir APGAR-nya 9 dan kemudian setelah diukur lagi 5 menit berikutnya skor-nya juga 9. Memang, Allah itu sayaaaaaang bener sama kami dan sekarang Zahra sudah berumur 11 hari, tumbuh besar, makin cantik, makin menggemaskan, makin pandai mengenali suaraku dan suara ayahnya.

    Insya Allah, mengenai perkembangan Zahra akan tetap saya tulis di sela-sela kesibukan menjadi Bunda baru di Catatan Harian Ibunda... meski sekarang masih "blank" sejak kelahiran Zahra tapi saya janji untuk meng-update-nya once I can manage my new time schedule.

    Terima kasih kepada semua yang telah berbaik hati dengan tulus memberikan ucapan selamat, doa, dan pengharapan terhadap kelahiran anak perempuanku, anak perempuan kami. Kami meng-amiiin-kan semuanya dari sini.

    Perkenalkan, anak perempuan kami: Zahra Shirley Kearns...

    Zahra diapit sayang Bunda dan Ayah... hari terakhir kami di RS untuk pulang ke rumah

    Semoga Allah selalu menjagamu, Nak... Bunda dan Ayah sangat sangat menyayangimu...

    Sunday, February 04, 2007

    Rindu ku'!!!!

    Kemarin waktu lagi mo'jo' alias merajuk a.k.a ngambek -- don't tell me that it's a hormonal thingy... because I hate that! --, saya baring sambil melayangkan pikiran jauuuuuh ke kota kelahiranku Makassar (saya sebenarnya lebih suka pake' "Ujungpandang" biar tidak rancu dengan "Makassar" sebagai bahasa dan etnis). Terlintas di benakku raut muka Ibu, Ayah, dan saudara-saudaraku plus ponakanku yang 5 orang itu, rumah di DatRib (yang katanya lagi siaga banjir semata kaki), kamarku dan buku-bukuku yang kurindu, kantorku di Sudiang beserta teman-teman kantor, pété-pété yang jadi siap sedia mengantarku ke mana saja, daeng Da'di' tukang becak langgananku yang selalu dengan senyum menungguku sepulang kantor di lorong kecil yang menghubungkan Jalan Urip Sumoharjo ke belakang Tugu Peringatan Korban 40 ribu jiwa untuk mengantarku menuju ke DatRib,... dan ugh... tiba-tiba tercium bau wangi masakan khas yang sudah hampir 2 tahun ini kurindu: makanan yang kuidam-idamkan dari kampung halaman! Dengan gaya "alert", saya berusaha untuk menajamkan penciuman... Ah, apa David lagi masak di dapur? Masa' masaknya sampe' macam-macam... dan semua yang saya impikan lagi! Bau wangi itu bertahan sampe' sekitar 1 menit dan kemudian hilang. Fatamorgana mi sedeng, begitu batinku dengan 'nada' kecewa. Mungkin karena dalam keadaan mo'jo' itu saya berusaha untuk mem-blok pikiranku yang lagi keruh karena marah dengan mengingat semua yang "indah" dan "enak-enak" ya? Tidak sadar, saya mulai "mendata" dan membuat daftar tempat makan dengan makanan kesayanganku (tidak berurut berdasarkan yang paling saya sukai dan rindukan saat ini):

    • Coto Makassar. Langganan favoritku adalah di warung kentaki (kentara kaki) di dekat kantor di Sudiang (depan/seberang Toserba CITRA), di Jalan poros menuju bandara. Saya sempat minta dikirimkan foto warung lengkap dengan cotonya ke teman kantor, tapi entah sampe' sekarang foto tersebut blum pernah sampe' *hiks*. Berita terakhir, katanya karena harga yang semakin melonjak harga semangkok coto berikut ketupat pandan/burasa'nya sampe' lebih dari 10 ribu rupiah. Tapi kalo pulang mudik nanti, biarpun semahal itu (insya Allah kalo warungnya masih ada) mo dibela-belain ngajak David makan disitu.

    • Nasi Kuning BTP. Hampir setiap hari kalo tidak ada jadwal makan coto atau tidak lagi puasa (Senin-Kamis), dalam perjalanan ke kantor dengan pete-pete (ataupun waktu bis kantor masih beroperasi) saya selalu menyempatkan singgah di warung naskun di pintu masuk kompleks BTP. Meskipun harganya lumayan mahal dibanding dengan nasi kuning yang ada di sekitar kantor, tapi worth it. Rasanya itu... blum lagi lauknya yang lengkap. Klo dulu (klo ndak salah) harganya yang lengkap bisa sampe' 6 ribu rupiah sebungkus (tapi dijamin kenyaaaaaaaaaang! alias bassoro'!)... ndak tahu sekarang...

    • Soto Banjar TamalanreaSoto Banjar di depan kampus STIMIK Makassar di Tamalanrea. Dulu waktu masih kecil, kami sekeluarga hampir setiap dua minggu makan soto banjar yang ada di dekat Kantor Pos Besar Makassar (sekarang masuk kawasan Pasar Baru yang sewaktu saya tinggalkan Makassar masih blum selesai-selesai juga pembangunannya). Tapi karena jauh dari DatRib dan yang di dekat Unhas itu aksesnya lebih mudah (saya lewati kalo pergi-pulang kantor), tempat ini jadi pilihan yang tepat. Rasanya? tidak beda jauh dengan yang di Kantor Pos dan lebih murah.

    • Jalangkoté Salahutu. Hampir setiap minggu, terutama kalo lagi puasa Senin Kamis saya sempatkan untuk beli jalangkoté sepulang kantor dengan bela-belain ganti pété-pété tiga kali untuk bisa berbuka puasa dengan soul snack khas Ujungpandang ini. Sebenarnya di Makassar ada beberapa tempat jual jalangkoté yang juga saya sukai, tapi kelebihan jalangkoté Salahutu adalah "lombok"nya (ini bahasa Ujungpandang untuk kuah sambalnya) yang super pedas and garlicky! Kalo lumpia? Nope! I prefer jalangkoté di atas lumpia dan snack lainnya... dijamin!

    • Nyuknyang (Bakso) Atiraja. Tidak ada pi samanya, terutama bakso gorengnya yang khas dan tidak ada duanya! Sebelum saya tinggalkan Makassar, ada dua lokasi: yang pertama di Jalan Gunung Merapi (mesti dibela-belain naek angkot trus sambung becak... kadang juga pake' japrut -- jappa paruntang alias jalan kaki -- kalo lagi mau) dan lokasi yang baru di dekat kompleks Mall Panakkukang. Ini salah satu yang paling saya idamkan waktu di tiga bulan pertama kehamilanku.

    • Pangsit dan Nyuknyang Donal. Ini tempat makan anak muda Makassar yang ada sejak jaman saya sekolah menengah (lokasi awalnya di Jalan Karunrung... sekarang tambah lagi di daerah pertokoan Ahmad Yani. Entah sekarang tambah lokasi lagi ndak ya?). Ini adalah restaurant milik keluarga adik angkatanku di Kelautan UnHas. David sempat saya ajak beberapa kali makan pangsit di sini... he loves it! terutama juice jeruk nipisnya...

    • Roti dan palopo'Roti Bugis dan palopo'. Roti khas dari Sidrap -- kampung asal Ayah dan Ibuku... tapi yang ini khas dari Tanete-Allakuang (tempat kelahiran Ayah) dari tepung beras, dilengkapi dengan palopo' ini saus manis dari gula merah, santan, dan kuning telur. Kalo lagi musim durian, palopo' ini sering dikasih durian untuk penambah legit rasanya. Biasanya roti dan palopo' merupakan penganan khas untuk sarapan pagi. Gambar di samping saya ambil saat lebaran Idul Fitri tahun 2004 terakhir di rumah Indo' (ibunya Ayah) di Pangkajene Sidenreng. Mmmmm... rindu makan roti na (Bugis = dan; and) palopo'...

    • Masakan rumah: sayur bayam bening dengan jagung manis, ikan sunu bakar yang ditumbuk trus dikasih minyak kelapa asli (boka tanak), dimakan dengan lombok (sambal) tumis khas DatRib. Waaaaaaaaaah... saya bisa nambah berkali-kali! Atau pecel segar dan empal daging (dimakan dengan sup kacang merah) buatan Ibuku... yummmmmm!!!

    Menu Wong Solo MakassarSebenarnya masih banyak sekali makanan yang saya rindukan dari kampung halamanku Ujungpandang, tapi yang tidak bisa saya bikin di sini ya yang saya tulis di atas itu. Yang lain-lainnya masih bisa saya cari penggantinya yang agak mirip (paling tidak untuk melepas rasa rindu saja) atau bisa saya bikin di dapurku, seperti tempe, sayur kangkung tauco, ayam bakar, dan sambal terasi serta sate... seperti menu restoran Wong Solo di samping. Buktinya? hehehehe... coba deh lihat di foto-set ku yang di flickr: MASAKANKU. Cukup menggoda ji toh?

    Sudah mo deh... knapa malah setelah menulis ini kerinduan makin memuncak??? Hiks. I just can't wait to go back... meet my beloved Ibu and Ayah... and the whole family that I miss like crazy. Don't tell me that it's a hormonal thingy... because I hate that! But... *hiks* mungkin ini pertanda lain kalo baby Z sudah semakin dekat "terbujuk" untuk keluar menjumpai Ayah dan Bundanya?

    Oh my... am I being Jaka Sembung again?

    Wednesday, January 31, 2007

    Cerita di hari terakhir bulan Januari

    Sepuluh hari tidak menulis disini rasanya rindu juga untuk "bercerita". Sebenarnya tidak banyak yang terjadi di sepuluh hari terakhir di bulan Januari ini. It's been such a lazy, laid-back days... mostly because of the waiting game that we've been "playing" (thanks to my nuur al-aynii in my tummy!). Juga sepuluh hari terakhir ini suhu udara dari hari ke hari jadi semakin 'drop' saja... sampe' David suka bercanda bilang kalo mungkin anak kami menunggu sampe' salju turun seharian baru mo keluar (lahir), hehehe (and of course, I replied saying that it's not really funny to say such thing. It's not fun to drive in a snow, especially when you're about to deliver your baby!). So, sepuluh hari terakhir betul-betul all about waiting the time to come... the time when our bundle of cinta decides to come to meet us (dengan ijin Allah, for sure). Kegiatanku betul-betul cuma seputar rumah... mulai dari beres-beres, mencuci pakaian dan perlengkapan bayi, sampe' menyeterika rasanya tidak ada habisnya. Bahkan rasanya satu pakaian pun rasanya mo langsung saya cuci segera karena tidak tahan lihat ada pakaian di keranjang pakaian kotor. Hhhhmmm... talking about nesting instinct...

    Hadiah dari Tante Ellin untuk baby Z. Makasih Tante Ellin!Oh iya, hari Rabu minggu lalu Ellin berkunjung ke rumah. It was such a fun and great time we had... meskipun kami menghabiskan waktu cuma di rumah saja. Tentu saja pake' acara makan-makan, sayang kami tidak sempat berfoto-ria (mana ingat foto-foto kalo sudah asyik makan dan cerita? hee hee). Sebenarnya Kak Vero dan Dewi juga mo datang... tapi bisanya cuma untuk dinner (petang hari) instead of lunch... sedangkan Ellin bisanya cuma siang hari. Ya udah, lain kali ya Kak Vero dan Dewi? We missed you, though! Ellin juga bawa oleh-oleh buat baby Z. Soooo cuuuutee!!! Makasih banyak ya tante Ellin (ini titipan terimakasih dari baby Z lho, Tante Ellin! hehehe). Kapan-kapan datang ke DC area, datang ke Rockville lagi tengok Z ya Tante Ellin...

    Trus, tadi siang waktu lagi nonton tv (sambil browsing internet) David yang lagi nge-cek surat yang diantar Pak Pos berseru dari ruang depan:

    "Baby, you've got a package!".

    Huh??! "I don't expect any package", kataku. "From whom?"

    "From IBUNYAKU", sahutnya. Whaaaa????!!!

    Gifts from California... thanks Mom and Dad!Saya terdiam sejenak dan berlari ke beranda depan. Ooohhh... paket dari California ternyata! IBUNYAKU? Oooohhh... maksudmu: IBUKU, kataku sambil (tidak bisa) menahan tawa . Waaah, ternyata tawaku bikin doi tersimbung (baca: tersinggung).

    "I'm gonna stop trying to speak Bahasa Indonesia if you keep making fun of me!", katanya dengan nada "mengancam" (hee hee... manjanya keluar deh).

    Walaaaaah... si Daeng merajuk. Hehehe... ndak ji Daeng sayangku cintaku (ini pake' acara membujuk dengan big hugs -- sambil tetap menahan senyum)... namanya juga bercanda. Kemudian lanjut sambil membuka paket tersebut saya menjelaskan perbedaan pemakaian kata ganti kepunyaan "NYA" dan "KU". "The package is from IBUKU", ulangnya. Great!!! Keep trying ya, Honey... lain kali ndak ketawa ma' nah ...

    Seperti yang pernah saya cerita, sejak saya sering mengajak ngobrol anak kami yang masih betah mallekku (Bugis = snuggling) di dalam perut Bunda dengan bahasa Indonesia, baik David maupun Iman jadi mulai (agak-agak) mengerti dan mencoba untuk menggunakan bahasa Indonesia di rumah. Yaaah, paling tidak kalo saya ngomong mereka bisa menangkap maksudnya.

    Tidak terasa, bulan pertama di tahun 2007 berakhir sudah hari ini. Baby Z ternyata masih juga betah di perut Bunda. Mo ulang tahun di bulan yang sama dengan kakakmu, Kak Iman ya, Nak?